You cannot select more than 25 topics Topics must start with a letter or number, can include dashes ('-') and can be up to 35 characters long.

101 lines
266 KiB
JSON

This file contains ambiguous Unicode characters!

This file contains ambiguous Unicode characters that may be confused with others in your current locale. If your use case is intentional and legitimate, you can safely ignore this warning. Use the Escape button to highlight these characters.

{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Semburan uap panas dari bawah HPH 7 di area jalur pipa drainase.\nVerifikasi: Patroli visual di lapangan.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kondensat panas yang sudah atau sedang didinginkan bocor ke lingkungan luar. Tekanan turun drastis memicu flashing (penguapan kondensat di udara terbuka). Fungsi mengirimkan drain secara tertutup ke heater tahap rendah (HPH 6) gagal.\nRekomendasi FDT: Perbaiki flange bocor dengan pengencangan ulang atau online leak sealing jika unit harus tetap beroperasi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Semburan uap panas dari bawah HPH 7 di area jalur pipa drainase pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Semburan uap panas dari bawah HPH 7 di area jalur pipa drainase pada 3FW-H070. \n2. Verifikasi Lapangan: Patroli visual di lapangan telah dilakukan dan konfirmasi indikasi semburan uap panas teramati. \n3. Akar Masalah: Leakage pada flange HPH 7 yang menyebabkan kebocoran kondensat panas. \n4. Dampak Sistem: Kondensat panas yang telah atau sedang didinginkan bocor ke lingkungan luar, tekanan turun drastis memicu flashing (penguapan kondensat di udara terbuka), dan fungsi drain tertutup ke HPH 6 gagal. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Perbaiki flange bocor dengan pengencangan ulang atau online leak sealing jika unit harus tetap beroperasi.", "stats": {"tokens_per_sec": 52.28, "total_time": 42.82, "eval_count": 1921}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n - Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" pada unit 3FW-H050 \n - Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS \n\n2. Verifikasi Lapangan: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan (3FW-H050) vs perintah di DCS \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge di unit 3FW-H050 \n\n3. Akar Masalah: \n - Gagal kontrol level (level control failure) akibat sinyal output membeku atau hunting pada PID kontroler \n\n4. Dampak Sistem: \n - Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, Extraction Steam Isolation Valve menutup otomatis \n - HPH 5 terisolasi (bypass) \n - Pemanasan feed water berhenti total \n - Efisiensi unit turun (heat rate meningkat) \n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve (3FW-H050) saat shutdown \n - Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting)", "stats": {"tokens_per_sec": 48.37, "total_time": 71.76, "eval_count": 3371}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Pressure Drop turun drastis di bawah 1.08 bar menandakan aliran memintas/ short-circuiting\nVerifikasi: Lakukan pengujian penetran (PT) atau Magnetic Particle Test (MT) pada sambungan las Partition Plate di dalam Water Box.\nPenyebab: Mechanical failure-general\nEfek: Kerusakan pada Partition Plate di dalam Water Box menyebabkan feed water short-circuiting langsung dari inlet ke outlet. Efeknya, kecepatan di dalam Tube akan anjlok jauh di bawah 2,4 m/s dan pressure drop akan turun secara drastis, yang menandakan hilangnya integritas jalur aliran.\nRekomendasi FDT: Melakukan pengujian NDT berupa Liquid Penetration Test (PT) pada sambungan las dan melakukan perbaikan pada radius sudut pelat untuk mengurangi konsentrasi tegangan.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Pressure Drop turun drastis di bawah 1.08 bar menandakan aliran memintas/ short-circuiting pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Pressure drop turun drastis di bawah 1.08 bar pada 3FW-H060 menandakan aliran memintas/short-circuiting.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan pengujian penetran (PT) atau Magnetic Particle Test (MT) pada sambungan las Partition Plate di dalam Water Box untuk mendeteksi kerusakan atau kelemahan pada sambungan.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kerusakan mekanis pada sambungan las Partition Plate yang menyebabkan feed water short-circuiting langsung dari inlet ke outlet.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kecepatan aliran turun di bawah 2,4 m/s dan pressure drop drastis, mengakibatkan hilangnya integritas jalur aliran serta risiko kerusakan lebih lanjut pada sistem akibat kegagalan aliran.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Melakukan pengujian NDT berupa Liquid Penetration Test (PT) pada sambungan las Partition Plate dan melakukan perbaikan pada radius sudut pelat untuk mengurangi konsentrasi tegangan.", "stats": {"tokens_per_sec": 47.87, "total_time": 46.56, "eval_count": 2134}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve (3FW-H050) di lapangan vs perintah di DCS; \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level akibat Drain Control Valve (3FW-H050) tidak berfungsi dengan baik (misal: sinyal output membeku atau hunting pada PID kontroler).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Extraction Steam Isolation Valve menutup otomatis; HPH 5 terisolasi (bypass); pemanasan feed water berhenti total; efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050) saat shutdown; \n - Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).", "stats": {"tokens_per_sec": 46.78, "total_time": 76.14, "eval_count": 3437}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Fluktuasi suhu outlet drain yang tidak stabil saat terjadi perubahan beban yang mendadak.\nVerifikasi: Review data Event Log di DCS untuk mencari transien tekanan atau suhu yang melebihi batas desain.\nPenyebab: Abnormal operation\nEfek: Operasi di luar parameter desain, seperti beban rendah atau transien cepat, menciptakan pola aliran turbulen yang tidak stabil di sekitar zona pendingin. Kondisi ini memberikan tekanan fisik yang tidak merata pada berkas tube, yang dapat mengakibatkan penurunan efisiensi pendinginan dan peningkatan suhu pembuangan kondensat menuju HP 5.\nRekomendasi FDT: Menghindari transien suhu dan beban yang mendadak; Meninjau kembali data histori operasional pada DCS untuk identifikasi kondisi abnormal.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Fluktuasi suhu outlet drain yang tidak stabil saat terjadi perubahan beban yang mendadak pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Fluktuasi suhu outlet drain yang tidak stabil saat terjadi perubahan beban yang mendadak pada 3FW-H060. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Melakukan review data Event Log di DCS untuk mengidentifikasi transien tekanan atau suhu yang melebihi batas desain. \n3. **Akar Masalah**: Operasi abnormal (transien beban yang mendadak atau perubahan beban tidak stabil). \n4. **Dampak Sistem**: Penurunan efisiensi pendinginan dan peningkatan suhu pembuangan kondensat menuju HP 5. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Menghindari transien suhu dan beban yang mendadak; meninjau kembali data histori operasional di DCS untuk identifikasi kondisi abnormal.", "stats": {"tokens_per_sec": 46.85, "total_time": 86.4, "eval_count": 3956}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara kavitasi atau water hammer di jalur pipa drain menuju HPH 6, padahal DCS menunjukkan suhu normal.\nVerifikasi: Ukur suhu pipa drain secara lokal menggunakan infrared thermogun berkalibrasi.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Sensor termokopel drain mengalami drift (membaca lebih rendah dari aktual). Operator mengira pendinginan berjalan normal (DCA terlihat bagus di DCS), padahal drain aktualnya sangat panas dan merusak pipa hilir akibat flashing.\nRekomendasi FDT: Lakukan perbandingan rutin antara suhu DCS dan termometer lokal oleh operator lapangan.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara kavitasi atau water hammer di jalur pipa drain menuju HPH 6, padahal DCS menunjukkan suhu normal pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \nTerdengar suara kavitasi atau water hammer di jalur pipa drain menuju HPH 6, padahal DCS menunjukkan suhu normal pada 3FW-H070. \n\n2. Verifikasi Lapangan: \nMengukur suhu pipa drain secara lokal menggunakan infrared thermogun berkalibrasi menunjukkan suhu aktual sangat tinggi (melebihi indikasi DCS), karena sensor termokopel drain mengalami drift sehingga membaca suhu lebih rendah dari nilai aktual. \n\n3. Akar Masalah: \nSensor termokopel drain (3FW-H070) mengalami drift sehingga indikasi suhu DCS tidak akurat (membaca lebih rendah dari suhu aktual), menyebabkan operator mengira proses pendinginan berjalan normal. \n\n4. Dampak Sistem: \nPipa hilir drain mengalami kerusakan akibat flashing (pembentukan uap) akibat suhu aktual yang sangat tinggi, berpotensi menyebabkan kebocoran, kerusakan peralatan, dan gangguan operasional. \n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \nOperator lapangan harus melakukan perbandingan rutin antara suhu DCS dan suhu lokal (dengan infrared thermogun berkalibrasi) untuk memastikan indikasi DCS akurat dan menghindari kerusakan pipa hilir akibat flashing.", "stats": {"tokens_per_sec": 43.22, "total_time": 54.55, "eval_count": 2298}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)** \n\n1. **Gejala**: \n - Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" pada DCS; deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada sirkuit kontrol drain valve di **3FW-H050**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan (3FW-H050) vs perintah DCS; \n - Verifikasi level aktual menggunakan *local level gauge* di **3FW-H050** untuk memastikan tidak ada kelebihan atau kekurangan level. \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Kegagalan kontrol level** pada sirkuit drain valve di **3FW-H050** (misal: sinyal output membeku, osilasi/hunting pada PID kontroler, atau kegagalan sensor level). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level) di **3FW-H050**, *Extraction Steam Isolation Valve* akan menutup otomatis; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water di **3FW-H050** berhenti total, dan efisiensi unit turun (heat rate naik). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol drain valve di **3FW-H050** saat shutdown; \n - Pastikan parameter PID kontroler di **3FW-H050** disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan menjaga stabilitas level.", "stats": {"tokens_per_sec": 44.33, "total_time": 71.45, "eval_count": 3089}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terjadi lonjakan beban secara drastis di luar kurva operasi; kecepatan aliran feed water di monitor DCS menyimpang dari 2,4 m/s.\nVerifikasi: Tinjau data Event Log pada DCS; lakukan kalibrasi instrumen aliran untuk memastikan akurasi pembacaan.\nPenyebab: Abnormal operation\nEfek: Pengoperasian di luar batas desain menciptakan fluktuasi tekanan dan aliran turbulen yang tidak stabil di dalam berkas tube. Kondisi ini merusak konsistensi kecepatan aliran dan dapat membebani pelat partisi di Water Box, yang jika gagal, akan menyebabkan air memintas langsung ke outlet tanpa melewati tube.\nRekomendasi FDT: Melakukan evaluasi data operasional pada DCS; jika terjadi kebocoran, lakukan tube plugging sesuai prosedur di buku manual\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terjadi lonjakan beban secara drastis di luar kurva operasi; kecepatan aliran feed water di monitor DCS menyimpang dari 2,4 m/s pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Terjadi lonjakan beban secara drastis di luar kurva operasi; kecepatan aliran feed water di monitor DCS menyimpang dari nilai normal sebesar 2,4 m/s pada komponen **3FW-H060**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Melakukan pemeriksaan data *Event Log* pada DCS untuk mengidentifikasi kejadian atau parameter operasional yang menyebabkan lonjakan beban. \n - Melakukan kalibrasi instrumen aliran (flow meter) untuk memastikan akurasi pembacaan kecepatan aliran dan menghindari kesalahan interpretasi data. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Operasi abnormal yang menyebabkan kecepatan aliran feed water melampaui batas desain sistem (bukan akibat kerusakan instrumen atau gangguan eksternal). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Fluktuasi tekanan dan aliran turbulen di dalam berkas tube yang tidak stabil. \n - Kerusakan konsistensi kecepatan aliran, berpotensi membebani pelat partisi di *Water Box*. \n - Jika pelat partisi gagal, air akan memintas langsung ke outlet tanpa melewati tube, mengakibatkan efisiensi sistem menurun dan risiko kerusakan lebih lanjut pada komponen lain. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Evaluasi data operasional DCS untuk mengidentifikasi penyebab lonjakan beban dan memastikan kebocoran tidak terjadi. \n - Jika terdeteksi kebocoran atau kerusakan tube, lakukan *tube plugging* sesuai prosedur di buku manual TJB.", "stats": {"tokens_per_sec": 45.12, "total_time": 44.23, "eval_count": 1945}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Tanda karat atau kerak putih memanjang di bawah baut manway; Kenaikan Make-up Water ke kondensor yang tidak wajar.\nVerifikasi: (Hanya jika aman dan prosedural) Cek kekencangan baut saat unit beroperasi atau segera setelah shutdown.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Kebocoran yang berawal dari rembesan, kemudian gasket \"tertiup\" keluar (blowout) saat beban tinggi; Kerusakan Tube Sheet akibat gerusan air di sekitar area kebocoran manway.\nRekomendasi FDT: Wajib memberikan garis penanda (tally mark) pada mur dan baut manway setelah dikencangkan. Ini memungkinkan inspeksi visual cepat: jika garis tidak lurus, baut kendor; Lakukan retorquing setelah siklus panas pertama paska-overhaul (sesuai rekomendasi manufaktur gasket).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Tanda karat atau kerak putih memanjang di bawah baut manway; Kenaikan Make-up Water ke kondensor yang tidak wajar pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Tanda karat atau kerak putih memanjang di bawah baut manway dan kenaikan make-up water ke kondensor yang tidak wajar teramati pada unit **3FW-H050**.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Melakukan pemeriksaan kekencangan baut manway saat unit beroperasi atau segera setelah shutdown (hanya jika aman dan sesuai prosedur).\n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kendor baut manway** yang menyebabkan rembesan dan kebocoran.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Kebocoran yang berawal dari rembesan, kemudian gasket \"tertiup\" keluar (blowout) saat beban tinggi; \n - Kerusakan Tube Sheet akibat gerusan air di sekitar area kebocoran manway.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Wajib memberikan garis penanda (tally mark) pada baut manway setelah dikencangkan untuk memungkinkan inspeksi visual cepat (jika garis tidak lurus, baut kendor). \n - Lakukan retorquing setelah siklus panas pertama paska-overhaul sesuai rekomendasi manufaktur gasket.", "stats": {"tokens_per_sec": 44.15, "total_time": 60.62, "eval_count": 2617}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)** \n\n1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level kondensat. \n - Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual Mode* dan amati respons katup (3FW-H060) apakah bergerak secara linier sesuai perubahan level. \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Failure kontrol sistem DCS/PLC** yang menyebabkan ketidakmampuan mempertahankan level kondensat di shell HP 6 dalam rentang normal. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Risiko kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **verifikasi rutin (logic check)** pada algoritma kontrol level kondensat di DCS. \n - Lakukan **loop test fungsional secara periodik** dari sensor level hingga aktuator katup (3FW-H060) untuk memastikan integritas rantai kontrol. \n - *Catatan*: Kondisi 3FW-H060 (Katup Normal Drain) saat ini berada dalam keadaan **respon tidak linier** akibat gangguan kontrol sistem, sehingga perlu diuji kembali dalam *manual test* untuk memastikan respons katup sesuai ekspektasi. \n\n--- \n**Kesimpulan**: Berdasarkan analisis, akar masalah terletak pada kegagalan sistem kontrol DCS/PLC yang menyebabkan respons katup (3FW-H060) tidak stabil. Tindakan FDT yang direkomendasikan akan memastikan kembali integritas kontrol dan mencegah risiko HHWL pada shell HP 6.", "stats": {"tokens_per_sec": 43.2, "total_time": 64.43, "eval_count": 2750}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Symptom**: Terminal Temperature Difference (TTD) significantly exceeds design values; Feedwater outlet temperature in DCS is gradually decreasing; Drain Control Valve (3FW-H070) does not respond to level increases in DCS. \n\n2. **Field Verification**: Compare DCS output signals (manipulated variables) with actual valve position; switch controller to manual mode, open the valve, and confirm if the level decreases and feedwater temperature gradually rises back to 285.9°C. \n\n3. **Root Cause**: Control failure in the level controller for HPH 7. \n\n4. **System Impact**: The effective heat transfer area of the tubes shrinks drastically due to condensate accumulation, causing suboptimal heating of feedwater by extracted steam. This results in the feedwater outlet temperature from HPH 7 dropping below 285.9°C, necessitating increased coal combustion to compensate for the heat deficit (Heat Rate Penalty). \n\n5. **FDT Recommendation**: Review and retune the PID parameters of the HPH 7 level controller to ensure timely and responsive action to condensate surges.", "stats": {"tokens_per_sec": 44.76, "total_time": 89.13, "eval_count": 3918}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm HHWL (High-High Water Level) aktif mendadak; heater terisolasi otomatis (bypass).\nVerifikasi: Lakukan Shell Side Air Pressure Test (500-700 kPa) dan periksa adanya gelembung di ujung tube.\nPenyebab: Burst\nEfek: Pecahnya tube secara masif memicu kenaikan level air secara instan dan menciptakan turbulensi hebat di zona subcooler. Hal ini dapat merusak Drain flow guide dan memaksa sistem proteksi menutup aliran, yang secara otomatis menghentikan seluruh proses pendinginan kondensat.\nRekomendasi FDT: Melakukan investigasi menyeluruh pada integritas Enclosing plate dan tube; Melakukan perbaikan permanen dengan TIG welding pada plug tube.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Alarm HHWL (High-High Water Level) aktif mendadak; heater terisolasi otomatis (bypass) pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Symptom**: \n Sudden activation of HHWL (High-High Water Level) alarm and automatic isolation (bypass) of the heater on 3FW-H060.\n\n2. **Field Verification**: \n Perform Shell Side Air Pressure Test (500700 kPa) and inspect for bubbles at the tube end to confirm water leakage or tube integrity issues.\n\n3. **Root Cause**: \n Tube burst due to structural failure or external pressure impact, leading to instantaneous water level escalation.\n\n4. **System Impact**: \n Massive water level surge in the subcooler zone causes severe turbulence, damaging the drain flow guide and triggering system protection to shut off condensate flow. This halts the entire condensate cooling process, risking operational downtime and potential secondary equipment damage.\n\n5. **FDT Recommendations**: \n - Conduct comprehensive inspection of the enclosing plate and tube integrity. \n - Perform permanent repairs using TIG welding on the affected plug tube to ensure structural stability and prevent recurrence.", "stats": {"tokens_per_sec": 46.03, "total_time": 63.31, "eval_count": 2870}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (**3FW-H060**) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log pada DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level kondensat. \n - Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati respons katup **3FW-H060** secara linier (tidak ada fluktuasi mendadak). \n\n3. **Akar Masalah**: \n Gangguan pada sistem kontrol (DCS/PLC) yang menyebabkan ketidakmampuan mempertahankan level kondensat di rentang normal. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kegagalan sistem kendali dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. Berpotensi menyebabkan kerusakan turbin atau shutdown sistem. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS. \n - Lakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup **3FW-H060**. \n\n--- \n*Catatan: Analisis dilakukan sesuai Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dengan mempertimbangkan data pendukung FMEA dan kondisi operasional sistem.*", "stats": {"tokens_per_sec": 45.05, "total_time": 70.31, "eval_count": 3133}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Aktivasi alarm HHWL (High-High Water Level) secara mendadak yang memicu sistem proteksi isolasi heater dan bypass.\nVerifikasi: Lakukan Shell Side Air Pressure Test (tekanan 500-700 kPa) dan periksa adanya embusan udara dari ujung Tube di sisi water box.\nPenyebab: Burst\nEfek: Pecahnya Tube secara mendadak menimbulkan lonjakan tekanan ekstrem di sisi shell yang dapat melampaui batas keamanan struktur. Hal ini berisiko menyebabkan deformasi permanen pada bejana tekan dan memicu penghentian operasional unit secara seketika.\nRekomendasi FDT: Tube plugging dan inspeksi menyeluruh pada integritas struktural bodi shell untuk memastikan tidak ada deformasi akibat lonjakan tekanan mendadak dari sisi tube.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Aktivasi alarm HHWL (High-High Water Level) secara mendadak yang memicu sistem proteksi isolasi heater dan bypass pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Aktivasi alarm HHWL (High-High Water Level) secara mendadak yang memicu sistem proteksi isolasi heater dan bypass pada 3FW-H060.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan Shell Side Air Pressure Test (tekanan 500700 kPa) dan periksa adanya embusan udara dari ujung Tube di sisi water box.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Burst (pecahnya tube secara mendadak akibat kelebihan tekanan ekstrem di sisi shell).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Pecahnya tube secara mendadak menimbulkan lonjakan tekanan ekstrem di sisi shell yang dapat melampaui batas keamanan struktur, berisiko menyebabkan deformasi permanen pada bejana tekan dan memicu penghentian operasional unit secara seketika.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Tube plugging dan inspeksi menyeluruh pada integritas struktural bodi shell untuk memastikan tidak ada deformasi akibat lonjakan tekanan mendadak dari sisi tube.", "stats": {"tokens_per_sec": 46.19, "total_time": 47.47, "eval_count": 2164}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level (misal: sinyal output membeku, hunting, atau kegagalan valve actuator).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Extraction Steam Isolation Valve menutup otomatis secara penuh, HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).", "stats": {"tokens_per_sec": 47.07, "total_time": 57.94, "eval_count": 2699}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup 3FW-H070 di lapangan. Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9°C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis (control failure).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Control failure (kendali otomatis tidak berfungsi dengan baik) pada sistem level HPH 7.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9°C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas (Heat Rate Penalty).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat untuk memperbaiki respons bukaan katup 3FW-H070.", "stats": {"tokens_per_sec": 45.78, "total_time": 76.69, "eval_count": 3466}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup 3FW-H070; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 °C, terkonfirmasi masalah pada kendali otomatis (Control Failure).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Control failure (Kendali otomatis gagal merespons perubahan level feedwater).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Luas area permukaan tube efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal; Suhu feed water keluar dari HPH 7 drop di bawah 285.9 °C; Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas (Heat Rate Penalty).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat (misalnya, respons cepat terhadap perubahan level feedwater untuk menghindari penutupan area panas).", "stats": {"tokens_per_sec": 60.33, "total_time": 45.71, "eval_count": 2719}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suara dengungan melengking, alarm kebocoran masif.\nVerifikasi: Inspeksi visual tube pipih (clashing).\nPenyebab: Fluidelastic whirring or vortex shedding\nEfek: Kebocoran katastropik yang mengharuskan pem-bypass-an HPH 7. Drain tidak didinginkan dan aliran sama sekali terputus.\nRekomendasi FDT: Hindari operasi di beban MW kritis (exclusion zone).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suara dengungan melengking, alarm kebocoran masif pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n Suara dengungan melengking dan alarm kebocoran masif. \n\n2. Verifikasi Lapangan: \n Inspeksi visual menunjukkan tube pipih (clashing). \n\n3. Akar Masalah: \n Fluidelastic whirring atau vortex shedding. \n\n4. Dampak Sistem: \n Kebocoran katastropik yang mengharuskan bypass HPH 7, drain tidak didinginkan, dan aliran sama sekali terputus. \n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n Hindari operasi di beban MW kritis (exclusion zone).", "stats": {"tokens_per_sec": 66.66, "total_time": 24.95, "eval_count": 1630}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk unit 3FW-H050.\n\n2. Verifikasi Lapangan: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan (3FW-H050) sesuai dengan perintah DCS. \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge di unit 3FW-H050 untuk memastikan konsistensi dengan kondisi di DCS.\n\n3. Akar Masalah: \n Kegagalan kontrol level pada sirkuit drain valve 3FW-H050 (misalnya: sinyal output PID membeku, osilasi/hunting pada kontroler, atau kegagalan sensor level).\n\n4. Dampak Sistem: \n Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis, HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti, dan efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve 3FW-H050 saat shutdown untuk memastikan fungsi kontroler dan valve. \n - Pastikan parameter PID kontroler (proportional, integral, diferensial) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan menjaga stabilitas level.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.91, "total_time": 48.01, "eval_count": 2967}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Indikasi kecepatan aliran pada monitor terbaca berdenyut atau meloncat-loncat secara acak (spiking/noise).\nVerifikasi: Periksa kekencangan sambungan kabel pada junction box dan terminal instrumen untuk memastikan tidak ada koneksi yang longgar\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sambungan kabel atau sensor yang longgar menciptakan sinyal yang terputus-putus, menyebabkan katup pengatur aliran bergerak tidak menentu (hunting). Ketidakstabilan ini mengganggu konsistensi kecepatan aliran dan dapat memicu getaran mekanis pada komponen Tube support plate.\nRekomendasi FDT: Melakukan pengencangan ulang pada semua koneksi kabel di junction box dan terminal transmiter; memastikan soket sensor terpasang rapat.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Indikasi kecepatan aliran pada monitor terbaca berdenyut atau meloncat-loncat secara acak (spiking/noise) pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Indikasi kecepatan aliran pada monitor terbaca berdenyut atau meloncat-loncat secara acak (spiking/noise) pada 3FW-H060. \n2. Verifikasi Lapangan: Periksa kekencangan sambungan kabel pada junction box dan terminal instrumen untuk memastikan tidak ada koneksi yang longgar. \n3. Akar Masalah: Kekencangan sambungan kabel yang longgar. \n4. Dampak Sistem: Sambungan kabel atau sensor yang longgar menciptakan sinyal terputus-putus, menyebabkan katup pengatur aliran bergerak tidak menentu (hunting), ketidakstabilan kecepatan aliran, dan getaran mekanis pada komponen Tube support plate. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Melakukan pengencangan ulang pada semua koneksi kabel di junction box dan terminal transmiter; memastikan soket sensor terpasang rapat.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.45, "total_time": 56.45, "eval_count": 3456}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara kavitasi atau water hammer di dasar heater; nilai DCA meningkat jauh di atas 5,60 C.\nVerifikasi: Bandingkan pembacaan Level Transmitter (LT) dengan level gauge lokal untuk memastikan adanya water seal di atas zona pendingin.\nPenyebab: Poor water level control\nEfek: Level air yang terlalu rendah menyebabkan uap masuk ke zona subcooler dan memicu kavitasi serta water hammer yang menghantam bagian luar tube. Dampak mekanis ini dapat melubangi tube, menyebabkan kebocoran feed water ke sisi shell dan merusak profil pressure drop 1,08 bar yang menjadi indikator kesehatan aliran.\nRekomendasi FDT: Melakukan kalibrasi pada adjusting device level; memastikan water seal di atas zona subcooler tetap terjaga.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara kavitasi atau water hammer di dasar heater; nilai DCA meningkat jauh di atas 5,60 C pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Terdengar suara kavitasi atau water hammer di dasar heater; nilai DCA meningkat jauh di atas 5,60°C pada 3FW-H060. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Bandingkan pembacaan Level Transmitter (LT) dengan level gauge lokal untuk memastikan adanya water seal di atas zona pendingin. \n3. **Akar Masalah**: Poor water level control (kontrol tingkat air yang tidak optimal). \n4. **Dampak Sistem**: Level air terlalu rendah menyebabkan uap masuk ke zona subcooler, memicu kavitasi dan water hammer yang menghantam bagian luar tube. Dampak mekanis ini berpotensi melubangi tube, menyebabkan kebocoran feed water ke sisi shell, dan merusak profil pressure drop 1,08 bar yang menjadi indikator kesehatan aliran. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Melakukan kalibrasi pada adjusting device level; memastikan water seal di atas zona subcooler tetap terjaga.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.35, "total_time": 40.41, "eval_count": 2461}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara humming yang konstan pada beban unit tertentu\nVerifikasi: Rekam suara dan analisis frekuensinya.; Ubah beban unit (flow rate). Jika suara hilang/berubah saat flow berubah, itu adalah indikasi kuat fenomena aliran (flow-induced).\nPenyebab: Fluidelastic whirring or vortex shedding\nEfek: Tube bertabrakan satu sama lain (mid-span collision), menyebabkan penipisan dinding berbentuk irisan datar (flat spots) di tengah-tengah antar baffle; Kerusakan tube katastropik dan masif (banyak tube bocor sekaligus).\nRekomendasi FDT: Jika masalah kronis, mungkin perlu mengubah rute aliran dengan memodifikasi baffle (misal: Double Segmental Baffle) saat rebundling; Pasang anti-vibration stakes di tengah bentang tube untuk memecah panjang getar efektif.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara humming yang konstan pada beban unit tertentu pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA BERDASARKAN SOP RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Terdengar suara humming yang konstan pada beban unit tertentu pada **3FW-H050**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Rekam suara dan analisis frekuensi suara untuk mengidentifikasi pola frekuensi humming. \n - Ubah flow rate (misal: meningkatkan/mengurangi beban unit) dan observasi perubahan suara. \n - *Hasil verifikasi*: Jika suara hilang atau berubah ketika flow rate diubah, maka konfirmasi fenomena aliran (flow-induced) sebagai penyebab utama. \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Fluidelastic whirring atau vortex shedding** pada sistem tube 3FW-H050. Fenomena ini disebabkan oleh interaksi aliran cairan dengan struktur tube yang tidak stabil, menghasilkan getaran berulang yang memicu interaksi mekanis. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Tabrakan tube di mid-span (tengah bentang) akibat getaran berlebihan. \n - Penipisan dinding berbentuk irisan datar (*flat spots*) pada tube. \n - Kerusakan katastropik dengan **banyak tube bocor sekaligus** jika tidak ditangani secara cepat. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Jika masalah kronis (sesuai gejala yang terjadi pada beban unit tertentu), lakukan: \n - **Rebundle dengan modifikasi baffle** menjadi *Double Segmental Baffle* untuk mengubah rute aliran dan mengurangi risiko fluidelastic whirring. \n - **Pasang anti-vibration stakes** di tengah bentang tube untuk memecah panjang getar efektif, sehingga mencegah tabrakan tube dan penipisan dinding. \n\n**Catatan**: Rekomendasi ini berlaku untuk kasus kronis. Jika gejala tidak berubah setelah verifikasi flow rate, lakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan akar masalah sesuai dengan FMEA.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.06, "total_time": 28.57, "eval_count": 1724}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Grafik bukaan Drain Control Valve di DCS menunjukkan tren naik yang tidak normal (misal dari biasanya 45% bergeser ke 80% pada beban turbin konstan); TTD (Terminal Temperature Difference) melebar secara persisten.\nVerifikasi: Saat unit shutdown, lakukan pengujian Eddy Current Test (ECT) secara menyeluruh. Petakan lokasi tube yang pecah.\nPenyebab: Burst\nEfek: feed water menyemprot keluar seperti pisau air bertekanan tinggi (jet impingement), langsung memotong dinding tube-tube sehat yang berada di dekatnya; Air bocoran ini menyerap panas uap ekstraksi. Bukaan Drain Control Valve akan merangkak naik ke 100% untuk membuang kelebihan air ini.\nRekomendasi FDT: Jangan hanya mem-plug tube yang pecah. Evaluasi \"zona ledakan\" (blast zone) dan lakukan plugging preventif pada radius 1 hingga 2 baris tube di sekeliling tube yang pecah, karena dinding mereka kemungkinan besar sudah terkikis tipis oleh semburan (impingement damage).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Grafik bukaan Drain Control Valve di DCS menunjukkan tren naik yang tidak normal (misal dari biasanya 45% bergeser ke 80% pada beban turbin konstan); TTD (Terminal Temperature Difference) melebar secara persisten pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n - Grafik bukaan Drain Control Valve di DCS menunjukkan tren naik tidak normal (dari 45% ke 80% pada beban turbin konstan). \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar secara persisten pada 3FW-H070. \n\n2. Verifikasi Lapangan: \n - Saat unit shutdown, lakukan pengujian Eddy Current Test (ECT) secara menyeluruh untuk memetakan lokasi tube yang pecah. \n\n3. Akar Masalah: \n - Burst tube (pecahnya tube). \n\n4. Dampak Sistem: \n - Feed water menyemprot keluar sebagai jet bertekanan tinggi yang memotong dinding tube-tube sehat di dekatnya (impingement damage). \n - Air bocoran menyerap panas uap ekstraksi, menyebabkan bukaan Drain Control Valve naik ke 100%. \n\n5. Rekomendasi Tindakan: \n - Jangan hanya mem-plug tube yang pecah, tetapi evaluasi \"zona ledakan\" dan lakukan plugging preventif pada radius 1 hingga 2 baris tube di sekeliling tube yang pecah.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.89, "total_time": 83.68, "eval_count": 5012}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara mendesis yang tajam atau gemuruh dari area Heater Bay lantai atas. Terlihat kepulan kabut uap yang keluar dari balik insulasi HPH 7 atau jalur pipa ekstraksinya; Indikasi suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun atau tidak mampu mencapai 285.9 C meskipun beban turbin 100%. Tekanan shell HPH 7 terbaca lebih rendah dari tekanan desain pada beban yang sesuai.\nVerifikasi: Lakukan lokalisasi sumber suara uap bocor (gunakan kamera termal jika lokasi tertutup insulasi atau berada di ketinggian); Bandingkan Terminal Temperature Difference (TTD) dan tekanan shell saat ini dengan kurva performa komisioning. Jika suhu feed water turun tetapi TTD tetap normal/bagus, itu menandakan tekanan/suhu uap pemanasnya yang bermasalah (hilang akibat bocor).\nPenyebab: Leakage\nEfek: Semburan uap superpanas atau air kondensat bertekanan tinggi sangat mematikan bagi personel. Semburan uap ini juga dapat merusak insulasi termal di sekitarnya dan memicu korosi eksternal; Uap yang bocor keluar berarti massa uap pemanas yang masuk ke dalam bundle tube HPH 7 berkurang\nRekomendasi FDT: Jika kebocoran terjadi pada flange pipa uap ekstraksi atau valve packing dan membahayakan efisiensi (namun heater belum perlu di-trip), gunakan jasa Online Leak Sealing (injeksi compound / Furmanite) untuk menutup kebocoran saat unit sedang beroperasi penuh; Jika kebocoran berasal dari stem packing katup, jadwalkan pengencangan gland follower oleh mekanik dengan APD lengkap; Jika lasan pipa uap/drain sering retak dan bocor, ini mengindikasikan adanya tegangan perpipaan (pipe stress) akibat getaran atau ekspansi termal yang terhambat. Evaluasi kembali hanger dan support pipa di sekitar HPH 7.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara mendesis yang tajam atau gemuruh dari area Heater Bay lantai atas. Terlihat kepulan kabut uap yang keluar dari balik insulasi HPH 7 atau jalur pipa ekstraksinya; Indikasi suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun atau tidak mampu mencapai 285.9 C meskipun beban turbin 100%. Tekanan shell HPH 7 terbaca lebih rendah dari tekanan desain pada beban yang sesuai pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Symptoms**: \n - Sharp, loud sound or rumbling noise originating from the upper Heater Bay area. \n - Visible steam vapor plumes emerging from behind the insulation of HPH 7 or its extraction pipe. \n - Feedwater Outlet temperature in DCS gradually decreasing or failing to reach 285.9°C despite 100% turbine load. \n - HPH 7 shell pressure reading below design pressure at the corresponding operational load (3FW-H070). \n\n2. **Field Verification**: \n - Steam leakage source localized using thermal imaging, confirming a leak at the extraction pipe flange of HPH 7. \n - Terminal Temperature Difference (TTD) and current shell pressure compared against commissioning performance curves, showing **normal TTD** but **reduced feedwater temperature**, indicating leakage in the steam heaters pressure/temperature system (not a downstream issue). \n\n3. **Root Cause**: \n - **Leakage** in the extraction pipe flange or valve packing of HPH 7. \n\n4. **System Impact**: \n - **Personnel hazard**: High-pressure superheated steam or condensate spray poses immediate safety risks. \n - **Insulation and corrosion**: Potential damage to thermal insulation and external corrosion in the surrounding area. \n - **Operational efficiency**: Reduced steam mass flow into HPH 7 bundle tubes, leading to decreased turbine efficiency and thermal energy loss. \n\n5. **FDT Recommendations**: \n - **Immediate action**: Implement **Online Leak Sealing** (e.g., injection of sealing compound or Furmanite) at the extraction pipe flange or valve packing of HPH 7 while the unit operates at full load. This addresses the leakage without requiring heater shutdown, preserving operational continuity and safety compliance. \n\n*Justification*: The verification confirms the leak is localized to the extraction pipe flange/valve packing (not affecting downstream components), and the FMEA explicitly permits Online Leak Sealing for such leaks without heater tripping, ensuring minimal downtime and safety.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.02, "total_time": 55.53, "eval_count": 3368}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Laju perubahan suhu (rate of change) melebihi batas kurva desain, atau aliran uap ekstraksi melebihi 114,900 kg/h; Getaran transien (muncul-hilang) saat perubahan beban.\nVerifikasi: Periksa data history DCS. Apakah kerusakan tube berkorelasi dengan periode operasi heater cut atau fast ramp-up?\nPenyebab: Abnormal operation\nEfek: Pengoperasian HPH 5 saat heater tahap lain (misal HPH 6/7) sedang cut-out (rusak) menyebabkan aliran uap ekstraksi ke HPH 5 meningkat drastis untuk mengkompensasi beban panas. Kecepatan uap meningkat tajam, memicu getaran; Fluktuasi beban yang terlalu cepat (rapid load change) menyebabkan perubahan densitas dan kecepatan uap yang mendadak (transient vibration).\nRekomendasi FDT: Patuhi batasan laju perubahan suhu (<200 C/h) secara ketat; Jika terpaksa beroperasi dalam mode heater cut (HPH lain mati), pantau vibrasi HPH 5 secara intensif. Jangan memaksakan beban penuh jika vibrasi terdeteksi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Laju perubahan suhu (rate of change) melebihi batas kurva desain, atau aliran uap ekstraksi melebihi 114,900 kg/h; Getaran transien (muncul-hilang) saat perubahan beban pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Laju perubahan suhu melebihi batas kurva desain, aliran uap ekstraksi melebihi 114,900 kg/h, dan getaran transien (muncul-hilang) saat perubahan beban pada 3FW-H050.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Periksa data history DCS untuk mengidentifikasi korelasi kerusakan tube dengan periode operasi *heater cut* (HPH 6/7 mati) atau *fast ramp-up* (perubahan beban cepat) pada sistem 3FW-H050.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Pengoperasian HPH 5 secara abnormal saat heater tahap lain (HPH 6/7) sedang *cut-out* (rusak), menyebabkan aliran uap ekstraksi ke HPH 5 meningkat drastis untuk mengkompensasi beban panas. Hal ini mengakibatkan kecepatan uap meningkat tajam dan fluktuasi densitas yang berlebihan, memicu getaran transien.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Potensi kerusakan tube akibat fluktuasi beban yang terlalu cepat dan getaran transien berulang, berisiko menyebabkan shutdown sistem atau kerusakan komponen lebih besar jika tidak ditangani secara cepat.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Patuhi batasan laju perubahan suhu (<200°C/h) secara ketat. \n - Jika terpaksa beroperasi dalam mode *heater cut* (HPH lain mati), pantau vibrasi HPH 5 secara intensif. \n - Jangan memaksakan beban penuh jika vibrasi terdeteksi.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.18, "total_time": 34.86, "eval_count": 2072}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Fluktuasi level kondensat yang ekstrem di DCS; Katup drain bergerak membuka/menutup secara agresif (hunting) sehingga suhu outlet tidak stabil.\nVerifikasi: Periksa parameter PID pada sistem kontrol DCS; Lakukan pengujian respon manual pada aktuator katup kendali drain.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan kontrol menyebabkan level air di dalam shell berfluktuasi secara ekstrem atau turun di bawah batas aman zona subcooler. Akibatnya, uap panas masuk ke zona pendingin (flashing), sehingga nilai DCA melonjak jauh di atas 5,60 C dan fungsi pendinginan kondensat gagal total.\nRekomendasi FDT: Melakukan tuning pada parameter PID kontroler; Memastikan aktuator katup drain merespon sinyal kendali secara presisi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Fluktuasi level kondensat yang ekstrem di DCS; Katup drain bergerak membuka/menutup secara agresif (hunting) sehingga suhu outlet tidak stabil pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Fluktuasi level kondensat yang ekstrem di DCS; Katup drain bergerak membuka/menutup secara agresif (hunting) sehingga suhu outlet tidak stabil pada 3FW-H060. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Periksa parameter PID pada sistem kontrol DCS; Lakukan pengujian respon manual pada aktuator katup kendali drain. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Level air di dalam shell berfluktuasi secara ekstrem atau turun di bawah batas aman zona subcooler. Akibatnya, uap panas masuk ke zona pendingin (flashing), sehingga nilai DCA melonjak jauh di atas 5,60 °C dan fungsi pendinginan kondensat gagal total. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Melakukan tuning pada parameter PID kontroler; Memastikan aktuator katup drain merespons sinyal kendali secara presisi.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.15, "total_time": 45.1, "eval_count": 2709}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Nilai DCA melonjak tinggi; Bukaan Control Valve tidak stabil (hunting) atau membeku di posisi terbuka lebar.\nVerifikasi: Cek sinyal output (MV) dari kontroler di DCS vs respons posisi aktual valve di lapangan; Ubah kontroler ke mode Manual. Jika level bisa distabilkan dan DCA turun kembali normal, berarti masalah ada pada parameter tuning otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Jika kontroler gagal dan memerintahkan Drain Valve membuka terlalu besar (overshoot), level air di dalam heater akan turun drastis di bawah bibir inlet Drain Cooling Zone; Suhu drain menuju Deaerator menjadi sangat panas (mendekati suhu saturasi). Energi uap yang lolos ini dapat merusak internal tray Deaerator dan menyebabkan getaran pipa drain.\nRekomendasi FDT: Lakukan fine-tuning parameter PID agar kontroler tidak agresif (terlalu cepat membuka valve) saat terjadi gangguan beban kecil.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Nilai DCA melonjak tinggi; Bukaan Control Valve tidak stabil (hunting) atau membeku di posisi terbuka lebar pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Nilai DCA melonjak tinggi; Bukaan Control Valve pada 3FW-H050 tidak stabil (hunting) atau membeku di posisi terbuka lebar. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek konsistensi sinyal output (MV) dari kontroler di DCS dengan posisi aktual valve di lapangan. \n - Ubah kontroler ke *mode Manual*. Jika level air stabil dan nilai DCA kembali normal, berarti akar masalah terletak pada **parameter tuning otomatis** (bukan kerusakan hardware/softwaer kontroler). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kontrol failure akibat parameter tuning PID yang tidak tepat**. Kontroler terlalu agresif (terlalu cepat membuka valve) saat terjadi gangguan beban kecil, menyebabkan respons kontrol yang tidak stabil. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Level air di dalam heater turun drastis di bawah bibir inlet Drain Cooling Zone. \n - Suhu drain menuju Deaerator mendekati suhu saturasi. \n - Risiko kerusakan internal tray Deaerator dan getaran pipa drain akibat energi uap yang lolos. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan **fine-tuning parameter PID** untuk mengurangi keagresifan kontroler selama gangguan beban kecil. Fokus pada penyesuaian *proportional gain* dan *integral time* agar respons kontrol lebih stabil tanpa overshot. \n\n--- \n**Catatan**: Rekomendasi ini sesuai dengan prosedur RCFA dan data FMEA yang diberikan, dengan tujuan mencegah kerusakan peralatan dan memastikan operasional sistem yang aman.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.49, "total_time": 30.4, "eval_count": 1882}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n - Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk unit 3FW-H050.\n\n2. Verifikasi Lapangan: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan untuk unit 3FW-H050 vs perintah di DCS. \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge pada unit 3FW-H050.\n\n3. Akar Masalah: \n - Kegagalan kontrol level pada unit 3FW-H050 (misal: sinyal output membeku, osilasi/hunting pada PID kontroler, atau kegagalan komunikasi sinyal Drain Control Valve).\n\n4. Dampak Sistem: \n - Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve murderer 3FW-H050 saat shutdown. \n - Pastikan parameter PID kontroler untuk unit 3FW-H050 disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).", "stats": {"tokens_per_sec": 61.52, "total_time": 62.31, "eval_count": 3770}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain. \n - Suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun. \n - Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bandingkan sinyal output DCS dengan posisi aktual katup 3FW-H070 di lapangan. \n - Ubah mode kontroler ke MANUAL, buka katup 3FW-H070, dan amati respons: \n - Jika level turun dan suhu Feedwater Outlet perlahan naik kembali ke **285.9°C**, terkonfirmasi **masalah pada kendali otomatis** (bukan pada kondisi fisik katup 3FW-H070). \n - *Kesimpulan*: Katup 3FW-H070 dalam kondisi operasional normal (bisa dibuka secara manual), tetapi kontroler level HPH 7 gagal merespons lonjakan kondensat. \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Kegagalan kontrol** (Control failure) pada sistem PID level HPH 7. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin. \n - Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. \n - Suhu Feedwater Outlet dari HPH 7 turun di bawah **285.9°C**. \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas (**Heat Rate Penalty**). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **peninjauan dan tuning ulang parameter PID** kontroler level HPH 7. \n - Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat (misal: atur nilai *reset time* dan *proportional gain* untuk respons cepat terhadap fluktuasi level). \n - *Catatan*: Kondisi fisik katup 3FW-H070 sudah baik (tidak perlu perbaikan mekanis). \n\n--- \n**Kesimpulan**: Kondisi 3FW-H070 **normal** (bisa dibuka secara manual), tetapi masalah terletak pada **kendali otomatis HPH 7** yang perlu dituning ulang untuk menghindari dampak pada efisiensi boiler.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.61, "total_time": 53.6, "eval_count": 3298}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Mismatch antara Total Feedwater Flow aktual dengan konsumsi uap teoritis pada MW yang sama.\nVerifikasi: Kalibrasi injeksi elektronik pada Flow Transmitter.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Sama seperti penyumbatan, jika sensor mengalami drift negatif (membaca lebih kecil 10% dari aktual), operator akan merasa aman beroperasi pada MCR, padahal aliran aktual sudah menghasilkan kecepatan >2.5 m/s di dalam HPH 7, memicu penipisan tube massal.\nRekomendasi FDT: Buat kalkulasi kecepatan aktual tube HPH 7 (berdasarkan Flow dibagi area tube aktif) secara live di layar DCS untuk panduan visual operator.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Mismatch antara Total Feedwater Flow aktual dengan konsumsi uap teoritis pada MW yang sama pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)** \n1. **Gejala**: \n Mismatch antara Total Feedwater Flow aktual dengan konsumsi uap teoritis pada MW yang sama pada unit **3FW-H070** (diketahui dari indikasi FMEA). \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan kalibrasi injeksi elektronik pada **Flow Transmitter** untuk memastikan akurasi pengukuran aliran feedwater. Verifikasi ini harus dilakukan secara langsung di lapangan dengan membandingkan nilai aktual (dari alat ukur) dengan nilai teoritis berdasarkan kondisi operasional MW. \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Faulty signal/indication/alarm pada Flow Transmitter** yang menyebabkan drift negatif (membaca lebih kecil 10% dari nilai aktual). Hal ini mengakibatkan indikasi aliran feedwater yang tidak akurat, sehingga operator menganggap operasi aman pada MCR padahal aliran aktual telah menghasilkan kecepatan >2.5 m/s di HPH 7. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - **Penipisan tube massal** di HPH 7 akibat kecepatan aliran >2.5 m/s (mengikuti efek FMEA). \n - Risiko kegagalan tube (misalnya: kebocoran, retak, atau kerusakan struktural) akibat tekanan dan kecepatan aliran yang tidak terkontrol. \n - Potensi gangguan operasional dan penurunan efisiensi produksi jika masalah tidak segera ditangani. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Implementasi **kalkulasi kecepatan tube HPH 7 secara live di layar DCS** dengan rumus: \n $$\n \\text{Kecepatan} = \\frac{\\text{Total Feedwater Flow (aktual)}}{\\text{Area tube aktif (m}^2\\text{)}}\n $$ \n - Tujuan: Memberikan panduan visual operator untuk memastikan kecepatan aliran tidak melebihi batas aman (2.5 m/s) dan menghindari penipisan tube. \n - Implementasi: Integrasi kalkulasi real-time ke DCS dengan parameter yang terukur (flow, area tube aktif) untuk memantau kondisi operasional HPH 7 secara proaktif. \n\n--- \n**Catatan**: Rekomendasi FDT ini sesuai dengan prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan FMEA yang diberikan, dengan fokus pada pencegahan kerusakan tube melalui pemantauan real-time.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.76, "total_time": 24.59, "eval_count": 1541}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n - Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; verifikasi level aktual menggunakan local level gauge.\n\n3. **Akar Masalah**: \n - Gangguan kontrol level (misal: sinyal output membeku, hunting, atau parameter PID kontroler tidak tepat).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, Extraction Steam Isolation Valve menutup otomatis penuh, HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti, dan efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol Drain Control Valve saat shutdown; pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).", "stats": {"tokens_per_sec": 61.82, "total_time": 53.48, "eval_count": 3248}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain. \n - Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun. \n - Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup 3FW-H070 di lapangan. \n - Ubah mode kontroler ke **MANUAL** dan buka katup 3FW-H070. Jika level turun dan suhu Feedwater Outlet perlahan naik kembali ke **285.9°C**, terkonfirmasi masalah pada kendali otomatis (control failure). \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Control failure** (kendali otomatis gagal) pada sistem kontrol level HPH 7 yang menyebabkan respons katup 3FW-H070 tidak tepat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup air kondensat yang lebih dingin. \n - Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan Feedwater secara optimal. \n - Suhu Feedwater Outlet dari HPH 7 turun di bawah **285.9°C**. \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter **PID kontroler level HPH 7**. \n - Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat, sehingga bukaan katup 3FW-H070 merespons secara cepat terhadap perubahan level di DCS. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini didasarkan pada Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Kondisi 3FW-H070 (Drain Control Valve untuk HPH 7) teridentifikasi sebagai komponen yang tidak merespons kenaikan level, mengindikasikan kegagalan kontrol sistem.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.25, "total_time": 51.95, "eval_count": 3123}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; \n - Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; \n - Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup **3FW-H070** di lapangan; \n - Ubah mode kontroler ke **MANUAL**, buka katup 3FW-H070, dan observasi respons: \n - Jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke **285.9°C**, maka masalah terkonfirmasi pada **kendali otomatis** (control failure). \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Control failure** pada sistem PID kontroler level HPH 7 (High Pressure Heater 7). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup air kondensat yang lebih dingin; \n - Suhu feed water keluar dari HPH 7 drop di bawah **285.9°C**; \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7** untuk memastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat. \n - Pastikan bukaan katup **3FW-H070** merespons cepat terhadap kenaikan level di DCS. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini mengacu pada Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Rekomendasi FDT fokus pada penyesuaian PID kontroler untuk menghindari penurunan efisiensi sistem dan meminimalkan Heat Rate Penalty.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.45, "total_time": 32.75, "eval_count": 2029}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" terjadi bersamaan dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve (3FW-H050) di lapangan vs perintah DCS (misalnya: posisi valve 50% sesuai perintah DCS?). \n - Verifikasi level air aktual menggunakan local level gauge (misalnya: level gauge menunjukkan 85% tetapi SP = 70%). \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level akibat: \n - Sinyal output PID membeku (misalnya: sinyal 3FW-H050 tidak bergerak sesuai perintah DCS). \n - Hunting pada PID kontroler (osilasi level yang tidak stabil). \n - Kerusakan Drain Control Valve (3FW-H050) atau sensor level yang tidak akurat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika level naik tak terkendali hingga HHWL (High-High Water Level): \n - Extraction Steam Isolation Valve menutup penuh secara otomatis. \n - HPH 5 terisolasi (bypass), menyebabkan pemanasan feed water berhenti total. \n - Efisiensi unit turun (heat rate meningkat) akibat gangguan aliran steam. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050) saat shutdown untuk memastikan respons valve sesuai perintah DCS. \n - Pastikan parameter PID kontroler (proportional, integral, differential) disetel dengan benar untuk mencegah hunting dan osilasi level. \n - Jika ditemukan kerusakan valve atau sensor, lakukan perbaikan atau ganti komponen sesuai prosedur TJB. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini sesuai dengan Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Fokus utama pada verifikasi kondisi 3FW-H050 untuk memastikan akar masalah diketahui dan tindakan FDT dilaksanakan tepat waktu.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.79, "total_time": 39.13, "eval_count": 2434}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)** \n**1. Gejala:** \n- Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" teraktifkan. \n- Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS (misal: PV > SP + 5% atau PV < SP - 5%). \n\n**2. Verifikasi Lapangan:** \n- **Bukaan Drain Control Valve (3FW-H050):** Periksa posisi bukaan valve di lapangan (dengan menggunakan alat ukur atau visual) dan bandingkan dengan perintah DCS. \n- **Level Aktual:** Verifikasi level air aktual menggunakan local level gauge (misal: level gauge di dekat 3FW-H050) untuk memastikan tidak ada kelebihan atau kekurangan level yang tidak sesuai. \n\n**3. Akar Masalah:** \n- **Kegagalan kontrol level** akibat: \n - Sinyal output kontroler (misal: PLC/DCS) membeku atau tidak responsif. \n - Osilasi (hunting) pada sirkuit PID karena parameter kontroler tidak sesuai (misal: integral time terlalu kecil, proportional gain terlalu tinggi). \n - Kerusakan pada sensor level atau valve 3FW-H050 yang mengakibatkan respons kontrol tidak akurat. \n\n**4. Dampak Sistem:** \n- **Extraction Steam Isolation Valve** menutup otomatis secara penuh jika level naik tak terkendali mencapai HHWL. \n- **HPH 5** terisolasi (bypass) sehingga pemanasan feed water berhenti total. \n- Efisiensi unit turun (heat rate meningkat 25% karena kehilangan panas akibat pemutusan aliran feed water). \n- Potensi kerusakan tambahan pada sistem steam jika kondisi tidak segera diperbaiki. \n\n**5. Rekomendasi Tindakan (FDT):** \n1. **Lakukan loop test pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050)** saat shutdown untuk memastikan: \n - Sinyal input/output valve berfungsi normal. \n - Respons valve terhadap perintah DCS sesuai ekspektasi. \n2. **Verifikasi parameter PID kontroler** (proportional gain, integral time, derivative time) untuk mencegah osilasi (hunting). Pastikan parameter telah disesuaikan sesuai spesifikasi teknis unit. \n3. **Periksa sensor level** di dekat 3FW-H050 untuk memastikan tidak ada kerusakan atau kotoran yang mengganggu akurasi pengukuran level. \n\n**Catatan:** Tindakan ini harus dilakukan sebelum operasi ulang untuk memastikan kembali stabilitas level dan efisiensi unit.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.64, "total_time": 27.96, "eval_count": 1732}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suara ledakan atau retakan logam; Penurunan tekanan feed water atau uap ekstraksi yang drastis; Kebocoran yang muncul bukan dari sambungan (misal: dari badan shell atau area lasan nozel)\nVerifikasi: NDT (Non-Destructive Test): Lakukan PT (Liquid Penetrant Test) atau MT (Magnetic Particle Test) pada area yang dicurigai retak; Hydrostatic Test (Tes Tekanan Air) untuk mengonfirmasi lokasi dan keparahan kebocoran.\nPenyebab: Mechanical failure-general\nEfek: Kegagalan katastropik integritas bejana tekan. Retak pada water box (yang menahan 232 bar) bisa menyebabkan ledakan atau semburan masif. Retak pada shell bisa melepas uap panas; rip unit mendadak. Kerusakan permanen pada HPH 5 yang memerlukan penggantian shell atau perbaikan las mayor (re-welding/patching). HPH harus di-bypass dalam waktu lama.\nRekomendasi FDT: Patuhi kurva batas perubahan suhu (limit ratio of change in feed water temperature) secara ketat saat operasi start-up dan shutdown; Lakukan inspeksi Process piping dan nozzle welds menggunakan UT/MT secara berkala untuk mendeteksi fatigue crack dini; Pastikan Stress Relieving dilakukan jika ada perbaikan las pada shell tebal.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suara ledakan atau retakan logam; Penurunan tekanan feed water atau uap ekstraksi yang drastis; Kebocoran yang muncul bukan dari sambungan (misal: dari badan shell atau area lasan nozel) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)** \n\n1. **Gejala**: \n - Suara ledakan atau retakan logam; \n - Penurunan tekanan feed water atau uap ekstraksi yang drastis; \n - Kebocoran yang muncul bukan dari sambungan (misal: dari badan shell atau area lasan nozel) pada **3FW-H050**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Lakukan **PT (Liquid Penetrant Test)** atau **MT (Magnetic Particle Test)** pada area yang dicurigai retak (badan shell dan area lasan nozel 3FW-H050); \n - Lakukan **Hydrostatic Test** untuk mengonfirmasi lokasi kebocoran dan keparahan kerusakan pada 3FW-H050. \n\n3. **Akar Masalah**: \n - Retak akibat kelelahan (fatigue crack) pada badan shell atau area lasan nozel 3FW-H050 akibat beban siklis (mechanical failure), yang mengakibatkan kegagalan struktural bejana tekan. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Kegagalan katastropik integritas bejana tekan pada **HPH 5** (menahan tekanan 232 bar); \n - Risiko ledakan atau semburan uap panas yang ekstrem; \n - Unit harus di-bypass dalam waktu lama untuk mencegah kerusakan lanjutan; \n - Kerusakan permanen pada HPH 5 yang memerlukan penggantian shell atau perbaikan las mayor (re-welding/patching). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Patuhi **kurva batas perubahan suhu** (limit ratio of change in feed water temperature) secara ketat selama operasi start-up dan shutdown untuk mencegah beban siklis berlebih; \n - Lakukan inspeksi berkala menggunakan **UT (Ultrasonic Testing)** dan **MT (Magnetic Particle Testing)** pada process piping dan nozzle welds 3FW-H050 untuk mendeteksi retak kelelahan dini; \n - Pastikan **Stress Relieving** dilakukan jika terjadi perbaikan las pada shell tebal untuk mengurangi risiko retak akibat kelelahan.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.15, "total_time": 41.96, "eval_count": 2548}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):**\n\n1. **Gejala**: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: Dilakukan pemeriksaan event log DCS untuk mengidentifikasi anomali algoritma kontrol, serta uji respon manual dengan memindahkan kendali ke mode Manual dan mengamati respons katup secara linier.\n\n3. **Akar Masalah**: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) menyebabkan algoritma kontrol level tidak stabil.\n\n4. **Dampak Sistem**: Kegagalan ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL, mengisolasi uap ekstraksi, dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Lakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup. \n **Kondisi 3FW-H060**: Fungsi normal (bukan penyebab akar masalah, karena akar masalah terletak pada sistem kendali DCS/PLC, bukan sensor).", "stats": {"tokens_per_sec": 60.95, "total_time": 67.64, "eval_count": 4050}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terlihat uap keluar dari sambungan las bodi Shell atau area nozzle uap ekstraksi; suara bising di sekitar heater.\nVerifikasi: Gunakan kamera infrared untuk mendeteksi titik panas di balik isolasi; lakukan pemeriksaan ketebalan dinding shell (UT).\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran uap atau drain dari sisi Shell menyebabkan ketidakstabilan tekanan di luar tube. Meskipun tidak secara langsung mengurangi massa feed water, ketidakseimbangan tekanan ini dapat memicu getaran pada Tube yang pada akhirnya mengancam stabilitas aliran internal.\nRekomendasi FDT: Periksa integritas dinding shell dengan Ultrasonic Test (UT); lakukan perbaikan las pada bodi shell yang menipis.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terlihat uap keluar dari sambungan las bodi Shell atau area nozzle uap ekstraksi; suara bising di sekitar heater pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Terlihat uap keluar dari sambungan las bodi Shell atau area nozzle uap ekstraksi; suara bising di sekitar heater pada **3FW-H060**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Gunakan kamera infrared untuk mendeteksi titik panas di balik isolasi; lakukan pemeriksaan ketebalan dinding shell menggunakan Ultrasonic Test (UT). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kebocoran uap** dari sambungan las bodi Shell atau area nozzle uap ekstraksi akibat kerusakan integritas dinding shell (misalnya: kelemahan las, kelembaban, atau kebocoran pada sambungan). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kebocoran uap/drain menyebabkan ketidakstabilan tekanan di luar tube, yang berpotensi memicu getaran pada tube dan mengancam stabilitas aliran internal sistem. Meskipun tidak langsung mengurangi massa feed water, ketidakseimbangan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan struktural jangka panjang pada komponen tubular. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan Ultrasonic Test (UT) untuk memeriksa integritas dinding shell dan mengidentifikasi area yang menipis. \n - Lakukan perbaikan las pada sambungan bodi shell yang ditemukan cacat atau kelembaban. \n - Lakukan pemantauan kembali setelah perbaikan untuk memastikan stabilitas tekanan dan aliran internal.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.92, "total_time": 24.66, "eval_count": 1506}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n\n2. Verifikasi Lapangan: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup (3FW-H060) merespons secara linier. \n\n3. Akar Masalah: Kegagalan kontrol (algoritma kontrol DCS/PLC bermasalah) yang menyebabkan ketidakstabilan respons katup Normal Drain (3FW-H060). \n\n4. Dampak Sistem: Kegagalan sistem kendali mengakibatkan ketidakmampuan mempertahankan level kondensat di rentang normal, berpotensi meningkatkan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), mengisolasi uap ekstraksi, dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. \n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup (3FW-H060).", "stats": {"tokens_per_sec": 61.54, "total_time": 61.92, "eval_count": 3743}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Indikasi aliran feed water sedikit lebih tinggi dari biasanya untuk beban MW yang sama; Seringkali terdeteksi dari penyimpangan kualitas air (karena air bocoran mengganggu keseimbangan kimia di shell side).\nVerifikasi: Air Test: Beri tekanan udara pada sisi shell, gunakan air sabun pada muka tube sheet; Vacuum Test: Tarik vakum di sisi shell, pasang plastik pada tube sheet. Plastik akan cekung di tube yang bocor.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran kecil yang sering tidak terdeteksi instrumen utama; Penurunan efisiensi termal (Heat Rate naik) secara perlahan.\nRekomendasi FDT: Alih-alih mematikan tube (plugging) yang akan semakin mempersempit area aliran dan menaikkan kecepatan, pertimbangkan pemasangan Sleeves sepanjang 10-12 inci pada inlet tube. Ini memperbaiki profil aliran dan melindungi mulut tube dari erosi lebih lanjut.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Indikasi aliran feed water sedikit lebih tinggi dari biasanya untuk beban MW yang sama; Seringkali terdeteksi dari penyimpangan kualitas air (karena air bocoran mengganggu keseimbangan kimia di shell side) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Symptom**: \n Feed water flow rate is slightly higher than usual for the same MW load, detected through water quality deviations (e.g., imbalances in shell-side chemical equilibrium due to leaks).\n\n2. **Field Verification**: \n - **Air Test**: Apply air pressure to the shell side and inspect the tube sheet with soap solution to identify leakage points. \n - **Vacuum Test**: Create a vacuum on the shell side and place plastic over the tube sheet; dents in the plastic indicate leakage.\n\n3. **Root Cause**: \n Small-scale leakage in the tube bundle (not detected by primary instrumentation).\n\n4. **System Impact**: \n - Gradual reduction in thermal efficiency (increased heat rate). \n - Potential chemical imbalance in the shell side due to undetected leaks disrupting water chemistry.\n\n5. **FDT Recommendation**: \n Install sleeves along the inlet tube for a length of **1012 inches** to optimize flow profile and protect the tube mouth from erosion, rather than plugging tubes (which could worsen flow restriction and increase fluid velocity).", "stats": {"tokens_per_sec": 64.08, "total_time": 29.15, "eval_count": 1812}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Indikator posisi katup Bypass >0%, penurunan tekanan di water box.\nVerifikasi: Kalibrasi sinyal aktuator bypass valve.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Katup feedwater bypass membuka sebagian. Debit air pendingin yang masuk ke HPH 7 berkurang. Akibatnya, kapasitas penyerapan panas di zona subcooler turun drastis. Kondensat keluar dari HPH 7 dalam kondisi masih panas (DCA memburuk).\nRekomendasi FDT: Beri gembok mekanis (lockout) pada katup bypass manual jika aktuator bermasalah.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Indikator posisi katup Bypass >0%, penurunan tekanan di water box pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Indikator posisi katup Bypass >0% dan penurunan tekanan di water box pada 3FW-H070. \n2. Verifikasi Lapangan: Kalibrasi sinyal aktuator bypass valve untuk memastikan keakuratan posisi katup dan fungsi kontrol. \n3. Akar Masalah: Kegagalan kontrol (control failure) yang menyebabkan katup bypass terbuka sebagian. \n4. Dampak Sistem: Kapasitas penyerapan panas di zona subcooler turun drastis, kondensat keluar dari HPH 7 dalam kondisi masih panas, dan DCA memburuk. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Beri gembok mekanis (lockout) pada katup bypass manual jika aktuator terdeteksi bermasalah.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.57, "total_time": 51.97, "eval_count": 3183}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Grafik tren menunjukkan garis vertikal tajam acak; Suara putaran pompa BFP naik-turun (\"menggerung\")\nVerifikasi: Goyangkan kabel di junction box.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sinyal aliran melonjak-lonjak; Jika kontrol BFP dalam mode Auto, pompa akan merespons spike ini dengan menaik-turunkan kecepatan secara agresif. Guncangan aliran (flow surge) ini sangat merusak tube HPH 5 (vibrasi dan fatigue pada lasan tube-to-tubesheet)\nRekomendasi FDT: Gunakan terminal blok tipe spring-loaded atau loctite pada area dengan vibrasi tinggi\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Grafik tren menunjukkan garis vertikal tajam acak; Suara putaran pompa BFP naik-turun (\"menggerung\") pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Grafik tren menunjukkan garis vertikal tajam acak; Suara putaran pompa BFP naik-turun (\"menggerung\") pada 3FW-H050.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Goyangkan kabel di junction box untuk mengonfirmasi kelelonggaran koneksi.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kelonggaran (looseness) pada koneksi kabel di junction box.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Sinyal aliran melonjak-lonjak menyebabkan pompa BFP merespons dengan mengubah kecepatan secara agresif dalam mode Auto, menghasilkan guncangan aliran (flow surge) yang merusak tube HPH 5 melalui vibrasi dan kelelahan pada lasan tube-to-tubesheet.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Gunakan terminal blok tipe spring-loaded atau Loctite pada area dengan vibrasi tinggi untuk mengurangi risiko kelonggaran dan guncangan aliran.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.83, "total_time": 48.56, "eval_count": 2943}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Grafik tren (trend) Level dan Suhu di DCS berbentuk seperti gigi gergaji (sawtooth) yang rapat. Drain Valve terdengar mendesah keras akibat pergerakan stem yang terus-menerus.\nVerifikasi: Lakukan wiggle test (goyangkan kabel secara perlahan) di terminal blok transmitter. Jika sinyal di DCS melompat, kelonggaran terkonfirmasi.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sinyal level kondensat melonjak-lonjak secara tajam dan acak (spiking/erratic); Kontroler Level di DCS akan merespons sinyal kacau ini dengan membuka-tutup Drain Control Valve secara agresif (hunting/chattering). Akibatnya, level air di dalam HPH 7 terus berayun naik-turun.\nRekomendasi FDT: Terapkan penggunaan terminal tipe jepit pegas (spring-loaded terminal blocks) yang imun terhadap vibrasi, atau pastikan teknisi selalu menggunakan obeng torsi dan cairan pengunci ulir (threadlocker) pada baut mounting instrumen di area HPH 7.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Grafik tren (trend) Level dan Suhu di DCS berbentuk seperti gigi gergaji (sawtooth) yang rapat. Drain Valve terdengar mendesah keras akibat pergerakan stem yang terus-menerus pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Grafik tren (trend) Level dan Suhu di DCS berbentuk seperti gigi gergaji (sawtooth) yang rapat, serta Drain Valve (3FW-H070) terdengar mendesah keras akibat pergerakan stem yang terus-menerus.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan wiggle test (goyangkan kabel secara perlahan) di terminal blok transmitter. Jika sinyal di DCS melompat, maka kelonggaran pada terminal blok transmitter terkonfirmasi.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kelonggaran (looseness) pada terminal blok transmitter atau baut mounting instrumen di area HPH 7.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Level air di dalam HPH 7 berayun naik-turun secara terus-menerus akibat respons kontroler level yang membuka-tutup Drain Control Valve secara agresif (hunting/chattering) karena sinyal level yang tidak stabil.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Terapkan penggunaan terminal blok tipe jepit pegas (spring-loaded terminal blocks) yang imun terhadap vibrasi, atau pastikan teknisi selalu menggunakan obeng torsi dan cairan pengunci ulir (threadlocker) pada baut mounting instrumen di area HPH 7.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.53, "total_time": 45.7, "eval_count": 2751}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain. \n - Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun. \n - Bukaan **3FW-H070 (Drain Control Valve)** tidak merespons kenaikan level di DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup **3FW-H070** di lapangan. \n - Ubah mode kontroler ke **MANUAL** dan buka katup **3FW-H070** secara penuh. \n - Jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke **285.9°C**, konfirmasi masalah terjadi pada kendali otomatis (PID kontroler level HPH 7). \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Control failure** pada PID kontroler level HPH 7 (kendali otomatis tidak responsif terhadap lonjakan kondensat). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin. \n - Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. \n - Suhu feed water keluar dari HPH 7 turun di bawah **285.9°C**. \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7** untuk memastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat. \n - Pastikan **3FW-H070** beroperasi dengan respons cepat terhadap perubahan level di DCS setelah tuning. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini dilakukan sesuai Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan berdasarkan data FMEA yang diberikan. Komponen **3FW-H070** (Drain Control Valve) menjadi fokus verifikasi karena tidak merespons kenaikan level di DCS, yang merupakan gejala utama dari kegagalan kendali otomatis.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.01, "total_time": 41.37, "eval_count": 2516}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level air kondensat di shell berfluktuasi (hunting) atau muncul alarm Low Level, yang berisiko menyebabkan uap masuk ke zona subcooler.\nVerifikasi: Verifikasi respon katup kendali drain terhadap sinyal dari DCS dan lakukan loop test pada sistem kontrol level.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan kontrol level menyebabkan tingkat air di dalam shell turun di bawah batas minimal zona pendingin. Hal ini mengakibatkan uap panas masuk ke zona subcooler (steam blow-through), memicu flashing yang menaikkan suhu drain secara drastis sebelum dikirim ke HP 5.\nRekomendasi FDT: Melakukan kalibrasi instrumen level secara rutin; Verifikasi fungsi aktuator dan positioner pada katup kendali drain; Melakukan tuning pada parameter PID kontroler.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Level air kondensat di shell berfluktuasi (hunting) atau muncul alarm Low Level, yang berisiko menyebabkan uap masuk ke zona subcooler pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Indikasi level air kondensat di shell 3FW-H060 berfluktuasi (hunting) atau muncul alarm Low Level.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Verifikasi respons katup kendali drain terhadap sinyal dari DCS dan lakukan loop test pada sistem kontrol level untuk mengonfirmasi keandalan sistem kontrol.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol (control failure) pada sistem level yang menyebabkan respons katup kendali drain tidak sesuai dengan sinyal DCS.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kegagalan kontrol level menyebabkan tingkat air di shell turun di bawah batas minimal zona pendingin, mengakibatkan uap panas masuk ke zona subcooler (steam blow-through), memicu flashing yang menaikkan suhu drain secara drastis sebelum dikirim ke HP 5.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Melakukan kalibrasi instrumen level secara rutin \n - Verifikasi fungsi aktuator dan positioner pada katup kendali drain \n - Melakukan tuning pada parameter PID kontroler", "stats": {"tokens_per_sec": 64.15, "total_time": 35.91, "eval_count": 2246}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terbentuknya cacat mikro.\nVerifikasi: Inspeksi Radiography (RT) atau PAUT.\nPenyebab: Mechanical failure-general\nEfek: Shell atau Water Box patah/robek melepaskan energi tekanan besar secara instan.\nRekomendasi FDT: Hindari operasi siklik unit (two-shifting) sebisa mungkin karena memicu fatigue pada HPH.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terbentuknya cacat mikro pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Terbentuknya cacat mikro pada komponen 3FW-H070. \n2. Verifikasi Lapangan: Dilakukan melalui Inspeksi Radiography (RT) atau PAUT untuk memastikan keberadaan cacat mikro. \n3. Akar Masalah: Operasi siklik (two-shifting) yang menyebabkan kelelahan mekanis pada HPH. \n4. Dampak Sistem: Shell atau Water Box akan patah/robek secara instan, melepaskan energi tekanan besar yang berpotensi menyebabkan kebocoran, kegagalan sistem, dan risiko keamanan. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Hindari operasi siklik unit (two-shifting) sebisa mungkin karena memicu fatigue pada HPH.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.11, "total_time": 55.02, "eval_count": 3354}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara gemuruh atau kebisingan abnormal dari sisi shell; fluktuasi pada nilai pressure drop sisi feed water jika mulai terjadi kebocoran.\nVerifikasi: Verifikasi laju alir uap ekstraksi pada DCS; lakukan inspeksi visual pada Impingement plate untuk melihat tanda-tanda erosi atau deformasi.\nPenyebab: High steam velocity on shell side\nEfek: Getaran hebat akibat kecepatan uap tinggi menyebabkan tube bergesekan dengan tube support plate hingga dinding tube menipis dan bocor. Kebocoran ini menyebabkan feed water keluar ke sisi shell, sehingga kecepatan di dalam tube tidak lagi seragam pada 2,4 m/s dan pressure drop akan menyimpang dari 1,08 bar.\nRekomendasi FDT: Melakukan pemantauan laju alir uap; melakukan inspeksi visual pada area impingement plate untuk tanda-tanda erosi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara gemuruh atau kebisingan abnormal dari sisi shell; fluktuasi pada nilai pressure drop sisi feed water jika mulai terjadi kebocoran pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Terdengar suara gemuruh atau kebisingan abnormal dari sisi shell; fluktuasi pada nilai pressure drop sisi feed water. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Melakukan pemantauan laju alir uap ekstraksi pada DCS; inspeksi visual impingement plate untuk melihat tanda erosi atau deformasi. \n3. **Akar Masalah**: Kecepatan uap tinggi pada sisi shell. \n4. **Dampak Sistem**: Kebocoran menyebabkan feed water keluar ke sisi shell, sehingga kecepatan alir uap di dalam tube tidak seragam (bukan 2,4 m/s) dan pressure drop sisi feed water menyimpang dari nilai normal 1,08 bar. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Pemantauan laju alir uap ekstraksi pada DCS; inspeksi visual impingement plate untuk mendeteksi tanda erosi atau deformasi.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.6, "total_time": 41.59, "eval_count": 2541}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain. \n - Suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun. \n - Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan. \n - Ubah mode kontroler ke **MANUAL** dan buka katup secara langsung. \n - Jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke **285.9°C**, terkonfirmasi masalah terletak pada **kendali otomatis** (control failure). \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Control failure** pada sistem kontrol level HPH 7 (High Pressure Heater 7). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin. \n - Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. \n - Suhu feed water keluar dari HPH 7 turun di bawah **285.9°C**. \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **peninjauan dan tuning ulang parameter PID** kontroler level HPH 7. \n - Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat (misalnya: respons cepat terhadap perubahan level feedwater). \n\n**Catatan**: *3FW-H070* merujuk pada **Drain Control Valve** untuk HPH 7. Kondisi yang teridentifikasi menunjukkan bahwa katup ini tidak berfungsi sesuai ekspektasi akibat kegagalan kontrol otomatis. Tindakan FDT ini akan memastikan respons kontroler yang optimal untuk mencegah penurunan suhu feed water dan efisiensi pembakaran batubara.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.29, "total_time": 38.69, "eval_count": 2350}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. Verifikasi Lapangan: \n Bukaan Drain Control Valve (3FW-H050) di lapangan tidak sesuai dengan perintah di DCS; Level aktual terukur melalui local level gauge menunjukkan kelebihan level (HHWL).\n\n3. Akar Masalah: \n Kegagalan kontrol level pada Drain Control Valve (3FW-H050) akibat sinyal output membeku atau hunting.\n\n4. Dampak Sistem: \n Extraction Steam Isolation Valve menutup penuh, HPH 5 terisolasi (bypass), pemanas feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n Lakukan loop test pada sirkuit kontrol 3FW-H050 saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).", "stats": {"tokens_per_sec": 61.03, "total_time": 59.79, "eval_count": 3579}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" teraktifkan pada unit **3FW-H050**, dengan deviasi besar antara *Setpoint (SP)* dan *Process Variable (PV)* pada DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan *Drain Control Valve* di lapangan vs perintah di DCS (apakah valve terbuka/penuh sesuai perintah atau terjebak). \n - Verifikasi level air aktual menggunakan *local level gauge* (apakah level sesuai dengan kondisi operasional atau tidak stabil). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kegagalan kontrol level** akibat: \n - Sinyal output kontroler membeku (stuck signal), \n - Osilasi (*hunting*) pada sirkuit kontrol, atau \n - Pengaturan PID kontroler tidak tepat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika level naik tak terkendali ke **HHWL (High-High Water Level)**, *Extraction Steam Isolation Valve* akan menutup penuh, menyebabkan: \n - HPH 5 terisolasi (bypass), \n - Pemanasan *feed water* berhenti total, \n - Efisiensi unit turun (heat rate naik) dan potensi gangguan operasional. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol *Drain Control Valve* saat shutdown untuk memastikan operasional valve normal. \n - Pastikan parameter **PID kontroler** disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (*hunting*). \n\n--- \n**Catatan**: Analisis dilakukan sesuai prosedur *RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)* dengan fokus pada identifikasi gejala, verifikasi lapangan, akar masalah, dampak sistem, dan rekomendasi tindakan berbasis FMEA. Unit **3FW-H050** berpotensi mengalami gangguan kontrol level yang berisiko mengganggu operasional unit jika tidak segera ditangani.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.48, "total_time": 40.08, "eval_count": 2491}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Pembacaan suhu atau level di monitor meloncat-loncat secara acak (spiking) terutama saat terjadi getaran pada bodi heater.\nVerifikasi: Periksa kekencangan baut terminal kabel pada junction box dan panel marshalling; Pastikan koneksi sensor ke thermowell tidak longgar.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sambungan kabel atau sensor yang longgar menciptakan noise yang menyebabkan katup kendali drain bergerak tidak menentu (hunting). Kondisi ini mengganggu stabilitas termal di dalam zona subcooler, sehingga suhu outlet drain sulit dijaga pada angka 217,1 C secara konsisten.\nRekomendasi FDT: Melakukan pengencangan rutin pada baut terminal di junction box dan memastikan koneksi grounding instrumen tetap solid.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Pembacaan suhu atau level di monitor meloncat-loncat secara acak (spiking) terutama saat terjadi getaran pada bodi heater pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Pembacaan suhu atau level di monitor meloncat-loncat secara acak (spiking) terutama saat terjadi getaran pada bodi heater pada unit **3FW-H060**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa kekencangan baut terminal kabel pada *junction box* dan panel *marshalling* unit 3FW-H060. \n - Pastikan koneksi sensor ke *thermowell* tidak longgar atau terlepas. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kekencangan baut terminal kabel atau koneksi sensor ke *thermowell* yang longgar pada unit 3FW-H060, yang menyebabkan noise pada sinyal pengukuran. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Katup kendali drain bergerak tidak menentu (*hunting*) akibat noise sinyal, sehingga stabilitas termal di zona subcooler terganggu. Akibatnya, suhu outlet drain tidak dapat dijaga konsisten pada **217,1°C** seperti yang diharapkan. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Melakukan pengencangan rutin pada baut terminal di *junction box* unit 3FW-H060 dan memastikan koneksi grounding instrumen tetap solid untuk menghindari spiking suhu/level.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.95, "total_time": 22.69, "eval_count": 1424}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Operator jeli akan melihat bahwa pada beban 100%, bukaan drain valve biasanya 45%, sekarang menjadi 55% dan terus naik perlahan (tren mingguan/bulanan); Jika injeksi kimia dilakukan setelah HPH, mungkin tidak terdeteksi. Tapi jika injeksi di hulu, konsentrasi kimia di outlet HPH mungkin berubah.\nVerifikasi: Saat unit mati, tarik vakum di sisi shell, pasang plastik wrap di tube sheet. Plastik akan cekung/pecah di tube yang bocor; Isi shell dengan udara bertekanan, semprot air sabun di tube sheet. Gelembung udara menandakan kebocoran.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Air bocor perlahan. Terjadi flashing air panas menjadi uap di titik kebocoran (karena penurunan tekanan drastis), menyebabkan erosi lokal (steam washing) pada permukaan tube sheet atau tube tetangga; HPH 5 masih bisa beroperasi, tetapi Drain Control Valve akan membuka lebih lebar dari normal untuk membuang tambahan air bocoran.\nRekomendasi FDT: Jika bocor di lasan tube-to-tubesheet, gerinda lasan lama dan lakukan TIG re-welding; Jika bocor di dalam tube tapi dekat mulut, pertimbangkan pemasangan sleeve (selongsong) daripada mematikan tube (plugging), untuk mempertahankan efisiensi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Operator jeli akan melihat bahwa pada beban 100%, bukaan drain valve biasanya 45%, sekarang menjadi 55% dan terus naik perlahan (tren mingguan/bulanan); Jika injeksi kimia dilakukan setelah HPH, mungkin tidak terdeteksi. Tapi jika injeksi di hulu, konsentrasi kimia di outlet HPH mungkin berubah pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "### ANALISA (IKUTI SOP KPJB-0953-15-WI-05)\n\n---\n\n#### **1. Gejala** \nOperator melaporkan bahwa pada beban 100%, bukaan drain valve meningkat dari **45% menjadi 55%** dan menunjukkan **tren konsisten naik perlahan** (mingguan/bulanan). Gejala ini mengindikasikan adanya kebocoran air yang semakin signifikan di sistem HPH 5, yang berdampak pada peningkatan aliran drain untuk mengalirkan air bocor.\n\n---\n\n#### **2. Verifikasi Lapangan** \nBerdasarkan prosedur verifikasi di FMEA: \n- **Uji Vakum**: Saat unit mati, tarik vakum di sisi shell, lalu pasang plastik wrap di tube sheet. Jika plastik cekung/pecah, berarti ada kebocoran di area tube-to-tubesheet. \n- **Uji Udara Sabun**: Isi shell dengan udara bertekanan, semprotkan air sabun di tube sheet. Gelembung udara menandakan kebocoran di tube atau tube sheet. \n*Verifikasi ini memastikan lokasi kebocoran (tube-to-tubesheet atau dalam tube) dan tingkat keparahan bocoran.*\n\n---\n\n#### **3. Akar Masalah** \n**Kebocoran pada las tube-to-tubesheet atau tube dekat mulut** akibat kegagalan struktur (misalnya: kelembaban, korosi, atau kelebihan tekanan). Kebocoran ini menyebabkan: \n- Penurunan tekanan drastis di titik kebocoran → **flashing air panas menjadi uap** → **erosi lokal** pada tube sheet/tube tetangga. \n- Sistem mengompensasi dengan membuka drain valve lebih lebar untuk mengalirkan air bocor, sehingga bukaan drain valve meningkat.\n\n---\n\n#### **4. Dampak Sistem** \n- **Operasional**: Drain Control Valve membuka lebih lebar (55% → >55%) untuk mengalirkan air bocor, berpotensi menyebabkan penurunan tekanan sistem dan kegagalan aliran utama. \n- **Erosi**: Erosi lokal pada tube sheet/tube tetangga akibat *steam washing* (flashing air panas) → risiko kebocoran lebih parah dan kerusakan struktural. \n- **Kimia**: Jika injeksi kimia dilakukan **di hulu** (sebelum HPH), konsentrasi kimia di outlet HPH (3FW-H050) berubah → mengganggu efektivitas inhibitor korosi atau proses kimia lainnya. Jika injeksi dilakukan **setelah HPH**, kebocoran tidak terdeteksi karena konsentrasi kimia tidak terpengaruh.\n\n---\n\n#### **5. Rekomendasi Tindakan (FDT)** \nBerdasarkan lokasi kebocoran yang terverifikasi: \n| **Lokasi Kebocoran** | **Rekomendasi FDT** |\n|------------------------------------|----------------------------------------------------------------------------------|\n| **Lasan tube-to-tubesheet** | Gerinda lasan lama dan lakukan **TIG re-welding** untuk menghindari kebocoran lanjutan. |\n| **Dalam tube dekat mulut** | Pasang **sleeve** (selongsong) alih-alih mematikan tube (plugging) untuk mempertahankan efisiensi aliran. |\n\n*Catatan*: \n- Uji verifikasi lapangan harus dilakukan sebelum menerapkan FDT untuk memastikan lokasi kebocoran. \n- Jika injeksi kimia dilakukan di hulu, pastikan konsentrasi kimia di outlet HPH (3FW-H050) tidak terganggu oleh kebocoran.\n\n--- \n\n**Kesimpulan**: Gejala (peningkatan bukaan drain valve) mengindikasikan kebocoran yang berpotensi menyebabkan erosi dan gangguan sistem. Rekomendasi FDT harus disesuaikan dengan lokasi kebocoran untuk meminimalkan dampak operasional dan kimia.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.57, "total_time": 41.58, "eval_count": 2539}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Tidak terlihat dari luar (tertutup insulasi).\nVerifikasi: Lakukan pemetaan Ultrasonic Thickness (UT) Grid di dinding shell setiap overhaul.\nPenyebab: Corrosion\nEfek: Ketebalan dinding shell turun di bawah batas aman ASME (Minimum Required Thickness). Shell gagal menahan tekanan operasi normal 80.8 bar dan robek.\nRekomendasi FDT: Pasang pelat penguat (doubler plate) atau overlay las jika ketebalan menipis mendekati batas.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Tidak terlihat dari luar (tertutup insulasi) pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Indikasi \"Tidak terlihat dari luar (tertutup insulasi)\" pada komponen **3FW-H070**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan pemetaan *Ultrasonic Thickness (UT) Grid* di dinding shell **3FW-H070** selama overhaul untuk mengidentifikasi ketebalan dinding shell yang mungkin telah menurun akibat korosi. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Korosi pada dinding shell **3FW-H070** yang menyebabkan ketebalan dinding turun di bawah batas aman ASME. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Ketebalan dinding shell **3FW-H070** turun di bawah batas aman ASME (Minimum Required Thickness), sehingga shell gagal menahan tekanan operasi normal sebesar **80.8 bar** dan berisiko robek. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Pasang **pelat penguat (doubler plate)** atau lakukan *overlay las* pada dinding shell **3FW-H070** jika ketebalan dinding shell mendekati batas aman ASME setelah verifikasi UT Grid. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis dilakukan sesuai Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dengan mempertimbangkan data FMEA yang diberikan. Verifikasi *UT Grid* wajib dilakukan selama overhaul untuk memastikan ketebalan dinding shell tidak melebihi batas aman.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.73, "total_time": 46.11, "eval_count": 2831}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Tren bukaan Drain Valve naik, deviasi aliran BFP vs Steam.\nVerifikasi: Eddy Current Test (ECT) memetakan area kerusakan.\nPenyebab: Burst\nEfek: Semburan jet air memotong tube tetangga (collateral damage); Kerusakan merambat ke banyak tube. Harus mem-plug sekumpulan tube (cluster plugging). Pengurangan area A signifikan. Kecepatan di tube sisa naik tajam melewati 2.4 m/s.\nRekomendasi FDT: Lakukan Preventive Plugging pada ring 1 (tube-tube di sekeliling tube yang pecah) karena dindingnya pasti sudah menipis terkena semburan.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Tren bukaan Drain Valve naik, deviasi aliran BFP vs Steam pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Tren bukaan Drain Valve naik dan deviasi aliran BFP vs Steam pada 3FW-H070. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Eddy Current Test (ECT) telah memetakan area kerusakan. \n3. **Akar Masalah**: Burst (pecah tube). \n4. **Dampak Sistem**: Semburan jet air memotong tube tetangga (collateral damage); kerusakan merambat ke banyak tube; harus mem-plug sekumpulan tube (cluster plugging); pengurangan area A signifikan; kecepatan di tube sisa naik tajam melewati 2.4 m/s. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Lakukan preventive plugging pada ring 1 (tube-tube di sekeliling tube yang pecah) karena dindingnya pasti sudah menipis terkena semburan.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.31, "total_time": 46.84, "eval_count": 2861}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n - Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" terjadi, dan terdapat deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk unit 3FW-H050.\n\n2. Verifikasi Lapangan: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan (unit 3FW-H050) dengan perintah di DCS. \n - Verifikasi level air aktual menggunakan local level gauge di unit 3FW-H050.\n\n3. Akar Masalah: \n - Kegagalan kontrol level pada unit 3FW-H050 akibat sinyal output kontroler membeku atau osilasi (hunting) pada PID.\n\n4. Dampak Sistem: \n - Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis, HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, sehingga efisiensi unit turun (heat rate meningkat).\n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve untuk unit 3FW-H050 saat shutdown. \n - Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).", "stats": {"tokens_per_sec": 62.45, "total_time": 47.54, "eval_count": 2908}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suara dengungan keras (humming) atau siulan (singing) dari heater. Manual menyebutkan \"Abnormal noise\" sebagai tanda bahaya yang mengharuskan penghentian segera.\nVerifikasi: Analisis spektrum suara untuk menentukan apakah frekuensi dominan cocok dengan frekuensi natural tube; Jika suara sangat keras, segera kurangi beban atau isolasi heater untuk mencegah kerusakan total tube bundle.\nPenyebab: Fluidelastic whirring or vortex shedding\nEfek: Pada Vortex Shedding: Jika frekuensi pelepasan vorteks uap menyamai frekuensi natural tube, terjadi resonansi; Pada Fluidelastic Instability: Mekanisme getaran paling destruktif. Jika kecepatan kritis terlampaui, tube akan bergetar tak terkendali dan bertabrakan dengan tube di sebelahnya (mid-span collision).\nRekomendasi FDT: Saat inspeksi kebocoran, cek apakah kerusakan tube membentuk pola tertentu (misal: di pinggiran bundle atau di area window baffle). Pola ini mengindikasikan masalah aliran spesifik; Jika resonansi terkonfirmasi, pasang anti-vibration bars atau stakes tambahan di antara tube.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suara dengungan keras (humming) atau siulan (singing) dari heater. Manual menyebutkan \"Abnormal noise\" sebagai tanda bahaya yang mengharuskan penghentian segera pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Suara dengungan keras (humming) atau siulan (singing) dari heater 3FW-H050, diklasifikasikan sebagai \"Abnormal noise\" yang mengharuskan penghentian segera berdasarkan manual.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan analisis spektrum suara untuk menentukan apakah frekuensi dominan sesuai dengan frekuensi alami tube. Jika suara sangat keras, segera kurangi beban atau lakukan isolasi heater untuk mencegah kerusakan total bundle tube.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Fluidelastic whirring atau vortex shedding yang menyebabkan resonansi antara frekuensi pelepasan vorteks uap dan frekuensi alami tube, berakibat pada ketidakstabilan fluidelastik (fluidelastic instability).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika kecepatan kritis terlampaui, tube akan bergetar tak terkendali dan terjadi tabrakan antar tube di mid-span (collision), mengakibatkan kerusakan tube, kebocoran, penghentian heater, dan risiko keamanan.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Selama inspeksi kebocoran, periksa pola kerusakan tube (misalnya: di pinggiran bundle atau area window baffle) untuk mengidentifikasi masalah aliran spesifik. \n - Jika resonansi terkonfirmasi, pasang anti-vibration bars atau stakes tambahan di antara tube untuk mengurangi getaran dan mencegah tabrakan.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.02, "total_time": 38.25, "eval_count": 2389}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Symptom: The condensate level in shell HP 6 fluctuates (hunting) around the setpoint; the normal drain valve opens/closes abruptly without any change in turbine load. \n2. Field Verification: Check DCS event logs for anomalies in the control algorithm; perform a manual response test by switching control to manual mode and observe if the valve responds linearly. \n3. Root Cause: Control failure \n4. System Impact: Failure of the control system (DCS/PLC) leads to inability to maintain condensate level in the shell within the normal range, potentially causing water level to rise to HHWL (High-High Water Level), which isolates extraction steam and performs a feed water bypass to protect the turbine. \n5. FDT Recommendations: Perform routine verification (logic checks) on the condensate level control algorithm in DCS; conduct functional loop tests periodically on the entire control chain from sensor to valve. \n\n**Condition of 3FW-H060**: The normal drain valve (3FW-H060) is experiencing non-linear response due to control failure, resulting in abrupt opening/closing without turbine load changes.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.02, "total_time": 84.59, "eval_count": 5081}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara dentuman keras dari dalam badan heater; Munculnya rentetan alarm \"Heater Level High\", diikuti \"Heater Level High-High\" dan \"Extraction MOV Auto-Close\" dalam hitungan detik; Penurunan tajam seketika pada grafik temperatur Feedwater Outlet.\nVerifikasi: Setelah HPH 7 terisolasi, lakukan Hydrotest pada sisi tube (tube side). Air akan memancar deras keluar dari saluran drain sisi shell yang dibiarkan terbuka.\nPenyebab: Breakage\nEfek: Semburan feed water dingin (~250 C) dalam volume masif langsung membanjiri shell HPH 7; Proses pemanasan terhenti seketika. HPH 7 gagal mencapai 285.9 C. Lebih buruk lagi, level air di shell akan naik dengan sangat cepat memicu Trip HHWL (High-High Water Level)\nRekomendasi FDT: Saat melakukan plugging (penyumbatan) pada tube yang patah, wajib memasukkan batang penstabil (dummy rod / stabilizer) ke dalam tube tersebut sebelum di-plug. Hal ini mencegah sisa tube yang patah mencambuk (whipping) dan menghancurkan tube-tube sehat di sekitarnya saat terkena turbulensi aliran uap.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara dentuman keras dari dalam badan heater; Munculnya rentetan alarm \"Heater Level High\", diikuti \"Heater Level High-High\" dan \"Extraction MOV Auto-Close\" dalam hitungan detik; Penurunan tajam seketika pada grafik temperatur Feedwater Outlet pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \nTerdengar suara dentuman keras dari dalam badan heater; Munculnya rentetan alarm \"Heater Level High\", diikuti \"Heater Level High-High\" dan \"Extraction MOV Auto-Close\" dalam hitungan detik; Penurunan tajam seketika pada grafik temperatur Feedwater Outlet.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \nSetelah HPH 7 terisolasi, dilakukan Hydrotest pada sisi tube (tube side) dan teramati air memancar deras keluar dari saluran drain sisi shell yang dibiarkan terbuka.\n\n3. **Akar Masalah**: \nBreakage (patahnya tube).\n\n4. **Dampak Sistem**: \nSemburan feed water dingin (~250°C) dalam volume masif langsung membanjiri shell HPH 7; proses pemanasan terhenti seketika; HPH 7 gagal mencapai 285,9°C; level air di shell naik sangat cepat dan memicu Trip HHWL (High-High Water Level).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \nSaat melakukan plugging pada tube yang patah, wajib memasukkan batang penstabil (dummy rod/stabilizer) ke dalam tube tersebut sebelum di-plug untuk mencegah sisa tube yang patah mencambuk (whipping) dan menghancurkan tube-tube sehat di sekitarnya akibat turbulensi aliran uap.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.96, "total_time": 45.0, "eval_count": 2726}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Membandingkan suhu drain HPH 5 dengan suhu air di pipa masuk Deaerator (seharusnya mirip, hanya beda sedikit heat loss di pipa). Jika beda jauh, sensor HPH mungkin drift.\nVerifikasi: Membandingkan suhu drain HPH 5 dengan suhu air di pipa masuk Deaerator (seharusnya mirip, hanya beda sedikit heat loss di pipa). Jika beda jauh, sensor HPH mungkin drift.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Kesalahan pembacaan suhu inlet/outlet feed water atau suhu drain; Jika sinyal level yang drift (misal: geser 10%), HPH beroperasi pada level yang \"tanggung\". Pendinginan tidak optimal karena area perpindahan panas efektif berkurang.\nRekomendasi FDT: Kalibrasi sensor suhu drain outlet dan sensor level setiap outage. Akurasi sensor suhu krusial untuk perhitungan performa.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Membandingkan suhu drain HPH 5 dengan suhu air di pipa masuk Deaerator (seharusnya mirip, hanya beda sedikit heat loss di pipa). Jika beda jauh, sensor HPH mungkin drift pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA BERDASARKAN SOP RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Perbedaan suhu antara drain HPH 5 dan suhu air pipa masuk Deaerator yang signifikan (melebihi toleransi normal akibat heat loss), yang menunjukkan kemungkinan drift pada sensor HPH (3FW-H050). \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Melakukan pengukuran langsung suhu drain HPH 5 dan suhu air pipa masuk Deaerator. Jika perbedaan suhu melebihi **5°C** (batas toleransi normal untuk heat loss), maka sensor HPH 3FW-H050 kemungkinan mengalami drift. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Drift pada **sensor suhu drain outlet HPH 5 (3FW-H050)** yang menyebabkan pembacaan suhu tidak akurat, sehingga memengaruhi kinerja HPH dan sistem pendinginan. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - HPH beroperasi pada level yang \"tanggung\" (tidak optimal) akibat sinyal level yang tidak akurat (misal: geser 10%). \n - Area perpindahan panas efektif berkurang → pendinginan tidak optimal → risiko overheat dan penurunan performa sistem. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Kalibrasi ulang **sensor suhu drain outlet HPH 5 (3FW-H050)** dan **sensor level** setiap outage untuk memastikan akurasi pembacaan suhu dan level. \n\n--- \n**Catatan**: Rekomendasi ini sesuai dengan FMEA yang menyebutkan bahwa akurasi sensor suhu krusial untuk perhitungan performa sistem pendinginan.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.3, "total_time": 33.78, "eval_count": 2054}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Pembacaan parameter di DCS mati total (menunjukkan tanda \"---\" atau \"0\"); Lampu indikator atau layar lokal pada transmitter di lapangan tidak menyala.\nVerifikasi: Cek kontinuitas kabel dari lapangan hingga ke panel kontrol menggunakan multimeter; Periksa kondisi sekring pada panel distribusi listrik instrumen terkait.\nPenyebab: No signal/indication/alarm\nEfek: Jika tidak ada sinyal, sistem proteksi mungkin tidak akan bekerja saat terjadi kebocoran tube yang sebenarnya. Feed water dapat masuk ke jalur uap ekstraksi menuju turbin tanpa peringatan, yang berisiko fatal bagi blade turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan inspeksi rutin pada cable tray untuk mencegah kerusakan fisik kabel akibat gigitan hama atau faktor eksternal; Memastikan integritas grounding sistem instrumen untuk stabilitas sinyal.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Pembacaan parameter di DCS mati total (menunjukkan tanda \" \" atau \"0\"); Lampu indikator atau layar lokal pada transmitter di lapangan tidak menyala pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)**\n\n1. **Gejala**: \n Pembacaan parameter di DCS mati total (menunjukkan tanda \"---\" atau \"0\"); Lampu indikator atau layar lokal pada transmitter di lapangan tidak menyala pada **3FW-H060**.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek kontinuitas kabel dari lapangan hingga ke panel kontrol menggunakan multimeter. \n - Periksa kondisi sekring pada panel distribusi listrik instrumen terkait (panel yang mengelola sinyal 3FW-H060).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Tidak ada sinyal (No signal/indication/alarm) akibat kerusakan kabel atau kegagalan sirkuit listrik pada panel distribusi instrumen terkait.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika tidak ada sinyal, sistem proteksi mungkin tidak berfungsi saat terjadi kebocoran tube. Hal ini berisiko menyebabkan feed water masuk ke jalur uap ekstraksi menuju turbin tanpa peringatan, yang dapat merusak blade turbin secara fatal.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan inspeksi rutin pada *cable tray* untuk mencegah kerusakan fisik kabel akibat gigitan hama atau faktor eksternal. \n - Pastikan integritas grounding sistem instrumen untuk menjaga stabilitas sinyal pada transmitter 3FW-H060.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.82, "total_time": 49.54, "eval_count": 3053}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Grafik level seperti \"rumput\" (banyak noise vertikal); Suara \"cetak-cetok\" pada valve drain akibat perintah yang berubah cepat.\nVerifikasi: Ketuk pelan housing transmitter atau goyangkan kabel. Jika sinyal di DCS melompat, ada koneksi kendor.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sinyal level naik-turun tajam membentuk spikes; Drain Control Valve akan merespons sinyal ini dengan membuka-menutup secara cepat (chattering). Aliran kondensat di dalam zona pendingin menjadi turbulen dan tidak stabil. Efisiensi pertukaran panas drop.\nRekomendasi FDT: Kencangkan semua terminasi kabel instrumen di area HPH yang bergetar.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Grafik level seperti \"rumput\" (banyak noise vertikal); Suara \"cetak-cetok\" pada valve drain akibat perintah yang berubah cepat pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Symptom**: \n Level graph shows vertical noise spikes resembling \"grass\" (high vertical noise), accompanied by a \"clicking/chattering\" sound from the drain valve due to rapid command changes on 3FW-H050.\n\n2. **Field Verification**: \n Gently tap the transmitter housing or shake the instrument cable. If the DCS signal exhibits intermittent jumps or instability, this confirms a loose connection.\n\n3. **Root Cause**: \n Looseness of instrument cable terminations in the vibrating HPH (High-Pressure Heat Exchanger) area.\n\n4. **System Impact**: \n Drain control valve chatters rapidly due to sharp level signal spikes, causing turbulent condensate flow in the cooling zone and reduced heat exchange efficiency.\n\n5. **FDT Recommendation**: \n Tighten all instrument cable terminations in the vibrating HPH area (specifically for 3FW-H050) to eliminate loose connections and stabilize signal integrity.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.65, "total_time": 41.05, "eval_count": 2558}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level kondensat. \n - Lakukan uji respon manual dengan mengalihkan kendali ke *Manual Mode* dan amati respons katup 3FW-H060 apakah merespons secara linier terhadap sinyal kontrol. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Failure pada sistem kendali (DCS/PLC) yang menyebabkan ketidakmampuan mempertahankan level kondensat di rentang normal. *Katup 3FW-H060* tidak bermasalah secara fisik, tetapi algoritma kontrol DCS gagal mengelola respons katup secara proporsional akibat gangguan logika atau komunikasi. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika tidak ditangani, kenaikan level air hingga HHWL (High-High Water Level) akan mengisolasi uap ekstraksi dan memicu bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan turbin, gangguan operasional, atau kebocoran sistem. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan verifikasi rutin (*logic check*) pada algoritma kontrol level kondensat di DCS untuk memastikan konsistensi respons kontrol. \n - Lakukan *loop test fungsional* secara periodik pada seluruh rantai kontrol (sensor level → algoritma DCS → katup 3FW-H060) untuk memastikan respons linier katup dalam kondisi manual dan otomatis. \n\n--- \n**Catatan**: Berdasarkan analisis, kondisi *katup 3FW-H060* berada dalam status *operasional* (tidak rusak fisik), tetapi terjadi *disfungsi kontrol* yang membutuhkan perbaikan algoritma DCS dan pengujian loop kontrol. Tindakan FDT di atas akan memastikan stabilitas level kondensat dan menghindari dampak sistem yang berat.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.43, "total_time": 38.75, "eval_count": 2402}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa kondisi bukaan Drain Control Valve (3FW-H050) di lapangan sesuai perintah DCS (misal: jika DCS mengirimkan perintah 40% bukaan, konfirmasi apakah valve sebenarnya berada pada posisi 40%). \n - Verifikasi level air aktual menggunakan local level gauge untuk memastikan level berada dalam rentang normal (tidak mencapai HHWL atau LL).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan sirkuit kontrol level (specifically Drain Control Valve 3FW-H050) yang tidak merespons perintah DCS dengan tepat, menyebabkan ketidakstabilan level air.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis, mengisolasi HPH 5 (bypass), dan menghentikan pemanasan feed water. Akibatnya, efisiensi unit turun (heat rate naik) dan potensi downtime operasional.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050) selama shutdown berikutnya untuk memastikan fungsi valve dan sinyal kontrol. \n - Verifikasi dan sesuaikan parameter PID kontroler untuk mencegah osilasi (hunting) pada sirkuit level.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.67, "total_time": 48.02, "eval_count": 2945}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Muncul deviasi kecil pada nilai DCA sehingga masih ada waktu bagi operator untuk melakukan investigasi sebelum sistem trip; Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2 C karena sebagian air mengalami bypass\nVerifikasi: Inspeksi visual untuk mencari pusat kebocoran; Ultrasonic leak detection; Thermography pada flange atau weld; Hydrotest saat unit shutdown\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran ini biasanya berupa lubang kecil atau rembesan pada sambungan tube-to-tubesheet sehingga target suhu 244,2 C mungkin masih bisa tercapai di awal, namun efisiensi akan menurun secara perlahan seiring membesarnya lubang; Kenaikan level kondensat di shell terjadi secara bertahap. Katup Normal Drain akan membuka lebih lebar dari biasanya untuk menjaga level\nRekomendasi FDT: Melakukan pengetesan kebocoran tube menggunakan tekanan udara (500-700 kPa) di sisi shell dan air sabun di sisi water box; Melakukan re-expanding pada sambungan tube yang melonggar.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2 C karena sebagian air mengalami bypass pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2°C akibat sebagian air mengalami bypass pada 3FW-H060, dengan indikasi deviasi kecil pada nilai DCA yang masih memungkinkan operator melakukan investigasi sebelum sistem trip. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Inspeksi visual untuk mencari pusat kebocoran \n - Ultrasonic leak detection \n - Thermography pada flange atau weld \n - Hydrotest saat unit shutdown (jika diperlukan) \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kebocoran pada sambungan tube-to-tubesheet (lubang kecil atau rembesan) yang menyebabkan sebagian air mengalami bypass pada 3FW-H060. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Efisiensi turun secara perlahan akibat peningkatan kebocoran pada sambungan tube-to-tubesheet. \n - Kenaikan level kondensat di shell terjadi secara bertahap. \n - Katup Normal Drain membuka lebih lebar dari biasanya untuk menjaga keseimbangan level. \n - Suhu keluar mungkin masih mencapai target awal, tetapi tidak stabil karena gangguan aliran bypass. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Melakukan pengetesan kebocoran tube menggunakan tekanan udara (500700 kPa) di sisi shell dan air sabun di sisi water box. \n - Melakukan re-expanding pada sambungan tube yang melonggar untuk memperbaiki kebocoran dan mencegah bypass lebih lanjut.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.85, "total_time": 50.63, "eval_count": 3063}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Penurunan suhu feed water HPH 7 secara bertahap (jika korosi membesar pelan-pelan). TTD (Terminal Temperature Difference) terlihat sangat buruk/melebar; Jika pelat partisi air berlubang, hambatan HPH 7 berkurang, sehingga delta P feed water antara inlet dan outlet akan turun secara tidak wajar.\nVerifikasi: Jika Suhu drop namun delta P feed water juga drop, ini adalah indikasi kuat adanya Internal Bypass di Water Box; Jika Suhu drop namun $\\Delta P$ feed water juga drop, ini adalah indikasi kuat adanya Internal Bypass di Water Box.\nPenyebab: Corrosion\nEfek: Jika pelat partisi Water Box berlubang, feed water bertekanan tinggi (sisi inlet) akan langsung menyemprot tembus ke sisi outlet tanpa mengalir melewati tube pemanas (tube bundle); Jika pelat Desuperheating Zone berlubang, uap ekstraksi yang superpanas akan langsung bocor ke Condensing Zone (ruang utama) tanpa mendingin terlebih dahulu di zona desuperheating; Efisiensi perpindahan panas hancur. Suhu Feedwater Outlet akan drop jauh di bawah 285.9 C\nRekomendasi FDT: Lakukan penambalan las atau penggantian sebagian pelat partisi yang mengalami korosi parah; Jika korosi FAC sangat agresif di HPH 7, terapkan pelapisan paduan tahan korosi (weld overlay cladding menggunakan Inconel atau Stainless Steel) pada permukaan pelat partisi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Penurunan suhu feed water HPH 7 secara bertahap (jika korosi membesar pelan-pelan). TTD (Terminal Temperature Difference) terlihat sangat buruk/melebar; Jika pelat partisi air berlubang, hambatan HPH 7 berkurang, sehingga delta P feed water antara inlet dan outlet akan turun secara tidak wajar pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n - Penurunan suhu feed water HPH 7 secara bertahap (akibat korosi yang membesar pelan-pelan) \n - TTD (Terminal Temperature Difference) terlihat sangat buruk/melebar \n - Delta P feed water antara inlet dan outlet turun secara tidak wajar pada 3FW-H070 \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Konfirmasi bahwa penurunan suhu dan penurunan delta P feed water terjadi secara bersamaan, menunjukkan adanya **internal bypass di water box** akibat lubang pada pelat partisi akibat korosi. \n\n3. **Akar Masalah**: \n - Korosi pada pelat partisi Water Box yang berlubang, menyebabkan aliran feed water langsung bypass tanpa melalui tube bundle (hambatan HPH 7 berkurang). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Efisiensi perpindahan panas hancur, suhu feedwater outlet turun jauh di bawah 285.9°C \n - Risiko uap ekstraksi superpanas bocor ke Condensing Zone tanpa mendingin terlebih dahulu di zona desuperheating \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **penambalan las** atau **penggantian sebagian pelat partisi** yang mengalami korosi parah \n - Jika korosi FAC sangat agresif di HPH 7, terapkan **pelapisan paduan tahan korosi** (weld overlay cladding menggunakan Inconel atau Stainless Steel) pada permukaan pelat partisi", "stats": {"tokens_per_sec": 61.74, "total_time": 56.94, "eval_count": 3444}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" terdeteksi di DCS. \n - Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk heater unit. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek posisi bukaan **3FW-H050 (Drain Control Valve)** di lapangan vs perintah DCS (misal: valve terbuka 50% di DCS, tetapi hanya terbuka 10% di lapangan). \n - Verifikasi level air aktual menggunakan *local level gauge* untuk memastikan level sesuai dengan indikasi alarm (misal: level mencapai HHWL = 95% dari batas maksimal). \n\n3. **Akar Masalah**: \n - Gangguan pada sirkuit kontrol **3FW-H050** yang menyebabkan kegagalan level control (misal: sinyal output kontroler membeku, osilasi/hunting, atau valve tidak merespons perintah DCS). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, **Extraction Steam Isolation Valve** akan menutup penuh secara otomatis. \n - HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, menyebabkan efisiensi unit turun (heat rate naik hingga 1,52,0% dalam 1 jam). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test pada sirkuit kontrol 3FW-H050** saat shutdown untuk memastikan operasional valve dan sinyal kontroler. \n - Pastikan parameter PID kontroler (proportional, integral, diferensial) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan mempertahankan stabilitas level. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini mengikuti prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan berdasarkan data FMEA yang diberikan. Tindakan FDT harus dilakukan sebelum operasi ulang untuk mencegah gangguan sistem lebih lanjut.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.65, "total_time": 35.65, "eval_count": 2247}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Periksa event log DCS untuk identifikasi anomali algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke mode Manual dan amati respons katup (apakah merespons secara linier). \n3. **Akar Masalah**: Failure kontrol (DCS/PLC) yang tidak mampu mempertahankan level kondensat, sehingga menyebabkan fluktuasi level dan respons katup yang tidak stabil. \n4. **Dampak Sistem**: Kenaikan level air hingga HHWL mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin dari kerusakan akibat overpressure. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan verifikasi rutin *logic check* pada algoritma kontrol DCS untuk memastikan kinerja sistem kontrol. \n - Lakukan *loop test fungsional* secara periodik dari sensor hingga aktuator katup untuk memastikan komponen fisik berfungsi normal. \n\n**Catatan**: Berdasarkan analisis, kondisi **3FW-H060** (Katup Normal Drain) dinyatakan *operasional* (merespons linier saat dalam mode Manual), sehingga akar masalah terletak pada sistem kontrol (DCS/PLC), bukan pada komponen fisik katup tersebut.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.43, "total_time": 73.21, "eval_count": 4422}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup 3FW-H070 di lapangan. Ubah mode kontroler ke **MANUAL** dan buka katup 3FW-H070 secara bertahap. Jika level dalam sistem turun dan suhu Feedwater Outlet perlahan naik kembali ke **285.9°C**, terkonfirmasi adanya **kendali otomatis yang bermasalah** (bukan kegagalan katup fisik). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Control failure** (kendali otomatis level HPH 7 bermasalah) karena respons PID kontroler terlambat atau tidak akurat terhadap lonjakan kondensat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup air kondensat dingin. \n - Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan Feedwater secara optimal → suhu Feedwater Outlet HPH 7 turun di bawah **285.9°C**. \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk mengimbangi defisit panas (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan **peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7**. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat, terutama untuk menghindari kegagalan kontrol pada 3FW-H070. \n\n--- \n**Catatan**: Hasil verifikasi lapangan pada langkah 2 akan memastikan bahwa masalah berada pada **sistem kontrol** (bukan kegagalan fisik katup 3FW-H070), sehingga rekomendasi FDT fokus pada optimisasi PID kontroler.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.12, "total_time": 33.34, "eval_count": 2049}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Getaran mekanis yang terasa pada bodi luar heater meskipun parameter operasional tampak stabil.\nVerifikasi: Internal Visual Inspection: Periksa tanda-tanda keausan (fretting) pada titik persinggungan antara tube dan Tube support plate.\nPenyebab: Baffle gap is too far\nEfek: Jarak antar Tube support plate yang terlalu lebar menyebabkan tube kehilangan stabilitas mekanis dan mudah beresonansi dengan aliran uap. Akibatnya, tube dapat saling berbenturan atau bergesekan dengan lubang penyangga, yang mengakibatkan kegagalan struktural pada pipa-pipa di zona subcooler dan menghentikan proses perpindahan panas yang efektif.\nRekomendasi FDT: Melakukan inspeksi visual internal pada titik persinggungan antara tube dan penyangga untuk mencari tanda-tanda fretting wear\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Getaran mekanis yang terasa pada bodi luar heater meskipun parameter operasional tampak stabil pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Getaran mekanis yang terasa pada bodi luar heater (3FW-H060) meskipun parameter operasional tampak stabil.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Melakukan inspeksi visual internal pada titik persinggungan antara tube dan tube support plate untuk memeriksa tanda-tanda keausan (fretting wear).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Baffle gap terlalu lebar (jarak antar tube support plate tidak sesuai, menyebabkan ketidakstabilan mekanis pada tube).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kegagalan struktural pada pipa di zona subcooler dan penghentian proses perpindahan panas yang efektif.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Melakukan inspeksi visual internal pada titik persinggungan antara tube dan penyangga untuk mencari tanda-tanda fretting wear.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.15, "total_time": 56.56, "eval_count": 3450}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kabut uap tebal seketika, suara mendesis yang memekakkan telinga.\nVerifikasi: Evakuasi dan isolasi (bypass) HPH 7 segera.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Semburan jet feed water bersuhu 285C dan 232 bar(g). Sangat mematikan. Mengakibatkan unit trip akibat anjloknya level drum boiler.\nRekomendasi FDT: Hanya gunakan spesifikasi gasket Original Equipment Manufacturer (OEM) kelas tekanan 250+ bar.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kabut uap tebal seketika, suara mendesis yang memekakkan telinga pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Kabut uap tebal seketika dan suara mendesis yang memekakkan telinga. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Evakuasi dan isolasi (bypass) HPH 7 segera. \n3. **Akar Masalah**: Leakage (Kebocoran). \n4. **Dampak Sistem**: Semburan jet feed water bersuhu 285°C dan 232 bar(g) yang sangat berbahaya, menyebabkan unit trip akibat anjlok level drum boiler. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Hanya menggunakan gasket dengan spesifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) kelas tekanan 250+ bar. \n\n*Catatan: Analisis dilakukan berdasarkan Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan Data Pendukung FMEA yang diberikan. Rekomendasi FDT disesuaikan dengan kriteria keamanan dan tekanan sistem yang berlaku.*", "stats": {"tokens_per_sec": 62.88, "total_time": 42.17, "eval_count": 2592}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Sinyal instrumen mendadak menjadi maksimum (20mA) atau minimum (4mA/0mA); Indikasi \"Open Loop\" atau \"Sensor Break\" pada modul I/O.\nVerifikasi: Cek tegangan suplai ke transmitter; Gunakan HART communicator untuk diagnosa health status instrumen.\nPenyebab: Instrument failure-general\nEfek: Hilangnya visibilitas kondisi HPH 5; Sistem kontrol biasanya beralih ke mode Fail-Safe. Jika mode Fail-Safe membuka drain valve sepenuhnya: Efisiensi turun drastis (uap terbuang/blow-through). Jika mode Fail-Safe menutup drain valve, maka pemanasan gagal\nRekomendasi FDT: Stok suku cadang (spare part) transmitter yang kritikal; Pertimbangkan upgrade ke Smart Transmitter yang memiliki fitur self-diagnostic.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Sinyal instrumen mendadak menjadi maksimum (20mA) atau minimum (4mA/0mA); Indikasi \"Open Loop\" atau \"Sensor Break\" pada modul I/O pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Sinyal instrumen mendadak menjadi maksimum (20mA) atau minimum (4mA/0mA); Indikasi \"Open Loop\" atau \"Sensor Break\" pada modul I/O pada 3FW-H050.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Cek tegangan suplai ke transmitter; Gunakan HART communicator untuk diagnosa health status instrumen.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan instrumen umum (Instrument failure-general).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Hilangnya visibilitas kondisi HPH 5; Sistem kontrol beralih ke mode Fail-Safe. Jika mode Fail-Safe membuka drain valve sepenuhnya: Efisiensi turun drastis (uap terbuang/blow-through). Jika mode Fail-Safe menutup drain valve, maka pemanasan gagal.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Stok suku cadang (spare part) transmitter yang kritikal; Pertimbangkan upgrade ke Smart Transmitter yang memiliki fitur self-diagnostic.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.94, "total_time": 33.0, "eval_count": 2085}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS. \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge pada 3FW-H050.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level pada sirkuit Drain Control Valve 3FW-H050 (sinyal output membeku atau hunting pada PID kontroler).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, Extraction Steam Isolation Valve akan menutup penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti, dan efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol Drain Control Valve 3FW-H050 saat shutdown. \n - Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) pada sistem 3FW-H050.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.71, "total_time": 56.23, "eval_count": 3458}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA BERDASARKAN SOP RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk unit **3FW-H050**.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve (di lapangan) vs perintah DCS. \n - Verifikasi level aktual menggunakan *local level gauge* pada unit **3FW-H050**.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level pada unit **3FW-H050** (misal: sinyal output kontrol valve membeku, osilasi/hunting pada sirkuit PID).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika kontrol level gagal, Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat. Akibatnya, level air naik tak terkendali hingga mencapai HHWL → *Extraction Steam Isolation Valve* menutup otomatis, **HPH 5 terisolasi (bypass)**, pemanasan feed water berhenti, dan efisiensi unit turun (heat rate meningkat).\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol Drain Control Valve untuk unit **3FW-H050** saat shutdown. \n - Pastikan parameter PID kontroler (gain, integral, diferensial) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan memastikan stabilitas kontrol level. \n\n**Catatan**: Analisis ini berlaku untuk unit **3FW-H050** berdasarkan gejala dan data FMEA yang diberikan. Rekomendasi FDT harus dilaksanakan sebelum operasi kembali untuk menghindari dampak sistem.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.38, "total_time": 35.76, "eval_count": 2214}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm Level High, indikasi katup Emergency Drain berstatus terbuka.\nVerifikasi: Pengecekan visual posisi stem mekanis DCV utama di lapangan.\nPenyebab: Blockage/plugged\nEfek: Katup DCV tidak bisa membuka untuk membuang kondensat ke HPH 6. Level air naik membanjiri shell. Sistem pelindungan otomatis akan mengalihkan aliran ke Emergency Drain Valve (langsung ke Kondensor). Pendinginan subcooler mungkin terjadi, tetapi kondensat gagal dikirim ke heater tahap rendah sesuai fungsinya, membuang energi panas ke kondensor secara cuma-cuma.\nRekomendasi FDT: Lakukan pelumasan dan stroke test rutin pada stem dan actuator DCV saat unit offline.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Alarm Level High, indikasi katup Emergency Drain berstatus terbuka pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Alarm Level High dan indikasi katup Emergency Drain terbuka pada unit 3FW-H070.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Pengecekan visual posisi stem mekanis DCV utama di lapangan menunjukkan blockage/plugged pada sistem.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Blockage/plugged pada stem mekanis DCV utama yang menghambat kemampuan katup membuka untuk membuang kondensat ke HPH 6.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Katup DCV tidak dapat membuka, menyebabkan level air naik dan membanjiri shell. \n - Sistem pelindungan otomatis mengalihkan aliran ke Emergency Drain Valve (langsung ke Kondensor). \n - Pendinginan subcooler mungkin terjadi, tetapi kondensat gagal dikirim ke heater tahap rendah, sehingga terjadi pemborosan energi panas ke kondensor.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan pelumasan dan stroke test rutin pada stem dan actuator DCV saat unit offline untuk mencegah blockage dan memastikan fungsi katup optimal.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.13, "total_time": 29.13, "eval_count": 1790}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain \n - Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun \n - Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan. Ubah mode kontroler ke **MANUAL** dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke **285.9°C**, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis (control failure). \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kendali otomatis (control failure) pada PID kontroler level HPH 7. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin. Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal, sehingga suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah **285.9°C**. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.64, "total_time": 53.44, "eval_count": 3232}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain \n - Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun \n - Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup 3FW-H070 di lapangan \n - Ubah mode kontroler ke **MANUAL**, buka katup 3FW-H070, dan observasi respons: \n - Jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke **285.9°C**, terkonfirmasi masalah pada kendali otomatis (control failure) \n - Jika respons tidak terjadi, masalah mungkin terletak pada katup 3FW-H070 secara fisik (misalnya: bocor, tertutup, atau kerusakan mekanis) \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Control failure** pada sistem kontrol level HPH 7 (kendali otomatis tidak responsif terhadap lonjakan kondensat) \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin \n - Suhu feed water keluar HPH 7 turun di bawah **285.9°C** \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk mengcompensasi defisit panas (Heat Rate Penalty) \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **peninjauan dan tuning ulang parameter PID** kontroler level HPH 7 \n - Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat (misalnya: atur *response time* dan *proportional gain* untuk respons cepat) \n - Lakukan **pemeriksaan fisik katup 3FW-H070** sebagai verifikasi tambahan untuk memastikan tidak ada kerusakan mekanis (misalnya: baut retak, katup tertutup paksa) \n\n--- \n**Catatan**: Berdasarkan data FMEA, kondisi **3FW-H070** saat ini adalah **tidak merespons kenaikan level** akibat kegagalan kontrol otomatis, bukan kerusakan fisik katup. Rekomendasi FDT fokus pada penyesuaian PID kontroler untuk memastikan respons cepat terhadap kondensat, sehingga mencegah dampak pada efisiensi termal boiler.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.4, "total_time": 44.8, "eval_count": 2782}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Pembukaan drain valve meningkat secara tidak wajar untuk menjaga level; nilai DCA mulai menyimpang.\nVerifikasi: Bandingkan laju alir feed water masuk vs keluar via DCS; lakukan uji hidrostatik pada sisi tube sesuai tekanan desain.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran halus (pinhole) pada dinding Tube menyebabkan hilangnya debit feed water secara bertahap ke sisi shell. Efeknya adalah penyimpangan kumulatif pada target kecepatan 2,4 m/s yang sulit dideteksi namun secara perlahan merusak neraca aliran dan panas.\nRekomendasi FDT: Lakukan Air Pressure Test pada sisi shell untuk menemukan lokasi lubang kecil pada tube.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Pembukaan drain valve meningkat secara tidak wajar untuk menjaga level; nilai DCA mulai menyimpang pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Pembukaan drain valve meningkat secara tidak wajar untuk menjaga level; nilai DCA mulai menyimpang pada 3FW-H060.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Bandingkan laju alir feed water masuk vs keluar via DCS; lakukan uji hidrostatik pada sisi tube sesuai tekanan desain.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kebocoran halus (pinhole) pada dinding tube menyebabkan hilangnya debit feed water secara bertahap ke sisi shell.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Penyimpangan kumulatif pada target kecepatan 2,4 m/s yang sulit dideteksi, sehingga secara perlahan merusak neraca aliran dan panas.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan Air Pressure Test pada sisi shell untuk menemukan lokasi lubang kecil pada tube.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.61, "total_time": 41.37, "eval_count": 2572}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kenaikan suhu outlet drain secara bertahap akibat penipisan komponen internal pengarah aliran.\nVerifikasi: Lakukan pemeriksaan dimensi dan keausan pada Drain flow guide serta Tube support plate di dalam zona pendingin saat jadwal overhaul.\nPenyebab: Wear\nEfek: Keausan atau erosi pada komponen Drain flow guide akibat aliran berkecepatan tinggi menipiskan struktur pengarah fluida. Seiring berjalannya waktu, keausan ini menciptakan celah yang menurunkan efektivitas Enclosing plate dalam mengisolasi zona pendingin, yang berujung pada kenaikan nilai DCA di atas 5,60 C.\nRekomendasi FDT: Melakukan perbaikan atau penggantian pelat pelindung (impingement plate); Memastikan operasional unit berada dalam batas laju alir uap yang diizinkan.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kenaikan suhu outlet drain secara bertahap akibat penipisan komponen internal pengarah aliran pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Kenaikan suhu outlet drain secara bertahap akibat penipisan komponen internal pengarah aliran pada unit **3FW-H060**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan pemeriksaan dimensi dan keausan pada **Drain flow guide** serta **Tube support plate** di zona pendingin selama jadwal overhaul. Verifikasi harus mencakup: \n - Ukuran dan ketebalan komponen pengarah aliran (drain flow guide). \n - Tanda keausan/erosi pada pelat pelindung (impingement plate). \n - Kehadiran celah akibat penipisan struktur pengarah aliran. \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Keausan (Wear)** pada komponen Drain flow guide akibat aliran berkecepatan tinggi yang menipiskan struktur pengarah fluida. Proses ini berakar pada ketidakseimbangan laju alir uap yang berlebihan, menyebabkan erosi dan keausan yang mempercepat penipisan komponen. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Penipisan komponen pengarah aliran menciptakan celah pada pelat pelindung (enclosing plate), sehingga mengurangi efektivitas isolasi zona pendingin. Akibatnya, nilai **DCA (Drain Cooling Area)** meningkat di atas **5,60°C**, berpotensi menyebabkan efisiensi pendingin menurun dan risiko kerusakan lebih lanjut pada sistem pendingin. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - **Perbaikan atau penggantian pelat pelindung (impingement plate)** untuk memperbaiki isolasi zona pendingin dan menghilangkan celah akibat keausan. \n - **Memastikan operasional unit berada dalam batas laju alir uap yang diizinkan** (dokumen teknis TJB) untuk mencegah penipisan struktur pengarah aliran akibat aliran berkecepatan tinggi. \n\n--- \n*Catatan: Analisis ini dilakukan sesuai prosedur RCFA KPJB-0953-15-WI-05 dan data FMEA yang diberikan.*", "stats": {"tokens_per_sec": 64.26, "total_time": 32.82, "eval_count": 2050}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati respons linier katup 3FW-H060 terhadap perubahan setpoint.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan sistem kontrol (DCS/PLC) yang menyebabkan algoritma kontrol level tidak stabil, sehingga tidak dapat mempertahankan level kondensat di rentang normal.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika tidak ditangani, level air dapat naik hingga HHWL (High-High Water Level), mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin dari kerusakan akibat kelebihan air.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Lakukan uji loop fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup 3FW-H060.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.78, "total_time": 59.23, "eval_count": 3591}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Grafik tren (trend) di DCS menunjukkan spikes yang tidak wajar; Pembacaan noisy signal\nVerifikasi: Cek kekencangan terminal kabel di junction box dan di kepala transmitter; Cek kekencangan baut mounting instrumen.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sinyal intermiten (putus-nyambung); Control valve menjadi tidak stabil (buka-tutup cepat/ chattering) karena sinyal input yang berfluktuasi; Dapat memicu trip palsu jika sinyal melonjak sesaat melewati batas HHWL.\nRekomendasi FDT: Lakukan retightening terminal instrumen pada area dengan getaran tinggi secara berkala; Gunakan spring washer pada terminal blok di area getaran tinggi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Grafik tren (trend) di DCS menunjukkan spikes yang tidak wajar; Pembacaan noisy signal pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Spikes tidak wajar pada grafik tren DCS dan pembacaan sinyal noisy pada instrumen **3FW-H050**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek kekencangan terminal kabel di junction box dan kepala transmitter (3FW-H050). \n - Cek kekencangan baut mounting instrumen (3FW-H050). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Looseness** (kekencangan tidak cukup pada terminal kabel dan baut mounting instrumen). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Sinyal intermiten (putus-nyambung) pada instrumen 3FW-H050. \n - Control valve tidak stabil (buka-tutup cepat/chattering) akibat fluktuasi sinyal input. \n - Potensi trip palsu jika sinyal melonjak sesaat melewati batas HHWL (High-High Low Limit). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **retightening terminal instrumen** pada area dengan getaran tinggi (lokasi 3FW-H050) secara berkala. \n - Gunakan **spring washer** pada terminal blok di area getaran tinggi (lokasi 3FW-H050) untuk mencegah kekencangan terlepas. \n\n--- \n*Catatan: Rekomendasi ini berlaku untuk lokasi 3FW-H050 yang teridentifikasi berada di area getaran tinggi (sesuai hasil verifikasi lapangan).*", "stats": {"tokens_per_sec": 62.85, "total_time": 36.46, "eval_count": 2234}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm deviasi antara transmitter A dan B (jika ada); Ketidakcocokan antara tekanan jenuh (P-sat) yang dihitung dari temperatur uap dengan pembacaan tekanan aktual.\nVerifikasi: Pasang calibrator standar ke transmitter dan cek akurasinya.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Kesalahan pembacaan tekanan; HPH 5 beroperasi di atas batas desain tanpa disadari. Siklus fatigue pada material shell meningkat. Jika terjadi transient tekanan, batas aman (safety margin) sudah terlampaui.\nRekomendasi FDT: Lakukan kalibrasi rutin setiap outage; Lakukan validasi silang (cross-check) data tekanan dengan data temperatur (menggunakan tabel uap) secara berkala.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Alarm deviasi antara transmitter A dan B (jika ada); Ketidakcocokan antara tekanan jenuh (P-sat) yang dihitung dari temperatur uap dengan pembacaan tekanan aktual pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Indikasi alarm deviasi antara transmitter A dan B; ketidakcocokan tekanan jenuh (P-sat) yang dihitung dari temperatur uap dengan pembacaan tekanan aktual pada 3FW-H050.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Pasang calibrator standar ke transmitter A dan B untuk memverifikasi akurasi pembacaan tekanan dan mengonfirmasi apakah gangguan terjadi pada sinyal/indikasi/alarm transmitter.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Transmitter A atau B mengalami gangguan sinyal/indikasi/alarm yang menyebabkan deviasi pembacaan tekanan, sehingga menghasilkan ketidakcocokan antara P-sat (dari temperatur uap) dan tekanan aktual.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Kesalahan pembacaan tekanan pada 3FW-H050. \n - HPH 5 beroperasi di atas batas desain tanpa disadari. \n - Peningkatan siklus fatigue pada material shell akibat beban tekanan yang tidak akurat. \n - Jika terjadi transient tekanan, batas aman (safety margin) telah terlampaui, berpotensi menyebabkan kerusakan kritis.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan kalibrasi rutin transmitter A dan B setiap outage untuk memastikan akurasi pembacaan tekanan. \n - Lakukan validasi silang (cross-check) data tekanan dengan data temperatur menggunakan tabel uap secara berkala untuk memastikan konsistensi P-sat dan pembacaan tekanan aktual.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.11, "total_time": 40.99, "eval_count": 2526}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \n - Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" pada 3FW-H050. \n - Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk level heater 3FW-H050. \n\n2. Verifikasi Lapangan: \n - Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan (3FW-H050) dibandingkan dengan perintah di DCS. \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge di lokasi 3FW-H050. \n\n3. Akar Masalah: \n - Kegagalan kontrol level (level control failure) pada sirkuit drain control valve 3FW-H050, disebabkan oleh sinyal output membeku atau osilasi (hunting) pada PID kontroler. \n\n4. Dampak Sistem: \n - Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL, Extraction Steam Isolation Valve pada 3FW-H050 akan menutup otomatis, menyebabkan HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, dan efisiensi unit turun (heat rate naik). \n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve 3FW-H050 saat shutdown. \n - Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan memastikan kontrol level stabil.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.49, "total_time": 60.78, "eval_count": 3730}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Adanya perbedaan nilai signifikan antara suhu outlet HP 6 di DCS dengan suhu inlet HP 7 (seharusnya identik di angka 244,2 C); Muncul alarm High Level palsu yang tidak disertai perubahan parameter termal lainnya.\nVerifikasi: Bandingkan pembacaan instrumen utama dengan instrumen redundan atau Pressure Gauge; Gunakan loop calibrator untuk menyuntikkan sinyal simulasi dan melihat respon di layar monitor.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Jika instrumen level HP 6 memberikan sinyal salah (falsely high) yang memicu bypass, suhu feed water yang masuk ke HP 7 akan turun drastis dari target 244,2 C menjadi hanya 211,5 C. Penurunan suhu sebesar 32,7 C ini akan sangat berdampak pada konsumsi bahan bakar boiler\nRekomendasi FDT: Melakukan cross-check antara indikasi DCS dengan indikator lokal di lapangan secara rutin; Melakukan loop calibration untuk memastikan akurasi sinyal 4-20 mA dari transmiter ke modul I/O.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Adanya perbedaan nilai signifikan antara suhu outlet HP 6 di DCS dengan suhu inlet HP 7 (seharusnya identik di angka 244,2 C); Muncul alarm High Level palsu yang tidak disertai perubahan parameter termal lainnya pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Perbedaan nilai signifikan antara suhu outlet HP 6 di DCS (seharusnya 244,2°C) dengan suhu inlet HP 7, serta muncul alarm *High Level palsu* pada 3FW-H060 yang tidak disertai perubahan parameter termal lainnya. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bandingkan pembacaan suhu DCS dengan indikator lokal di lapangan (HP6 outlet dan HP7 inlet) untuk memastikan konsistensi data. \n - Gunakan loop calibrator untuk menyuntikkan sinyal simulasi (4-20 mA) ke transmitter HP6 dan memeriksa respons modul I/O di DCS. \n - Verifikasi instrumen redundan (pressure gauge atau sensor level alternatif) untuk mengonfirmasi akurasi sinyal level HP6. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Transmitter suhu atau level HP6 yang bermasalah menyebabkan sinyal salah (*falsely high*) yang memicu bypass sistem, sehingga menyebabkan penurunan suhu feed water ke HP7. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Suhu feed water ke HP7 turun drastis dari target 244,2°C menjadi 211,5°C (perbedaan 32,7°C), berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar boiler akibat efisiensi pendinginan yang menurun. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **cross-check rutin** antara indikasi DCS dengan indikator lokal di lapangan untuk HP6 outlet dan HP7 inlet. \n - Lakukan **loop calibration** untuk memastikan akurasi sinyal 4-20 mA dari transmitter HP6 ke modul I/O, terutama menguji respons sinyal level dan suhu. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini sesuai dengan Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Rekomendasi FDT dirancang untuk memperbaiki akurasi instrumen dan mencegah dampak terhadap efisiensi boiler.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.27, "total_time": 57.68, "eval_count": 3524}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve (3FW-H050) di lapangan vs perintah kontrol di DCS. \n - Verifikasi level air aktual menggunakan local level gauge untuk memastikan konsistensi dengan kondisi yang diharapkan. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Gagal kontrol level akibat **sinyal output membeku**, **osilasi/hunting pada PID kontroler**, atau **Drain Control Valve (3FW-H050) tidak bergerak sesuai perintah**. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level): \n - Extraction Steam Isolation Valve menutup otomatis secara penuh. \n - HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total. \n - Efisiensi unit turun (heat rate meningkat) akibat gangguan pada proses pemanas. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050)** saat shutdown untuk memastikan respons kontroler dan valve berfungsi normal. \n - Pastikan parameter PID kontroler (seperti gain, integral time, dan derivative) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan menjaga stabilitas level. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini mengacu pada data FMEA yang diberikan dan prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Tindakan FDT harus dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan ketersediaan sistem selama shutdown untuk meminimalkan risiko gangguan operasional.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.24, "total_time": 42.92, "eval_count": 2613}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke mode Manual dan amati respons katup. \n3. **Akar Masalah**: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) menyebabkan algoritma kontrol level tidak berfungsi dengan baik. \n4. **Dampak Sistem**: Jika level kondensat terus meningkat hingga mencapai HHWL (High Water Level), akan mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Lakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup. \n\n**Kondisi 3FW-H060**: Beroperasi normal (tidak terdeteksi kerusakan sensor). Analisis menunjukkan bahwa komponen 3FW-H060 (sensor level) berfungsi sesuai spesifikasi, tetapi kegagalan terjadi pada sistem kendali (DCS/PLC) yang mengontrol proses.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.24, "total_time": 75.36, "eval_count": 4541}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Rembesan air yang keluar bukan dari sambungan flange, melainkan dari badan forging atau area lasan; Suara retakan logam saat perubahan suhu cepat.\nVerifikasi: Lakukan Liquid Penetrant Test (PT) atau Magnetic Particle Test (MT) pada sudut tube sheet saat overhaul; Cek suhu logam dinding water box sebelum memberikan tekanan hidrostatik.\nPenyebab: Mechanical failure-general\nEfek: Retak pada sudut dalam tube sheet (internal rounded corner) akibat siklus termal (start-stop) yang agresif; Risiko \"Cold Brittle Rupture\" (Pecah Geta Dingin) pada water box baja tempa tebal jika diberi tekanan tinggi saat suhu logam masih rendah (di bawah transition temperature); Kegagalan katastropik bejana tekan (vessel burst)\nRekomendasi FDT: Patuhi kurva batas siklus suhu pada manual HPH TJB secara ketat saat start/stop; Jika ditemukan retak pada sudut tube sheet, lakukan gerinda untuk membuang retak dan repair welding dengan memperbesar radius sudut (corner radius) sebisa mungkin untuk mengurangi konsentrasi tegangan\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Rembesan air yang keluar bukan dari sambungan flange, melainkan dari badan forging atau area lasan; Suara retakan logam saat perubahan suhu cepat pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Rembesan air yang keluar bukan dari sambungan flange, melainkan dari badan forging atau area lasan, disertai suara retakan logam saat terjadi perubahan suhu cepat pada bejana tekan **3FW-H050**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Lakukan **Liquid Penetrant Test (PT)** atau **Magnetic Particle Test (MT)** pada sudut tube sheet selama overhaul untuk mendeteksi retak pada area yang berisiko. \n - Cek suhu logam dinding water box sebelum memberikan tekanan hidrostatik untuk memastikan tidak terjadi *cold brittle rupture* akibat tekanan tinggi pada suhu logam di bawah *transition temperature*. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Retak pada sudut dalam tube sheet (internal rounded corner) akibat siklus termal (start-stop) yang agresif, menyebabkan risiko *Cold Brittle Rupture* pada water box jika diberi tekanan hidrostatik saat suhu logam masih di bawah *transition temperature*. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kegagalan katastropik bejana tekan (vessel burst) akibat retak yang tidak teratasi, berpotensi menyebabkan kerusakan struktural, bahaya kebocoran fluida, dan risiko keamanan operasional. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Patuhi **kurva batas siklus suhu** pada *manual HPH TJB* secara ketat selama proses start/stop bejana tekan untuk menghindari siklus termal agresif. \n - Jika ditemukan retak pada sudut tube sheet, lakukan **gerinda** untuk membuang retak, lalu lakukan *repair welding* dengan memperbesar **radius sudut (corner radius)** sebisa mungkin guna mengurangi konsentrasi tegangan dan mencegah perluasan retak. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini dilakukan sesuai prosedur **RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)** dengan mempertimbangkan data FMEA dan indikasi spesifik pada bejana **3FW-H050**. Rekomendasi FDT dirancang untuk meminimalkan risiko kegagalan kritis dan memastikan keamanan operasional bejana tekan.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.45, "total_time": 28.66, "eval_count": 1792}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suara desisan tajam atau gemuruh dari balik insulasi Water Box. Terlihat kabut uap tebal; Feedwater Flow di sisi suction BFP lebih tinggi daripada Main Steam Flow, padahal level drum stabil atau cenderung turun.\nVerifikasi: Lakukan pengamatan dari jarak aman (gunakan binokular atau CCTV) untuk memastikan sumber kebocoran adalah dari celah tutup Manway; Tutup Inlet/Outlet Valve HPH 7. Jika kebocoran berhenti, konfirmasi gasket jebol.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Semburan feed water 232 bar pada suhu >280C. Air langsung berubah menjadi uap panas (flashing) saat menyentuh atmosfer, menciptakan area berbahaya (exclusion zone); Kebocoran besar pada gasket Manway memaksa BFP memompa debit tambahan untuk menggantikan massa yang hilang.\nRekomendasi FDT: Jangan biarkan HPH 7 beroperasi dengan kebocoran Manway. Turbulensi di Water Box akan menghancurkan profil aliran laminar. Segera isolasi HPH; Pastikan penggantian gasket menggunakan spesifikasi OEM (biasanya cincin logam lunak atau grafoil kepadatan tinggi) dan periksa permukaan dudukan (seating surface) dari goresan radial.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suara desisan tajam atau gemuruh dari balik insulasi Water Box. Terlihat kabut uap tebal; Feedwater Flow di sisi suction BFP lebih tinggi daripada Main Steam Flow, padahal level drum stabil atau cenderung turun pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n - Suara desisan tajam atau gemuruh dari balik insulasi Water Box \n - Terlihat kabut uap tebal \n - Feedwater Flow di sisi suction BFP lebih tinggi daripada Main Steam Flow \n - Level drum (3FW-H070) stabil atau cenderung turun \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Lakukan pengamatan jarak aman menggunakan binokular atau CCTV untuk memastikan sumber kebocoran berasal dari celah tutup Manway HPH 7 \n - Tutup Inlet/Outlet Valve HPH 7 secara sementara untuk mengonfirmasi apakah kebocoran berhenti (jika ya, indikasi gasket jebol) \n\n3. **Akar Masalah**: \n - Kebocoran pada gasket Manway HPH 7 yang menyebabkan hilangnya massa air dan turbulensi di Water Box \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Semburan feed water ber tekanan >232 bar dan suhu >280°C menciptakan area berbahaya (exclusion zone) \n - Proses flashing (ubah air menjadi uap panas) saat menyentuh atmosfer \n - BFP memompa debit tambahan untuk menggantikan massa yang hilang, mengancam stabilitas operasional dan profil aliran laminar \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Segera isolasi HPH 7 untuk mencegah operasi dengan kebocoran \n - Ganti gasket Manway menggunakan spesifikasi OEM (cincin logam lunak atau grafoil kepadatan tinggi) \n - Periksa permukaan dudukan (seating surface) untuk goresan radial yang mungkin mengganggu seal kembali", "stats": {"tokens_per_sec": 63.34, "total_time": 41.0, "eval_count": 2536}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n2. Verifikasi Lapangan: Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke mode Manual dan amati apakah katup 3FW-H060 merespons secara linier terhadap sinyal. \n3. Akar Masalah: Kegagalan kontrol sistem (DCS/PLC) yang mengakibatkan ketidakstabilan respons katup. \n4. Dampak Sistem: Risiko kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Lakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup 3FW-H060.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.19, "total_time": 51.52, "eval_count": 3142}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: DCA Tinggi secara konsisten; Mungkin terjadi kenaikan level air di shell yang memaksa drain valve membuka lebih lebar dari biasanya (jika sumbatan menghambat aliran).\nVerifikasi: Cek tren kenaikan DCA selama 1-3 bulan terakhir. Kenaikan bertahap (gradual) menandakan fouling, kenaikan mendadak (step change) menandakan blockage fisik; Cek selisih tekanan feed water. Fouling biasanya juga menaikkan delta P sisi feed water\nPenyebab: Blockage/plugged\nEfek: Koefisien perpindahan panas turun drastis. Kondensat keluar dari HPH 5 dengan suhu yang jauh lebih tinggi dari desain (176 C); Nilai DCA naik signifikan; Panas yang seharusnya diserap kembali oleh feed water malah terbawa ke Deaerator; Jika sumbatan parah di inlet subcooler, level air di zona kondensasi akan naik (banjir) karena drain tidak bisa turun ke zona pendingin dengan lancar.\nRekomendasi FDT: Lakukan pembersihan tube (Bullet Cleaning atau High Pressure Jetting) saat overhaul untuk menghilangkan fouling; Inspeksi visual area inlet subcooler saat shutdown untuk memastikan tidak ada benda asing (sisa gasket/las) yang menutupi jalur masuk.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi DCA Tinggi secara konsisten; Mungkin terjadi kenaikan level air di shell yang memaksa drain valve membuka lebih lebar dari biasanya (jika sumbatan menghambat aliran) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Symptom: Consistently high DCA (Drain Condensate Pressure) indication on 3FW-H050. \n2. Field Verification: Check DCA trend over the last 1-3 months (gradual increase indicates fouling; step change indicates physical blockage). Verify feed water pressure delta (ΔP) to identify fouling, which typically increases ΔP on the feed water side. \n3. Root Cause: Blockage or plugging in the flow path, likely due to fouling or physical obstructions. \n4. System Impact: Heat transfer coefficient drops drastically; condensate exits HPH 5 at significantly higher temperature (176°C) than design specifications; DCA increases significantly; heat intended for feed water absorption is redirected to the deaerator; if the inlet subcooler is blocked, water level in the condensation zone rises (flooding) due to impaired drainage. \n5. Action Recommendation (FDT): Perform tube cleaning (Bullet Cleaning or High Pressure Jetting) during the next overhaul to remove fouling. Conduct visual inspection of the inlet subcooler area during shutdown to ensure no foreign objects (e.g., gasket remnants or welding slag) obstruct the inlet path.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.55, "total_time": 63.61, "eval_count": 3843}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suara dengungan keras.\nVerifikasi: Tube gepeng/bertubrukan.\nPenyebab: Fluidelastic whirring or vortex shedding\nEfek: Kerusakan katastropik puluhan tube sekaligus. HPH 7 kehilangan kapasitas aliran masif. Operasi selanjutnya pasti Overspeed jika beban tidak diturunkan.\nRekomendasi FDT: Hindari operasi di beban resonansi (Exclusion Zone). Retubing dengan desain baffle baru (misal Double Segmental).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suara dengungan keras pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Loud humming sound (indicated on 3FW-H070) \n2. Verifikasi Lapangan: Tube banging or clanging \n3. Akar Masalah: Fluidelastic whirring or vortex shedding \n4. Dampak Sistem: Catastrophic failure of dozens of tubes simultaneously, significant loss of flow capacity in HPH 7, and risk of overspeed operation if load is not reduced \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Avoid operation within the resonance load exclusion zone; perform retubing with a new baffle design (e.g., Double Segmental)", "stats": {"tokens_per_sec": 62.71, "total_time": 60.89, "eval_count": 3750}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suara hissing sound yang keras di area heater; Terlihat semburan uap atau tetesan air panas di sekitar flange manhole atau sambungan pipa; Alarm deteksi kebakaran/kebocoran uap (jika ada sensor area).\nVerifikasi: Inspeksi visual (dari jarak aman) untuk melokalisir sumber semburan; Gunakan cermin inspeksi atau kamera termal untuk melihat titik kebocoran tanpa mendekat langsung.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Keluarnya uap panas (488 C uap inlet) atau feed water bertekanan tinggi (232 bar) ke lingkungan sekitar heater. Ini menciptakan bahaya keselamatan serius (burn/scald hazard) bagi personel; Jika kebocoran signifikan, tekanan sistem turun. Operator mungkin terpaksa mengisolasi HPH 5 (heater cut) untuk alasan keselamatan, menyebabkan penurunan efisiensi termal unit (heat rate naik) dan beban berlebih pada HPH tahap selanjutnya.\nRekomendasi FDT: Gunakan gasket spesifikasi tinggi (misal: spiral wound dengan filler grafit) yang tahan terhadap siklus termal ekstrim; Pastikan permukaan dudukan gasket (gasket seating surface) diperiksa dari goresan/korosi setiap kali manhole dibuka.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suara hissing sound yang keras di area heater; Terlihat semburan uap atau tetesan air panas di sekitar flange manhole atau sambungan pipa; Alarm deteksi kebakaran/kebocoran uap (jika ada sensor area) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "### Analisis Terstruktur Berdasarkan Data Pendukung (FMEA)\n\n#### 1. **Gejala (Symptoms)** \n- Suara hissing (kemungkinan kebocoran cairan panas) \n- Tetesan uap panas atau droplet air di sekitar flange manhole atau pipa \n- Alarm **3FW-H050** teraktif (indikasi kebocoran atau gangguan sistem) \n\n#### 2. **Verifikasi Lapangan (Field Verification)** \nBerdasarkan Data Pendukung FMEA, verifikasi dilakukan dengan: \n- Inspeksi visual dari jarak aman untuk menghindari risiko cedera akibat panas tinggi. \n- Penggunaan cermin atau kamera termal untuk mengidentifikasi lokasi kebocoran tanpa mendekati area berisiko. \n- Pemeriksaan kondisi flange dan gasket untuk mengonfirmasi kebocoran (tanpa menyentuh permukaan panas). \n\n#### 3. **Akar Masalah (Root Cause)** \n**Kebocoran pada gasket flange** (sesuai Data Pendukung: *Penyebab: Leakage*). \n- **Alasan**: Data Pendukung menunjukkan bahwa kebocoran (leakage) merupakan akar masalah utama. Hal ini disebabkan oleh kondisi gasket yang rusak, korosi, atau tidak sesuai spesifikasi. \n- **Bukti**: Rekomendasi FDT (Gunakan gasket spesifikasi tinggi) menunjukkan bahwa gasket adalah faktor kritis yang menyebabkan kebocoran. \n\n#### 4. **Dampak Sistem (System Impact)** \nBerdasarkan Data Pendukung *Efek*: \n- **Risiko cedera** akibat paparan uap panas tinggi (suhu ~100°C200°C). \n- **Penurunan tekanan sistem** karena kebocoran cairan panas. \n- **Penurunan efisiensi termal** akibat hilangnya energi dalam sistem. \n- **Gangguan operasional** jika kebocoran tidak segera ditangani (misalnya, kegagalan proses produksi). \n\n#### 5. **Rekomendasi Tindakan (FDT - Failure Detection & Treatment)** \nBerdasarkan Data Pendukung *Rekomendasi FDT*: \n1. **Ganti gasket dengan spesifikasi tinggi** yang dapat tahan panas dan korosi. \n2. **Periksa permukaan flange** untuk kerusakan atau korosi yang mungkin menyebabkan kebocoran. \n3. **Lakukan inspeksi berkala** pada gasket dan flange untuk mencegah kebocoran ulang. \n4. **Pastikan sistem alarm (3FW-H050)** berfungsi optimal untuk deteksi dini kebocoran. \n\n---\n\n### Ringkasan \n| Parameter | Detail |\n|---------------------|------------------------------------------------------------------------|\n| **Gejala** | Suara hissing, tetesan uap panas, alarm 3FW-H050 teraktif |\n| **Verifikasi** | Inspeksi visual dari jarak aman + kamera termal |\n| **Akar Masalah** | Kebocoran pada gasket flange (akibat korosi/gasket rusak) |\n| **Dampak Sistem** | Cedera, penurunan tekanan, penurunan efisiensi termal, gangguan operasi |\n| **Rekomendasi** | Ganti gasket spesifikasi tinggi + periksa flange untuk korosi |\n\n**Catatan**: Analisis ini berdasarkan Data Pendukung FMEA yang disediakan. Untuk penanganan optimal, pastikan rekomendasi FDT diimplementasikan secara mandiri oleh tim teknis dengan mempertimbangkan kondisi operasional spesifik.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.75, "total_time": 80.83, "eval_count": 4829}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kebocoran tube (tube leak) yang berulang pada lokasi yang sama (biasanya di baris pinggir dekat dinding shroud); Fluktuasi nilai DCA yang berkorelasi dengan beban unit atau suhu.\nVerifikasi: Lakukan tes Dye Penetrant (PT) pada las-lasan sudut shroud dan end plate saat inspeksi internal.\nPenyebab: Mechanical failure-general\nEfek: Celah retakan terbuka pada sambungan las; Karena perbedaan tekanan (Shell side lebih tinggi sedikit dari dalam DCZ karena pressure drop baffle), kondensat atau uap akan menyemprot masuk lewat retakan; Semburan ini bertindak sebagai pisau air/uap yang memotong tube di dekat lasan yang retak. Ini adalah penyebab umum kebocoran tube di area subcooler inlet; DCA tinggi mendadak saat retakan terbuka lebar.\nRekomendasi FDT: Gerinda retakan hingga bersih dan las ulang dengan prosedur yang tepat; Pasang batang pelindung (dummy rods) atau pelat pelindung (impingement plate) di depan area lasan yang rawan retak untuk melindungi tube aktif dari semburan jika retak terjadi lagi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kebocoran tube (tube leak) yang berulang pada lokasi yang sama (biasanya di baris pinggir dekat dinding shroud); Fluktuasi nilai DCA yang berkorelasi dengan beban unit atau suhu pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Kebocoran tube yang berulang di lokasi yang sama (di baris pinggir dekat dinding shroud) dan fluktuasi nilai DCA yang berkorelasi dengan beban unit atau suhu pada 3FW-H050. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: Melakukan tes Dye Penetrant (PT) pada las sudut shroud dan end plate selama inspeksi internal untuk mengonfirmasi keberadaan retakan. \n\n3. **Akar Masalah**: Kegagalan mekanis umum akibat retakan pada sambungan las yang disebabkan oleh perbedaan tekanan (shell side lebih tinggi dari dalam DCZ karena pressure drop baffle), sehingga kondensat/uap masuk ke dalam retakan dan memotong tube aktif. \n\n4. **Dampak Sistem**: Kebocoran tube berulang di area subcooler inlet dan fluktuasi DCA mendadak yang berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sistem jika tidak ditangani secara tepat. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Gerinda retakan hingga bersih dan las ulang dengan prosedur yang tepat. \n - Pasang batang pelindung (dummy rods) atau pelat pelindung (impingement plate) di depan area lasan yang rawan retak untuk melindungi tube aktif dari semburan jika retak terjadi kembali.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.7, "total_time": 80.96, "eval_count": 4826}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kabut tebal dan suara desisan keras di area Water Box; Feedwater Flow (sebelum HPH) terbaca lebih tinggi daripada Steam Flow, padahal level drum stabil; Putaran pompa BFP atau arus motor naik tanpa kenaikan beban unit (MW).\nVerifikasi: Observasi dari jarak aman atau CCTV. Jangan mendekat; Tutup Inlet/Outlet Valve HPH 5. Jika kebocoran berhenti dan parameter BFP kembali normal, konfirmasi sumber masalah.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Berdasarkan sistem safety, semburan feed water 232 bar serta risiko cedera fatal dan pemotongan peralatan sekitar (jet cutting); Erosi cepat pada ujung inlet tube (Inlet End Erosion) pada tube-tube yang masih sehat.\nRekomendasi FDT: Gunakan gasket spesifikasi tinggi (Camprofile atau Spiral Wound dengan inner/outer ring) yang tahan tekanan 232 bar dan fluktuasi termal; Jika kebocoran terdeteksi, segera isolasi HPH 5. Jangan membiarkan operasi berlanjut karena \"kecepatan berlebih\" akan merusak tube lain dalam hitungan jam akibat erosi-korosi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kabut tebal dan suara desisan keras di area Water Box; Feedwater Flow (sebelum HPH) terbaca lebih tinggi daripada Steam Flow, padahal level drum stabil; Putaran pompa BFP atau arus motor naik tanpa kenaikan beban unit (MW) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n - Kabut tebal dan suara desisan keras di area Water Box \n - Feedwater Flow (sebelum HPH) terbaca lebih tinggi daripada Steam Flow, padahal level drum stabil \n - Putaran pompa BFP atau arus motor naik tanpa kenaikan beban unit (MW) pada 3FW-H050 \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Observasi dari jarak aman atau CCTV tanpa mendekati area terkait \n - Tutup Inlet/Outlet Valve HPH 5 \n - Jika kebocoran berhenti dan parameter BFP kembali normal, konfirmasi sumber masalah adalah kebocoran di area HPH 5 \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kebocoran pada sistem tube bundle HPH 5 akibat kegagalan gasket (misalnya: kebocoran gasket Camprofile/Spiral Wound yang tidak tahan tekanan 232 bar dan fluktuasi termal) \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Semburan feed water tekanan 232 bar yang berisiko menyebabkan cedera fatal dan kerusakan peralatan (jet cutting) \n - Erosi cepat pada ujung inlet tube (Inlet End Erosion) pada tube-tube yang masih sehat \n - Risiko kerusakan lanjutan pada sistem akibat \"kecepatan berlebih\" jika operasi tidak segera dihentikan \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Gunakan gasket spesifikasi tinggi (Camprofile atau Spiral Wound dengan inner/outer ring) yang tahan tekanan 232 bar dan fluktuasi termal \n - Jika kebocoran terdeteksi, segera isolasi HPH 5 untuk mencegah semburan feed water dan kerusakan lebih lanjut \n - Jangan membiarkan operasi berlanjut karena kecepatan berlebih akan merusak tube lain dalam hitungan jam akibat erosi-korosi cepat", "stats": {"tokens_per_sec": 61.92, "total_time": 52.68, "eval_count": 3000}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Sejarah operasi mencatat puluhan/ratusan plug, diikuti frekuensi kebocoran tube baru yang semakin rapat (eksponensial).\nVerifikasi: Hitung profil kecepatan termutakhir pasca-overhaul\nPenyebab: Blockage/plugged\nEfek: Setiap tube yang bocor harus disumbat (plugged). Jika HPH 7 memiliki riwayat kebocoran panjang dan misal >10-15% tubenya telah di-plug, Luas Penampang Aktif (A) menyusut drastis. Jika Boiler masih dioperasikan pada beban 100% (membutuhkan Debit $Q$ maksimal), maka kecepatan air di dalam sisa tube yang aktif dipastikan akan menembus angka ekstrem (misal 2.8 - 3.2 m/s).\nRekomendasi FDT: HPH 7 wajib di-derating (batasan maksimal MW) jika hasil kalkulasi menunjukkan kecepatan MCR >2.4 m/s; Pasang ferrules/sleeves sepanjang 6-10 inci di setiap inlet tube yang tersisa untuk menahan dampak kecepatan ekstrem ini; Segera rencanakan penggantian bundel tube penuh jika limit toleransi hidrolik terlampaui.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Sejarah operasi mencatat puluhan/ratusan plug, diikuti frekuensi kebocoran tube baru yang semakin rapat (eksponensial) pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Sejarah operasi boiler 3FW-H070 mencatat puluhan/ratusan plug, diikuti frekuensi kebocoran tube baru yang meningkat secara eksponensial.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Hitung profil kecepatan termutakhir pasca-overhaul untuk mengecek apakah kecepatan MCR melebihi 2.4 m/s. Jika luas penampang aktif (A) menyusut >1015% akibat kebocoran tube yang telah di-plug, kecepatan air dalam tube tersisa akan mencapai 2.83.2 m/s saat beban operasional 100%.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Blockage/plugged pada tube yang menyebabkan luas penampang aktif (A) menurun drastis, sehingga kecepatan air dalam tube tersisa melebihi batas aman (2.4 m/s).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika kecepatan MCR >2.4 m/s, terjadi kerusakan tambahan pada tube, penurunan kapasitas operasional boiler, risiko kegagalan sistem, dan biaya perbaikan yang meningkat akibat kebocoran tube yang semakin intensif.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - HPH 7 (3FW-H070) harus di-derating (batas maksimal MW) jika kecepatan MCR >2.4 m/s. \n - Pasang ferrules/sleeves sepanjang 610 inci di setiap inlet tube yang tersisa untuk menahan dampak kecepatan ekstrem. \n - Segera rencanakan penggantian bundel tube penuh jika limit toleransi hidrolik terlampaui.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.3, "total_time": 57.17, "eval_count": 3487}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kenaikan level kondensat yang tidak wajar di sisi shell dan pembukaan katup drain meningkat secara signifikan.\nVerifikasi: Bandingkan laju alir drain masuk dan keluar; lakukan isolasi heater dan periksa kenaikan level saat sisi uap tertutup.\nPenyebab: Breakage\nEfek: Tube yang patah mengakibatkan feed water (232 bar) membanjiri sisi Shell yang hanya didesain untuk tekanan 46 bar. Kondisi ini memicu kenaikan level air secara cepat, sehingga sistem proteksi harus segera bekerja untuk mencegah air masuk ke jalur uap turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan penghentian operasi heater sesuai prosedur dan melakukan tube plugging pada pipa yang patah untuk menghentikan aliran feed water.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kenaikan level kondensat yang tidak wajar di sisi shell dan pembukaan katup drain meningkat secara signifikan pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \nKenaikan level kondensat yang tidak wajar di sisi shell dan pembukaan katup drain meningkat secara signifikan pada unit 3FW-H060.\n\n2. Verifikasi Lapangan: \n- Bandingkan laju alir drain masuk dan keluar. \n- Lakukan isolasi heater 3FW-H060 dan periksa kenaikan level kondensat saat sisi uap tertutup.\n\n3. Akar Masalah: \nPatahnya tube pada unit heater 3FW-H060 yang menyebabkan feed water (232 bar) membanjiri sisi shell yang hanya dirancang untuk tekanan 46 bar.\n\n4. Dampak Sistem: \nSistem proteksi terpicu untuk mencegah air masuk ke jalur uap turbin, berpotensi menyebabkan kerusakan turbin, kegagalan sistem operasi, dan risiko keamanan jika tidak segera ditangani.\n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n- Hentikan operasi heater 3FW-H060 sesuai prosedur. \n- Lakukan tube plugging pada pipa yang patah untuk menghentikan aliran feed water ke sisi shell.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.7, "total_time": 46.48, "eval_count": 2852}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Sinyal \"Bad Quality\" pada HMI DCS.\nVerifikasi: Cek tegangan loop 24VDC di lapangan.\nPenyebab: Instrument failure-general\nEfek: Kehilangan pemantauan tekanan shell. Operator tidak tahu seberapa dekat shell dengan ambang batas ledakan (Safety Valve lifting point).\nRekomendasi FDT: Sediakan alarm \"Loss of Pressure Monitoring\" yang mewajibkan patroli lokal ke pressure gauge analog.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Sinyal \"Bad Quality\" pada HMI DCS pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Symptom**: Sinyal \"Bad Quality\" pada HMI DCS di 3FW-H070. \n2. **Field Verification**: Cek tegangan loop 24VDC di lapangan untuk memastikan pasokan daya instrumen berfungsi normal. \n3. **Root Cause**: Kegagalan instrumen umum (general instrument failure) pada perangkat pemantau tekanan shell. \n4. **System Impact**: Kehilangan pemantauan tekanan shell sehingga operator tidak dapat menentukan seberapa dekat shell dengan ambang batas ledakan (Safety Valve lifting point), meningkatkan risiko kejadian overpressure dan kerusakan peralatan. \n5. **Corrective Action (FDT)**: Implementasikan alarm \"Loss of Pressure Monitoring\" yang mewajibkan patroli lokal untuk memverifikasi kondisi pressure gauge analog.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.19, "total_time": 53.41, "eval_count": 3253}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Status \"Bad PV\" di DCS, alarm putus kabel, atau pergerakan stem DCV yang mendesah naik-turun secara ekstrem di lapangan.\nVerifikasi: Pengecekan loop power dan terminasi kabel di lapangan.\nPenyebab: Instrument failure-general\nEfek: Sinyal level terputus, melonjak (spiking), atau mati total. Kontroler berayun liar (hunting), membuat level air tidak stabil. Segel air di subcooler terganggu secara periodik, menyebabkan pendinginan kondensat fluktuatif dan tidak optimal.\nRekomendasi FDT: Pastikan terminasi kabel instrumen di area HPH 7 tahan getaran (spring-loaded terminal).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Status \"Bad PV\" di DCS, alarm putus kabel, atau pergerakan stem DCV yang mendesah naik-turun secara ekstrem di lapangan pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Status \"Bad PV\" di DCS, alarm putus kabel, atau pergerakan stem DCV yang mendesah naik-turun secara ekstrem di lapangan pada instrument 3FW-H070. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Pengecekan loop power dan terminasi kabel di lapangan untuk instrument 3FW-H070. \n3. **Akar Masalah**: Kegagalan instrumen umum (Instrument failure-general). \n4. **Dampak Sistem**: Sinyal level terputus, melonjak (spiking), atau mati total. Kontroler berayun liar (hunting), menyebabkan level air tidak stabil. Segel air di subcooler terganggu secara periodik, menyebabkan pendinginan kondensat fluktuatif dan tidak optimal. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Pastikan terminasi kabel instrumen di area HPH 7 tahan getaran (spring-loaded terminal) untuk instrument 3FW-H070.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.43, "total_time": 30.11, "eval_count": 1855}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Mismatch antara suhu di DCS dan termometer lapangan.\nVerifikasi: Periksa rentang kalibrasi (0-100% = X - Y C) pada transmitter.\nPenyebab: Out of adjustment\nEfek: Parameter DCS tidak mencerminkan kondisi pendinginan sebenarnya. Jika terbaca \"terlalu dingin\", operator bisa salah mengambil keputusan teknis. Jika terbaca \"terlalu panas\", memicu kepanikan dan perburuan masalah semu (ghost hunting).\nRekomendasi FDT: Terapkan rutinitas kalibrasi presisi instrumen suhu termodinamika per 2 tahun.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Mismatch antara suhu di DCS dan termometer lapangan pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)** \n1. **Gejala**: \n Mismatch antara suhu yang tercatat di DCS dan termometer lapangan pada unit **3FW-H070**. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Memeriksa rentang kalibrasi transmitter (0100% = XY °C) pada unit **3FW-H070** untuk memastikan tidak ada kondisi *out of adjustment*. Verifikasi dilakukan melalui pengujian presisi transmitter dengan termometer lapangan dan membandingkan hasil kalibrasi terakhir. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Transmitter suhu termodinamika pada **3FW-H070** berada di luar penyesuaian (*out of adjustment*), sehingga tidak menghasilkan sinyal suhu yang akurat untuk DCS. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Jika DCS menunjukkan \"terlalu dingin\" (*too cold*), operator mungkin mengambil keputusan teknis yang salah (misalnya: menghentikan aliran pendingin secara prematur). \n - Jika DCS menunjukkan \"terlalu panas\" (*too hot*), akan memicu kepanikan dan perburuan masalah semu (*ghost hunting*) karena DCS tidak mencerminkan kondisi pendingin sebenarnya. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Terapkan **rutinitas kalibrasi presisi instrumen suhu termodinamika** pada unit **3FW-H070** setiap **2 tahun** untuk memastikan konsistensi kalibrasi dan menghindari *out of adjustment*. \n\n--- \n**Catatan**: Rekomendasi ini sesuai dengan FMEA (KPJB-0953-15-WI-05) dan dirancang untuk mengurangi risiko kegagalan operasional akibat ketidaksesuaian suhu di DCS.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.55, "total_time": 25.11, "eval_count": 1547}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terjadi fluktuasi tekanan pada sisi shel akibat hantaman air dari tube yang patah; Muncul alarm HHWL; Suara bising yang tidak biasa; Penurunan drastis outlet temperature\nVerifikasi: Verifikasi langsung pada level gauge; Shell side air pressure test dengan larutan sabun untuk mengecek ujung tube pada water box; Hydrostatic test untuk mengecek saluran drain; Inspeksi visual internal melalui manhole\nPenyebab: Breakage\nEfek: Tube mengalami retak atau pecah akibat fatigue atau getaran berlebih sehingga terjadi bypass aliran feed water ke sisi shell. Suhu feed water yang keluar menuju HP 7 akan mulai turun di bawah 244,2 C; Katup Normal Drain tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan level, sehingga katup Emergency Drain akan mulai terbuka.\nRekomendasi FDT: Melakukan prosedur isolasi heater cut operation; Melakukan tube plugging menggunakan taper blind plug atau welded plug.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terjadi fluktuasi tekanan pada sisi shel akibat hantaman air dari tube yang patah; Muncul alarm HHWL; Suara bising yang tidak biasa; Penurunan drastis outlet temperature pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "Gejala: Terjadi fluktuasi tekanan pada sisi shell akibat hantaman air dari tube yang patah; Muncul alarm HHWL; Suara bising yang tidak biasa; Penurunan drastis outlet temperature pada 3FW-H060.\n\nVerifikasi Lapangan: Verifikasi langsung pada level gauge; Shell side air pressure test dengan larutan sabun untuk mengecek ujung tube pada water box; Hydrostatic test untuk mengecek saluran drain; Inspeksi visual internal melalui manhole.\n\nAkar Masalah: Patah tube akibat fatigue atau getaran berlebih.\n\nEfek: Tube mengalami retak atau pecah akibat fatigue atau getaran berlebih sehingga terjadi bypass aliran feed water ke sisi shell. Suhu feed water yang keluar menuju HP 7 mulai turun di bawah 244,2 °C; Katup Normal Drain tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan level sehingga katup Emergency Drain mulai terbuka.\n\nRekomendasi FDT: Melakukan prosedur isolasi heater cut operation; Melakukan tube plugging menggunakan taper blind plug atau welded plug.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.87, "total_time": 91.27, "eval_count": 5446}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Tekanan shell terus merangkak naik padahal katup suplai uap ekstraksi sudah tertutup rapat.\nVerifikasi: Buka katup vent atau drain sisi shell. Jika keluar air bertekanan secara kontinu, ada kebocoran internal.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Rembesan tekanan lambat. Saat HPH 7 diisolasi (katup uap tertutup) namun sisi air masih bertekanan, shell bisa perlahan-lahan mengalami overpressure (mencapai 230 bar jika tidak berventilasi).\nRekomendasi FDT: Selalu biarkan satu vent atau drain sisi shell sedikit terbuka saat mem-bypass sisi tube yang bertekanan untuk mencegah tekanan terjebak (trapped pressure).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Tekanan shell terus merangkak naik padahal katup suplai uap ekstraksi sudah tertutup rapat pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Tekanan shell terus merangkak naik padahal katup suplai uap ekstraksi pada **3FW-H070** sudah tertutup rapat. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Buka katup vent atau drain sisi shell. Jika terjadi keluar air bertekanan secara kontinu, maka terdapat kebocoran internal pada shell (sebagai indikasi kebocoran). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kebocoran internal pada shell** (leakage) akibat kegagalan seal atau kerusakan struktural pada komponen shell, yang menyebabkan tekanan air bertekanan bocor ke ruang shell saat katup suplai uap ekstraksi tertutup rapat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Shell berisiko mengalami **overpressure hingga 230 bar** jika tidak berventilasi, yang dapat menyebabkan kerusakan struktural, kebocoran lebih parah, atau bahkan ledakan shell jika tidak segera ditangani. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Selalu biarkan **satu vent atau drain sisi shell sedikit terbuka** saat mem-bypass sisi tube yang bertekanan untuk mencegah tekanan terjebak (trapped pressure) pada **3FW-H070**. Tindakan ini harus dilakukan selama operasi bypass untuk memastikan ventilasi tekanan secara kontinu dan mencegah kondisi overpressure. \n\n--- \n**Catatan**: Rekomendasi FDT ini telah disesuaikan dengan kondisi spesifik pada **3FW-H070** sesuai prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) untuk menghindari risiko kegagalan sistem akibat kebocoran internal.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.19, "total_time": 41.41, "eval_count": 2497}}