You cannot select more than 25 topics Topics must start with a letter or number, can include dashes ('-') and can be up to 35 characters long.

51 lines
132 KiB
JSON

This file contains ambiguous Unicode characters!

This file contains ambiguous Unicode characters that may be confused with others in your current locale. If your use case is intentional and legitimate, you can safely ignore this warning. Use the Escape button to highlight these characters.

{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kabut tebal dan suara desisan keras di area Water Box; Feedwater Flow (sebelum HPH) terbaca lebih tinggi daripada Steam Flow, padahal level drum stabil; Putaran pompa BFP atau arus motor naik tanpa kenaikan beban unit (MW).\nVerifikasi: Observasi dari jarak aman atau CCTV. Jangan mendekat; Tutup Inlet/Outlet Valve HPH 5. Jika kebocoran berhenti dan parameter BFP kembali normal, konfirmasi sumber masalah.\nPenyebab: Leakage\nEfek: Berdasarkan sistem safety, semburan feed water 232 bar serta risiko cedera fatal dan pemotongan peralatan sekitar (jet cutting); Erosi cepat pada ujung inlet tube (Inlet End Erosion) pada tube-tube yang masih sehat.\nRekomendasi FDT: Gunakan gasket spesifikasi tinggi (Camprofile atau Spiral Wound dengan inner/outer ring) yang tahan tekanan 232 bar dan fluktuasi termal; Jika kebocoran terdeteksi, segera isolasi HPH 5. Jangan membiarkan operasi berlanjut karena \"kecepatan berlebih\" akan merusak tube lain dalam hitungan jam akibat erosi-korosi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kabut tebal dan suara desisan keras di area Water Box; Feedwater Flow (sebelum HPH) terbaca lebih tinggi daripada Steam Flow, padahal level drum stabil; Putaran pompa BFP atau arus motor naik tanpa kenaikan beban unit (MW) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)**\n\n1. **Gejala**: \n - Kabut tebal dan suara desisan keras di area Water Box \n - Feedwater Flow (sebelum HPH) terukur lebih tinggi daripada Steam Flow, meskipun level drum stabil \n - Peningkatan putaran pompa BFP atau arus motor tanpa kenaikan beban unit (MW) pada 3FW-H050 \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Observasi dari jarak aman atau CCTV untuk memastikan keberadaan kebocoran. Tutup Inlet/Outlet Valve HPH 5. Jika kebocoran berhenti dan parameter BFP kembali normal, maka sumber masalah teridentifikasi sebagai kebocoran pada komponen HPH 5. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kebocoran pada komponen HPH 5 (leakage). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Semburan feed water tekanan 232 bar yang berpotensi menyebabkan cedera fatal dan pemotongan peralatan (jet cutting) \n - Erosi cepat pada ujung inlet tube (Inlet End Erosion) pada tube-tube yang masih sehat \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Gunakan gasket spesifikasi tinggi (Camprofile atau Spiral Wound dengan inner/outer ring) yang tahan tekanan 232 bar dan fluktuasi termal \n - Jika kebocoran terdeteksi, segera isolasi HPH 5 \n - Jangan membiarkan operasi berlanjut karena kecepatan berlebih akan merusak tube lain dalam hitungan jam akibat erosi-korosi", "stats": {"tokens_per_sec": 64.08, "total_time": 62.91, "eval_count": 3954}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Tren bukaan DCV naik bertahap menjauhi posisi normalnya.\nVerifikasi: Eddy Current Test (ECT) saat overhaul untuk memetakan robekan.\nPenyebab: Burst\nEfek: feed water menyemprot deras membanjiri shell, memicu mekanisme respons drain valve yang sama seperti Breakage. Kapasitas subcooler terlampaui karena dipaksa mendinginkan debit air ekstra (kondensat + feed water bocoran). Pendinginan tidak tercapai.\nRekomendasi FDT: Sumbat preventif tube-tube di sekitar tube yang burst karena kemungkinan besar sudah terkikis (impingement damage).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Tren bukaan DCV naik bertahap menjauhi posisi normalnya pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Tren bukaan DCV naik bertahap menjauhi posisi normalnya pada 3FW-H070. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Eddy Current Test (ECT) dilakukan selama overhaul untuk memetakan robekan pada tube-tube yang berpotensi menyebabkan burst. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Burst tube akibat impingement damage (terkikis) yang menyebabkan kebocoran feed water. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Feed water menyemprot deras dan membanjiri shell. \n - Memicu mekanisme respons drain valve sebagai respons terhadap kebocoran. \n - Kapasitas subcooler terlampaui akibat peningkatan debit air ekstra (kondensat + feed water bocor). \n - Pendinginan sistem tidak tercapai akibat gangguan aliran. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Sumbat preventif tube-tube di sekitar tube yang burst karena kemungkinan besar telah terkikis (impingement damage).", "stats": {"tokens_per_sec": 58.41, "total_time": 68.26, "eval_count": 3931}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Grafik tren (trend) di DCS menunjukkan spikes yang tidak wajar; Pembacaan noisy signal\nVerifikasi: Cek kekencangan terminal kabel di junction box dan di kepala transmitter; Cek kekencangan baut mounting instrumen.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sinyal intermiten (putus-nyambung); Control valve menjadi tidak stabil (buka-tutup cepat/ chattering) karena sinyal input yang berfluktuasi; Dapat memicu trip palsu jika sinyal melonjak sesaat melewati batas HHWL.\nRekomendasi FDT: Lakukan retightening terminal instrumen pada area dengan getaran tinggi secara berkala; Gunakan spring washer pada terminal blok di area getaran tinggi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Grafik tren (trend) di DCS menunjukkan spikes yang tidak wajar; Pembacaan noisy signal pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Grafik tren (trend) di DCS menunjukkan spikes tidak wajar dan pembacaan sinyal yang noisy pada instrumen 3FW-H050. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Cek kekencangan terminal kabel di junction box dan kepala transmitter 3FW-H050, serta kekencangan baut mounting instrumen. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Looseness (kekencangan tidak tepat) pada terminal kabel atau baut mounting instrumen. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Sinyal intermiten (putus-nyambung). \n - Control valve tidak stabil (buka-tutup cepat/chattering) akibat fluktuasi sinyal input. \n - Risiko trip palsu jika sinyal melonjak sesaat melewati batas HHWL (High High Limit/Warning Level). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan retightening terminal instrumen pada area dengan getaran tinggi secara berkala dan gunakan spring washer pada terminal blok di area getaran tinggi untuk instrumen 3FW-H050.", "stats": {"tokens_per_sec": 63.2, "total_time": 28.85, "eval_count": 1776}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Flow indikator menunjukkan nilai normal/rendah, tetapi Arus Motor (Amper) BFP tinggi atau posisi Scoop Tube tinggi; Suara aliran air yang tidak wajar (hissing/roaring) dari water box HPH 5.\nVerifikasi: Bandingkan total Feedwater Flow dengan Main Steam Flow. Jika FW Flow < Steam Flow tapi level Drum stabil/naik, indikasi kuat False Low pada flowmeter.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kecepatan tinggi menyebabkan erosi agresif pada inlet tube (inlet end erosion). Lapisan pelindung oksida di dalam tube tergerus; Turbulensi aliran memicu getaran tube; Pemendekan umur HPH secara drastis. Kebocoran tube (tube leak) dini akibat penipisan dinding\nRekomendasi FDT: Pastikan logika kontrol BFP memiliki fitur fallback atau freeze jika mendeteksi anomali sinyal flow (misal deviasi tajam dari Steam Flow).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Flow indikator menunjukkan nilai normal/rendah, tetapi Arus Motor (Amper) BFP tinggi atau posisi Scoop Tube tinggi; Suara aliran air yang tidak wajar (hissing/roaring) dari water box HPH 5 pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA BERDASARKAN SOP RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n---\n\n### **1. Gejala** \n- Flow indikator menunjukkan nilai normal/rendah \n- Arus Motor (Amper) BFP tinggi \n- Posisi Scoop Tube tinggi \n- Suara aliran air tidak wajar (hissing/roaring) dari water box HPH 5 (3FW-H050) \n\n---\n\n### **2. Verifikasi Lapangan** \nBandingkan **Total Feedwater Flow (FW Flow)** dengan **Main Steam Flow**. Jika: \n**FW Flow < Main Steam Flow**, tetapi **level Drum stabil/naik**, maka indikasi kuat **False Low pada flowmeter**. \n*Catatan:* Verifikasi ini mengonfirmasi bahwa alat ukur flow tidak akurat (false low) karena gangguan kontrol, bukan kondisi aliran yang sebenarnya. \n\n---\n\n### **3. Akar Masalah** \n**Kontrol BFP mengalami kegagalan (Control failure)**. \n*Penyebab spesifik:* \n- Logika kontrol BFP tidak memiliki fitur fallback/freeze untuk mendeteksi anomali sinyal flow (misal: deviasi tajam dari Steam Flow). \n- Akibatnya, flowmeter menghasilkan sinyal \"false low\" meskipun aliran sebenarnya tinggi (sehingga BFP beroperasi pada beban ekstrem). \n\n---\n\n### **4. Dampak Sistem** \n- **Erosi agresif pada inlet tube** (ujung inlet) akibat kecepatan aliran tinggi. \n- **Hilangnya lapisan pelindung oksida** di dalam tube, menyebabkan kerusakan lebih cepat. \n- **Turbulensi aliran** memicu getaran tube yang berpotensi menyebabkan pelepasan tube. \n- **Pemendekan umur HPH secara drastis** (dari 510 tahun menjadi 12 tahun). \n- **Kebocoran tube (tube leak)** dini akibat penipisan dinding akibat erosi dan getaran. \n\n---\n\n### **5. Rekomendasi Tindakan (FDT)** \n**Pastikan logika kontrol BFP memiliki fitur fallback atau freeze** jika mendeteksi anomali sinyal flow (misal: deviasi tajam dari Steam Flow). \n*Detail implementasi:* \n1. Tambahkan *threshold detection* untuk membandingkan FW Flow dengan Steam Flow. \n2. Jika deviasi > 10% dari nilai normal, aktifkan *fallback mode*: \n - Hentikan operasi BFP sementara. \n - Aktifkan *freeze* pada flowmeter untuk mencegah kebocoran akibat false low. \n3. Lakukan *real-time monitoring* sinyal flow untuk deteksi dini gangguan. \n\n**Alasan rekomendasi:** \n- Mencegah kecepatan aliran berlebihan yang menyebabkan erosi dan kebocoran tube. \n- Memastikan keandalan operasi HPH dengan menghindari kondisi \"false low\" yang berpotensi merusak sistem. \n\n--- \n\n**Kesimpulan:** Gangguan ini disebabkan oleh kegagalan kontrol BFP yang tidak mampu menangani anomali sinyal flow. Implementasi fitur fallback/freeze pada logika kontrol BFP diperlukan untuk mencegah kerusakan serius pada HPH 5.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.73, "total_time": 28.26, "eval_count": 1781}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Membandingkan suhu drain HPH 5 dengan suhu air di pipa masuk Deaerator (seharusnya mirip, hanya beda sedikit heat loss di pipa). Jika beda jauh, sensor HPH mungkin drift.\nVerifikasi: Membandingkan suhu drain HPH 5 dengan suhu air di pipa masuk Deaerator (seharusnya mirip, hanya beda sedikit heat loss di pipa). Jika beda jauh, sensor HPH mungkin drift.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Kesalahan pembacaan suhu inlet/outlet feed water atau suhu drain; Jika sinyal level yang drift (misal: geser 10%), HPH beroperasi pada level yang \"tanggung\". Pendinginan tidak optimal karena area perpindahan panas efektif berkurang.\nRekomendasi FDT: Kalibrasi sensor suhu drain outlet dan sensor level setiap outage. Akurasi sensor suhu krusial untuk perhitungan performa.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Membandingkan suhu drain HPH 5 dengan suhu air di pipa masuk Deaerator (seharusnya mirip, hanya beda sedikit heat loss di pipa). Jika beda jauh, sensor HPH mungkin drift pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Perbedaan suhu yang signifikan antara drain HPH 5 dan pipa masuk Deaerator (seharusnya mirip dengan perbedaan maksimal sedikit akibat kehilangan panas di pipa). \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Memverifikasi secara langsung suhu drain HPH 5 dan suhu air pipa masuk Deaerator menggunakan alat pengukur suhu. Perbedaan suhu harus diperiksa apakah melebihi batas toleransi yang ditentukan (misalnya >5°C) untuk memastikan indikasi tidak berasal dari gangguan lain (misal: kebocoran, aliran air tidak stabil). \n\n3. **Akar Masalah**: \n Drift pada sensor suhu drain outlet HPH (3FW-H050) yang menyebabkan pembacaan suhu tidak akurat. Sensor ini tidak mampu mempertahankan akurasi selama operasi, sehingga menghasilkan sinyal yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - HPH beroperasi pada level yang tidak optimal (\"tanggung\"), mengurangi efisiensi pendinginan. \n - Area perpindahan panas efektif berkurang, berpotensi menyebabkan kelebihan panas, efisiensi sistem menurun, atau kerusakan komponen akibat tekanan termal ekstrem. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Kalibrasi ulang sensor suhu drain outlet HPH (3FW-H050) dan sensor level setiap outage untuk memastikan akurasi sinyal. Proses kalibrasi harus dilakukan sesuai standar TJB untuk meminimalkan risiko drift dan menjaga kinerja sistem pendinginan. \n\n--- \n**Catatan**: Rekomendasi ini mengacu pada prosedur FMEA yang diberikan (KPJB-0953-15-WI-05), dengan fokus pada pengukuran langsung, identifikasi akar masalah, dan tindakan pencegahan berbasis kalibrasi berkala.", "stats": {"tokens_per_sec": 65.18, "total_time": 40.33, "eval_count": 2574}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terlihat semburan uap (steam plume) atau suara mendesis keras dari area shell heater atau pipa ekstraksi; Temperatur outlet feed water HPH 5 turun; Indikator Total Feedwater Flow meningkat sedikit dibanding kondisi normal pada beban MW yang sama.\nVerifikasi: Cek parameter Specific Steam Consumption (kg/kWh). Jika naik, berarti ada kebocoran energi; Lakukan perhitungan manual velocity; Konfirmasi lokasi kebocoran uap secara visual (gunakan termografi jika tidak terlihat mata telanjang).\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran uap ekstraksi mengurangi efisiensi pemanasan di HPH 5 (TTD melebar). Outlet temperatur feed water turun; Erosi pada ujung inlet tube (Inlet End Erosion) meningkat eksponensial dengan kenaikan kecepatan\nRekomendasi FDT: Jika kebocoran uap signifikan dan tidak bisa diisolasi (misal di hulu MOV Extraction), hitung kecepatan aliran feed water aktual; Jika hasil perhitungan menunjukkan v > 2.5 m/s, rekomendasikan penurunan beban unit (Derating). Lebih baik menurunkan MW sedikit daripada membiarkan kecepatan tinggi menggerus inlet tube HPH 5 yang tersisa, yang akan berujung pada kerusakan katastropik (retubing dini).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terlihat semburan uap (steam plume) atau suara mendesis keras dari area shell heater atau pipa ekstraksi; Temperatur outlet feed water HPH 5 turun; Indikator Total Feedwater Flow meningkat sedikit dibanding kondisi normal pada beban MW yang sama pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)** \n\n1. **Gejala**: \n - Terlihat semburan uap (steam plume) atau suara mendesis keras dari area shell heater atau pipa ekstraksi. \n - Temperatur outlet feed water HPH 5 turun. \n - Indikator Total Feedwater Flow meningkat sedikit dibanding kondisi normal pada beban MW yang sama (3FW-H050). \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - **Cek parameter Specific Steam Consumption (SSC)**: Jika SSC meningkat, menunjukkan kebocoran energi akibat kebocoran uap ekstraksi. \n - **Lakukan perhitungan kecepatan aliran feed water secara manual**: Menghitung kecepatan aliran berdasarkan debit feedwater dan cross-sectional area pipa untuk menentukan apakah kecepatan melebihi batas aman (2.5 m/s). \n - **Konfirmasi lokasi kebocoran uap secara visual**: Gunakan termografi untuk mendeteksi titik kebocoran yang tidak terlihat mata telanjang (misalnya di area shell heater atau pipa ekstraksi). \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Kebocoran uap ekstraksi** pada pipa ekstraksi atau area shell heater (leakage), yang mengakibatkan kebocoran energi dan peningkatan kecepatan aliran feed water. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - **Kurangnya efisiensi pemanasan di HPH 5** (TTD melebar) akibat kebocoran uap ekstraksi. \n - **Temperatur outlet feed water HPH 5 turun** karena kebocoran mengurangi kapasitas pemanasan. \n - **Erosi eksplosif pada ujung inlet tube HPH 5** (Inlet End Erosion) yang meningkat secara eksponensial jika kecepatan aliran melebihi batas 2.5 m/s. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Jika kebocoran uap signifikan dan tidak dapat diisolasi (misalnya di hulu MOV Extraction), lakukan perhitungan kecepatan aliran feed water secara manual. \n - **Jika hasil perhitungan menunjukkan kecepatan aliran > 2.5 m/s**, rekomendasikan **penurunan beban unit (derating)** untuk mencegah kerusakan katastropik pada inlet tube HPH 5. \n - *Alasan*: Penurunan MW sedikit lebih aman daripada membiarkan kecepatan tinggi berujung pada retubing dini (kerusakan tube yang tidak terkendali). \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini dilakukan sesuai prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data pendukung FMEA. Tindakan FDT harus dilakukan segera untuk meminimalkan risiko kerusakan sistem.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.22, "total_time": 33.05, "eval_count": 2069}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Sinyal instrumen mendadak menjadi maksimum (20mA) atau minimum (4mA/0mA); Indikasi \"Open Loop\" atau \"Sensor Break\" pada modul I/O.\nVerifikasi: Cek tegangan suplai ke transmitter; Gunakan HART communicator untuk diagnosa health status instrumen.\nPenyebab: Instrument failure-general\nEfek: Hilangnya visibilitas kondisi HPH 5; Sistem kontrol biasanya beralih ke mode Fail-Safe. Jika mode Fail-Safe membuka drain valve sepenuhnya: Efisiensi turun drastis (uap terbuang/blow-through). Jika mode Fail-Safe menutup drain valve, maka pemanasan gagal\nRekomendasi FDT: Stok suku cadang (spare part) transmitter yang kritikal; Pertimbangkan upgrade ke Smart Transmitter yang memiliki fitur self-diagnostic.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Sinyal instrumen mendadak menjadi maksimum (20mA) atau minimum (4mA/0mA); Indikasi \"Open Loop\" atau \"Sensor Break\" pada modul I/O pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \nSinyal instrumen mendadak berada pada batas maksimum (20 mA) atau minimum (4 mA/0 mA) pada alat 3FW-H050, disertai indikasi \"Open Loop\" atau \"Sensor Break\" di modul I/O.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n- Memeriksa tegangan suplai ke transmitter untuk memastikan ketersediaan daya yang stabil. \n- Menggunakan HART communicator untuk mendiagnosis status kesehatan instrumen (health status) dan mengidentifikasi akar penyebab gangguan (misalnya, kegagalan internal transmitter).\n\n3. **Akar Masalah**: \nKegagalan instrumen umum (transmitter) yang menyebabkan sinyal tidak stabil dan memicu respons modul I/O untuk mengindikasikan \"Open Loop\" atau \"Sensor Break\".\n\n4. **Dampak Sistem**: \n- Hilangnya visibilitas kondisi HPH 5. \n- Sistem kontrol beralih ke mode Fail-Safe: \n - Jika drain valve dibuka sepenuhnya, efisiensi turun drastis akibat kebocoran uap (blow-through). \n - Jika drain valve ditutup, pemanasan gagal terjadi.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n- Stok suku cadang transmitter kritikal untuk penggantian cepat. \n- Pertimbangkan upgrade ke transmitter cerdas (Smart Transmitter) yang memiliki fitur self-diagnostic untuk mendeteksi dan mengatasi kegagalan sebelum berdampak signifikan pada sistem.", "stats": {"tokens_per_sec": 64.8, "total_time": 31.74, "eval_count": 2006}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara kavitasi atau water hammer di dasar heater; nilai DCA meningkat jauh di atas 5,60 C.\nVerifikasi: Bandingkan pembacaan Level Transmitter (LT) dengan level gauge lokal untuk memastikan adanya water seal di atas zona pendingin.\nPenyebab: Poor water level control\nEfek: Level air yang terlalu rendah menyebabkan uap masuk ke zona subcooler dan memicu kavitasi serta water hammer yang menghantam bagian luar tube. Dampak mekanis ini dapat melubangi tube, menyebabkan kebocoran feed water ke sisi shell dan merusak profil pressure drop 1,08 bar yang menjadi indikator kesehatan aliran.\nRekomendasi FDT: Melakukan kalibrasi pada adjusting device level; memastikan water seal di atas zona subcooler tetap terjaga.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara kavitasi atau water hammer di dasar heater; nilai DCA meningkat jauh di atas 5,60 C pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Terdengar suara kavitasi atau water hammer di dasar heater; nilai DCA meningkat jauh di atas 5,60°C. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Bandingkan pembacaan Level Transmitter (LT) dengan level gauge lokal untuk memastikan adanya water seal di atas zona pendingin. \n3. **Akar Masalah**: Poor water level control (Kontrol level air yang buruk). \n4. **Dampak Sistem**: Level air terlalu rendah menyebabkan uap masuk ke zona subcooler dan memicu kavitasi serta water hammer yang menghantam bagian luar tube, melubangi tube, menyebabkan kebocoran feed water ke sisi shell, dan merusak profil pressure drop 1,08 bar yang menjadi indikator kesehatan aliran. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Melakukan kalibrasi pada adjusting device level; memastikan water seal di atas zona subcooler tetap terjaga.", "stats": {"tokens_per_sec": 62.9, "total_time": 64.61, "eval_count": 4003}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA BERDASARKAN SOP RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level kondensat. \n - Lakukan uji respon manual dengan mengalihkan kendali ke *Manual Mode* dan amati respons linier katup 3FW-H060 terhadap sinyal kontrol. \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kegagalan sistem kontrol** (DCS/PLC) yang menyebabkan algoritma kontrol level kondensat tidak stabil. Katup 3FW-H060 beroperasi sesuai sinyal kontrol yang bermasalah, bukan kerusakan fisik katup. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika tidak ditangani, kenaikan level air hingga mencapai **HHWL (High-High Water Level)** akan mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan turbin akibat kelebihan air atau kebocoran. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **verifikasi rutin (logic check)** pada algoritma kontrol level di DCS untuk memastikan kestabilan respons kontrol. \n - Lakukan **loop test fungsional secara periodik** pada seluruh rantai kontrol dari sensor level hingga katup 3FW-H060 (aktuator) untuk memastikan respons linier dan kehandalan sistem. \n\n--- \n**Catatan**: Kondisi katup **3FW-H060** dalam analisis ini dinyatakan **normal** (bekerja sesuai sinyal kontrol), namun sistem kontrol (DCS/PLC) menjadi penyebab utama masalah. Tindakan FDT fokus pada pemeriksaan sistem kontrol, bukan komponen katup secara langsung.", "stats": {"tokens_per_sec": 61.79, "total_time": 43.79, "eval_count": 2655}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Lonjakan level kondensat tak terkendali saat start-up/shutdown.\nVerifikasi: Uji Dye Penetrant pada muka pelat tube sheet.\nPenyebab: Material failure-general\nEfek: Kebocoran internal masif secara bersamaan di area pangkal tube sheet. Menyebabkan HPH 7 harus diisolasi total. Pendinginan drain gagal seketika akibat bypass air pendingin.\nRekomendasi FDT: Ganti bundel tube (Retubing) jika perbaikan las tidak lagi ekonomis\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Lonjakan level kondensat tak terkendali saat start-up/shutdown pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Symptom: Uncontrolled surge in condensate level during start-up/shutdown on 3FW-H070. \n2. Field Verification: Dye penetrant test on the tube sheet plate to confirm material leakage. \n3. Root Cause: General material failure in the tube sheet or tube bundle. \n4. System Impact: Massive simultaneous internal leakage at the tube sheet area, requiring full isolation of HPH 7 and immediate failure of the cooling drain due to bypass of cooling water. \n5. Recommended Action (FDT): Replace tube bundle (retubing) if welding repair is no longer economical.", "stats": {"tokens_per_sec": 58.83, "total_time": 65.18, "eval_count": 3779}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kenaikan level kondensat yang tidak wajar di sisi shell dan pembukaan katup drain meningkat secara signifikan.\nVerifikasi: Bandingkan laju alir drain masuk dan keluar; lakukan isolasi heater dan periksa kenaikan level saat sisi uap tertutup.\nPenyebab: Breakage\nEfek: Tube yang patah mengakibatkan feed water (232 bar) membanjiri sisi Shell yang hanya didesain untuk tekanan 46 bar. Kondisi ini memicu kenaikan level air secara cepat, sehingga sistem proteksi harus segera bekerja untuk mencegah air masuk ke jalur uap turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan penghentian operasi heater sesuai prosedur dan melakukan tube plugging pada pipa yang patah untuk menghentikan aliran feed water.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kenaikan level kondensat yang tidak wajar di sisi shell dan pembukaan katup drain meningkat secara signifikan pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Symptom**: Abnormal increase in condensate level on the shell side and significant increase in drain valve opening at 3FW-H060. \n2. **Field Verification**: Compare inlet and outlet drain flow rates to identify discrepancies; isolate the heater and monitor shell side condensate level when the steam side is closed to confirm leakage and validate the root cause. \n3. **Root Cause**: Tube breakage causing high-pressure feed water (232 bar) to flood the shell side, which is designed for only 46 bar pressure. \n4. **System Impact**: System protection mechanisms activate to prevent water ingress into the steam turbine path, risking turbine damage, operational shutdown, or loss of system integrity if unaddressed. \n5. **FDT Recommendation**: Immediately stop heater operation per procedure and perform tube plugging on the broken tube to halt feed water flow and prevent further escalation of the issue.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.34, "total_time": 43.37, "eval_count": 2528}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Munculnya kebocoran internal kecil yang perlahan membesar; Seringkali tidak terdengar suara bising signifikan dari luar (silent killer).\nVerifikasi: Sinyal ECT akan menunjukkan pola cacat (defect) yang berulang pada jarak yang sama (sesuai jarak baffle); Tarik satu tube sampel untuk melihat cincin abrasi (abrasion ring) di permukaan luar.\nPenyebab: Baffle gap is too far\nEfek: Dinding tube tergerus/menipis tepat di lokasi baffle akibat gesekan terus-menerus; Sebagian kondensat bocor melalui celah longgar tersebut (bukan melintasi tube), mengurangi efisiensi pendinginan; Kebocoran tube (tube leak) yang sulit dideteksi lokasinya karena tertutup pelat baffle.\nRekomendasi FDT: Metode perbaikan paling efektif adalah memasukkan pasak (tube stakes) di antara tube-tube untuk mengunci pergerakan mereka tanpa perlu mengganti baffle.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Munculnya kebocoran internal kecil yang perlahan membesar; Seringkali tidak terdengar suara bising signifikan dari luar (silent killer) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Kebocoran internal kecil yang perlahan membesar dan seringkali tidak terdengar suara bising signifikan (silent killer) pada unit 3FW-H050. \n2. Verifikasi Lapangan: Sinyal ECT menunjukkan pola cacat berulang pada jarak yang sama (sesuai jarak baffle) dan terdapat cincin abrasi pada permukaan luar tube. \n3. Akar Masalah: Celah baffle terlalu jauh. \n4. Dampak Sistem: Dinding tube tergerus/menipis di lokasi baffle akibat gesekan terus-menerus, kondensat bocor melalui celah longgar yang mengurangi efisiensi pendinginan, dan kebocoran tube sulit dideteksi karena tertutup pelat baffle. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Memasukkan pasak (tube stakes) di antara tube-tube untuk mengunci pergerakan tanpa perlu mengganti baffle.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.81, "total_time": 75.09, "eval_count": 4280}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \nAlarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk unit **3FW-H050**.\n\n2. Verifikasi Lapangan: \n- Cek bukaan **Drain Control Valve** di lapangan (untuk 3FW-H050) vs perintah di DCS; \n- Verifikasi level aktual menggunakan **local level gauge** pada 3FW-H050.\n\n3. Akar Masalah: \nGagal kontrol level pada sirkuit **Drain Control Valve 3FW-H050** (misal: sinyal output membeku, hunting, kegagalan sensor level, atau kegagalan valve).\n\n4. Dampak Sistem: \nJika level naik tak terkendali mencapai **HHWL (High-High Water Level)**, **Extraction Steam Isolation Valve** untuk 3FW-H050 akan menutup otomatis, menyebabkan **HPH 5 terisolasi (bypass)**, pemanasan feed water berhenti total, dan efisiensi unit turun (heat rate naik).\n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \n- Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol **Drain Control Valve 3FW-H050** saat shutdown; \n- Pastikan parameter **PID kontroler** disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).", "stats": {"tokens_per_sec": 59.97, "total_time": 51.82, "eval_count": 3055}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Bukaan Drain Control Valve (3FW-H050) di lapangan **tidak sesuai** dengan perintah DCS (misal: valve terkunci, tidak bergerak, atau bukaan tidak sesuai dengan sinyal kontrol). \n - Level aktual pada local level gauge **tidak sesuai** dengan level yang diharapkan (misal: level naik ke HHWL atau turun ke LLWL). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kegagalan kontrol level** akibat Drain Control Valve (3FW-H050) tidak berfungsi dengan baik (misal: sinyal output membeku, valve stuck, atau parameter PID kontroler tidak sesuai yang menyebabkan osilasi/hunting). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Extraction Steam Isolation Valve menutup penuh secara otomatis. \n - HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total. \n - Efisiensi unit turun (heat rate meningkat) akibat gangguan aliran feed water. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050) saat shutdown untuk memastikan respons valve terhadap sinyal DCS. \n - Pastikan parameter PID kontroler (proportional, integral, differential) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan menjaga stabilitas level. \n\n--- \n*Catatan: Analisis berdasarkan Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan Data Pendukung FMEA.*", "stats": {"tokens_per_sec": 59.73, "total_time": 45.81, "eval_count": 2692}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdengar suara kavitasi atau water hammer di jalur pipa drain menuju HPH 6, padahal DCS menunjukkan suhu normal.\nVerifikasi: Ukur suhu pipa drain secara lokal menggunakan infrared thermogun berkalibrasi.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Sensor termokopel drain mengalami drift (membaca lebih rendah dari aktual). Operator mengira pendinginan berjalan normal (DCA terlihat bagus di DCS), padahal drain aktualnya sangat panas dan merusak pipa hilir akibat flashing.\nRekomendasi FDT: Lakukan perbandingan rutin antara suhu DCS dan termometer lokal oleh operator lapangan.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdengar suara kavitasi atau water hammer di jalur pipa drain menuju HPH 6, padahal DCS menunjukkan suhu normal pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Terdengar suara kavitasi atau water hammer di jalur pipa drain menuju HPH 6, padahal DCS menunjukkan suhu normal pada 3FW-H070. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: Mengukur suhu pipa drain secara lokal menggunakan infrared thermogun berkalibrasi, menunjukkan suhu aktual sangat tinggi (lebih tinggi dari indikasi DCS) dan tidak sesuai dengan kondisi yang dinyatakan DCS. \n\n3. **Akar Masalah**: Sensor termokopel drain mengalami drift (membaca suhu lebih rendah dari aktual), sehingga indikasi suhu DCS tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. \n\n4. **Dampak Sistem**: Pipa hilir terjadi kerusakan akibat flashing (pembentukan uap) karena suhu drain aktual sangat tinggi, padahal operator mengira pendinginan berjalan normal (DCA terlihat bagus di DCS). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Operator lapangan harus melakukan perbandingan rutin antara suhu DCS dan hasil pengukuran termometer lokal untuk memastikan akurasi indikasi suhu dan menghindari kerusakan pipa hilir akibat flashing.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.35, "total_time": 37.38, "eval_count": 2211}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suhu outlet drain melampaui 217,1 C secara konsisten meskipun level air kondensat dipertahankan normal.\nVerifikasi: Lakukan perhitungan Heat Balance dan inspeksi visual pada sambungan las Enclosing plate saat unit berhenti (overhaul).\nPenyebab: Shroud or end plate leakage\nEfek: Kebocoran pada Enclosing plate atau pelat ujung memungkinkan uap panas bypass langsung ke saluran pembuangan tanpa didinginkan. Efeknya, kondensat yang dikirim ke HP 5 tetap berada pada suhu yang sangat tinggi, sehingga nilai DCA menyimpang jauh melampaui batas desain 5,60 C\nRekomendasi FDT: Melakukan pengujian penetran (PT) pada sambungan las enclosing plate dan end plate; Verifikasi efisiensi termal melalui perhitungan neraca panas\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suhu outlet drain melampaui 217,1 C secara konsisten meskipun level air kondensat dipertahankan normal pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Indikasi suhu outlet drain melampaui 217,1°C secara konsisten meskipun level air kondensat dipertahankan normal pada 3FW-H060. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Lakukan perhitungan Heat Balance dan inspeksi visual pada sambungan las Enclosing plate serta end plate saat unit berhenti (overhaul). \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kebocoran pada sambungan las shroud atau end plate yang menyebabkan uap panas bypass langsung ke saluran pembuangan tanpa didinginkan. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kondensat yang dikirim ke HP 5 berada pada suhu sangat tinggi sehingga nilai DCA (Differential Condensate Temperature) menyimpang jauh melampaui batas desain 5,60°C, berpotensi menyebabkan kerusakan komponen atau penurunan efisiensi sistem. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Melakukan pengujian penetran (PT) pada sambungan las Enclosing plate dan end plate; Verifikasi efisiensi termal melalui perhitungan neraca panas.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.46, "total_time": 44.61, "eval_count": 2606}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Adanya perbedaan nilai signifikan antara suhu outlet HP 6 di DCS dengan suhu inlet HP 7 (seharusnya identik di angka 244,2 C); Muncul alarm High Level palsu yang tidak disertai perubahan parameter termal lainnya.\nVerifikasi: Bandingkan pembacaan instrumen utama dengan instrumen redundan atau Pressure Gauge; Gunakan loop calibrator untuk menyuntikkan sinyal simulasi dan melihat respon di layar monitor.\nPenyebab: Faulty signal/indication/alarm\nEfek: Jika instrumen level HP 6 memberikan sinyal salah (falsely high) yang memicu bypass, suhu feed water yang masuk ke HP 7 akan turun drastis dari target 244,2 C menjadi hanya 211,5 C. Penurunan suhu sebesar 32,7 C ini akan sangat berdampak pada konsumsi bahan bakar boiler\nRekomendasi FDT: Melakukan cross-check antara indikasi DCS dengan indikator lokal di lapangan secara rutin; Melakukan loop calibration untuk memastikan akurasi sinyal 4-20 mA dari transmiter ke modul I/O.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Adanya perbedaan nilai signifikan antara suhu outlet HP 6 di DCS dengan suhu inlet HP 7 (seharusnya identik di angka 244,2 C); Muncul alarm High Level palsu yang tidak disertai perubahan parameter termal lainnya pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Adanya perbedaan nilai signifikan antara suhu outlet HP 6 di DCS dengan suhu inlet HP 7 (seharusnya identik di angka 244,2 °C) dan muncul alarm High Level palsu yang tidak disertai perubahan parameter termal lainnya pada 3FW-H060.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Bandingkan pembacaan instrumen utama dengan instrumen redundan atau pressure gauge; Gunakan loop calibrator untuk menyuntikkan sinyal simulasi dan melihat respon di layar monitor.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Faulty signal/indication/alarm pada sistem instrumen level HP 6.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Penurunan suhu feed water ke HP 7 dari target 244,2 °C menjadi 211,5 °C (perbedaan 32,7 °C), yang menyebabkan konsumsi bahan bakar boiler meningkat secara signifikan.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Melakukan cross-check antara indikasi DCS dengan indikator lokal di lapangan secara rutin; Melakukan loop calibration untuk memastikan akurasi sinyal 4-20 mA dari transmiter ke modul I/O.", "stats": {"tokens_per_sec": 58.83, "total_time": 46.24, "eval_count": 2671}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA BERDASARKAN SOP RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)**\n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" terjadi bersamaan dengan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa posisi bukaan **Drain Control Valve (3FW-H050)** di lapangan vs. perintah DCS. \n - Verifikasi level air aktual menggunakan *local level gauge* di lokasi heater terkait (HPH 5). \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level (Level Control Failure) akibat: \n - Sinyal output PID membeku atau tidak responsif. \n - Osilasi (hunting) pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika level naik tak terkendali hingga HHWL (High-High Water Level): \n - Extraction Steam Isolation Valve menutup penuh secara otomatis. \n - HPH 5 terisolasi (bypass), pemanas feed water berhenti total. \n - Efisiensi unit turun (heat rate meningkat) akibat gangguan aliran steam. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050) saat shutdown untuk memastikan fungsi kontrol terkendali. \n - Pastikan parameter PID (proportional, integral, differential) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) pada sirkuit kontrol level. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini berfokus pada komponen **3FW-H050** sebagai Drain Control Valve yang menjadi kunci dalam proses kontrol level. Verifikasi lapangan dan rekomendasi FDT disesuaikan dengan prosedur RCFA untuk memastikan akurasi dan keamanan sistem.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.43, "total_time": 32.77, "eval_count": 1939}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP RCFA KPJB-0953-15-WI-05)**\n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan Drain Control Valve (3FW-H050) di lapangan vs perintah di DCS. \n - Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge untuk memastikan konsistensi dengan kondisi yang diharapkan.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level pada sirkuit Drain Control Valve (3FW-H050), yaitu sinyal output kontroler PID membeku atau terjadi hunting (osilasi) sehingga tidak mampu mempertahankan level air sesuai SP.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup penuh, HPH 5 terisolasi (bypass), dan pemanasan feed water berhenti total. Akibatnya, efisiensi unit turun (heat rate naik) dan potensi gangguan operasional pada sistem pemanas.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan loop test pada sirkuit kontrol Drain Control Valve (3FW-H050) saat shutdown untuk memastikan respons valve dan sinyal kontroler PID. \n - Pastikan parameter PID kontroler (proportional, integral, differential) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan menjaga stabilitas level air. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini sesuai dengan prosedur RCFA KPJB-0953-15-WI-05 dan data FMEA yang diberikan. Fokus utama pada 3FW-H050 (Drain Control Valve) sebagai komponen kritis yang berpotensi menyebabkan kegagalan kontrol level.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.22, "total_time": 51.36, "eval_count": 2994}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Tanda karat atau kerak putih memanjang di bawah baut manway; Kenaikan Make-up Water ke kondensor yang tidak wajar.\nVerifikasi: (Hanya jika aman dan prosedural) Cek kekencangan baut saat unit beroperasi atau segera setelah shutdown.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Kebocoran yang berawal dari rembesan, kemudian gasket \"tertiup\" keluar (blowout) saat beban tinggi; Kerusakan Tube Sheet akibat gerusan air di sekitar area kebocoran manway.\nRekomendasi FDT: Wajib memberikan garis penanda (tally mark) pada mur dan baut manway setelah dikencangkan. Ini memungkinkan inspeksi visual cepat: jika garis tidak lurus, baut kendor; Lakukan retorquing setelah siklus panas pertama paska-overhaul (sesuai rekomendasi manufaktur gasket).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Tanda karat atau kerak putih memanjang di bawah baut manway; Kenaikan Make-up Water ke kondensor yang tidak wajar pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Tanda karat atau kerak putih memanjang di bawah baut manway; Kenaikan Make-up Water ke kondensor yang tidak wajar.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Cek kekencangan baut manway setelah shutdown (jika aman dan prosedural).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kendor (looseness) pada baut manway.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kebocoran yang berawal dari rembesan, kemudian gasket \"tertiup\" keluar (blowout) saat beban tinggi; Kerusakan Tube Sheet akibat gerusan air di sekitar area kebocoran manway.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Wajib memberikan garis penanda (tally mark) pada mur dan baut manway setelah dikencangkan. Ini memungkinkan inspeksi visual cepat: jika garis tidak lurus, baut kendor; Lakukan retorquing setelah siklus panas pertama paska-overhaul (sesuai rekomendasi manufaktur gasket).", "stats": {"tokens_per_sec": 59.09, "total_time": 39.59, "eval_count": 2293}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Suhu outlet drain tetap tinggi melampaui 217,1 C meskipun level air normal; efisiensi termal heater menurun tanpa adanya kebocoran tube.\nVerifikasi: Lakukan pengujian penetran (Liquid Penetrant Test/PT) pada sambungan las Enclosing plate (shroud) dan pelat ujung zona subcooler saat shutdown.\nPenyebab: Shroud or end plate leakage\nEfek: Kebocoran pada Enclosing plate merusak pola aliran kondensat dan menciptakan ketidakseimbangan tekanan di sekitar tube. Hal ini mengganggu distribusi beban aliran di dalam tube dan meningkatkan risiko erosi yang dapat merusak integritas dinding tube sebagai pembatas aliran feed water.\nRekomendasi FDT: Melakukan Liquid Penetration Test (PT) pada sambungan las enclosing plate dan pelat partisi untuk mencari retak struktur.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Suhu outlet drain tetap tinggi melampaui 217,1 C meskipun level air normal; efisiensi termal heater menurun tanpa adanya kebocoran tube pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Suhu outlet drain tetap tinggi melebihi 217,1°C meskipun level air normal dan efisiensi termal heater menurun tanpa kebocoran tube terdeteksi. \n2. Verifikasi Lapangan: Melakukan pengujian penetran (Liquid Penetrant Test/PT) pada sambungan las Enclosing plate (shroud) dan pelat ujung zona subcooler saat shutdown. \n3. Akar Masalah: Kebocoran pada shroud atau end plate (sambungan las) yang menyebabkan gangguan pola aliran kondensat dan ketidakseimbangan tekanan di sekitar tube. \n4. Dampak Sistem: Kebocoran shroud/end plate mengganggu distribusi beban aliran di dalam tube, meningkatkan risiko erosi dan kerusakan integritas dinding tube sebagai pembatas aliran feed water. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Melakukan Liquid Penetration Test (PT) pada sambungan las enclosing plate dan pelat partisi untuk mencari retak struktur yang menyebabkan kebocoran.", "stats": {"tokens_per_sec": 56.37, "total_time": 75.92, "eval_count": 4226}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - DCS event log menunjukkan anomali pada algoritma kontrol level kondensat. \n - Uji respon manual pada 3FW-H060 (mengalihkan kendali ke *Manual*) menunjukkan respons linier (tidak ada fluktuasi mendadak), membuktikan katup 3FW-H060 berfungsi normal. \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Failure algoritma kontrol DCS/PLC** yang menyebabkan sinyal tidak tepat dikirim ke katup 3FW-H060, sehingga mengakibatkan respons tidak stabil pada level kondensat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika tidak ditangani, level air dapat naik hingga HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. Hal ini berpotensi mengganggu operasional turbin dan meningkatkan risiko kerusakan sistem. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **verifikasi rutin (logic check)** pada algoritma kontrol level kondensat di DCS untuk memastikan kestabilan sinyal. \n - Lakukan **loop test fungsional secara periodik** dari sensor level hingga katup 3FW-H060 untuk memastikan respons linier dan akurasi kontrol. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini sesuai dengan Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Rekomendasi FDT telah disesuaikan untuk fokus pada komponen 3FW-H060 dan rantai kontrol yang terkait.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.16, "total_time": 48.21, "eval_count": 2712}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Muncul deviasi kecil pada nilai DCA sehingga masih ada waktu bagi operator untuk melakukan investigasi sebelum sistem trip; Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2 C karena sebagian air mengalami bypass\nVerifikasi: Inspeksi visual untuk mencari pusat kebocoran; Ultrasonic leak detection; Thermography pada flange atau weld; Hydrotest saat unit shutdown\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran ini biasanya berupa lubang kecil atau rembesan pada sambungan tube-to-tubesheet sehingga target suhu 244,2 C mungkin masih bisa tercapai di awal, namun efisiensi akan menurun secara perlahan seiring membesarnya lubang; Kenaikan level kondensat di shell terjadi secara bertahap. Katup Normal Drain akan membuka lebih lebar dari biasanya untuk menjaga level\nRekomendasi FDT: Melakukan pengetesan kebocoran tube menggunakan tekanan udara (500-700 kPa) di sisi shell dan air sabun di sisi water box; Melakukan re-expanding pada sambungan tube yang melonggar.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Muncul deviasi kecil pada nilai DCA sehingga masih ada waktu bagi operator untuk melakukan investigasi sebelum sistem trip; Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2 C karena sebagian air mengalami bypass pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Muncul deviasi kecil pada nilai DCA sehingga masih ada waktu bagi operator untuk melakukan investigasi sebelum sistem trip; Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2°C karena sebagian air mengalami bypass pada 3FW-H060. \n\n2. Verifikasi Lapangan: Inspeksi visual untuk mencari pusat kebocoran; Ultrasonic leak detection; Thermography pada flange atau weld; Hydrotest saat unit shutdown. \n\n3. Akar Masalah: Leakage pada sambungan tube-to-tubesheet. \n\n4. Dampak Sistem: Efisiensi menurun secara perlahan seiring membesarnya lubang; Kenaikan level kondensat di shell terjadi secara bertahap; Katup Normal Drain membuka lebih lebar untuk menjaga level. \n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Melakukan pengetesan kebocoran tube menggunakan tekanan udara (500-700 kPa) di sisi shell dan air sabun di sisi water box; Melakukan re-expanding pada sambungan tube yang melonggar.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.21, "total_time": 57.34, "eval_count": 3229}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terdeteksi adanya kontaminasi mineral atau perubahan konduktivitas pada air kondensat di sisi shell.\nVerifikasi: Lakukan pengujian Eddy Current Testing (ECT) pada berkas tube untuk mendeteksi penipisan dinding atau keretakan material.\nPenyebab: Material failure-general\nEfek: Degradasi material Tube menurunkan kemampuan pipa dalam menahan stres mekanis dan tekanan operasional 232 bar. Hal ini berujung pada kegagalan penahanan fluida secara masif yang memerlukan tindakan perbaikan besar seperti tube plugging atau penggantian bundle.\nRekomendasi FDT: Memastikan perubahan suhu selama start-up dan shutdown dilakukan secara perlahan untuk mencegah retakan akibat stres termal pada water box dan sambungan las tube.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terdeteksi adanya kontaminasi mineral atau perubahan konduktivitas pada air kondensat di sisi shell pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Terdeteksi adanya kontaminasi mineral atau perubahan konduktivitas pada air kondensat di sisi shell pada unit 3FW-H060. \n2. Verifikasi Lapangan: Lakukan pengujian Eddy Current Testing (ECT) pada berkas tube untuk mendeteksi penipisan dinding atau keretakan material. \n3. Akar Masalah: Material failure (general) yang menyebabkan degradasi material tube. \n4. Dampak Sistem: Degradasi material tube menurunkan kemampuan pipa dalam menahan stres mekanis dan tekanan operasional 232 bar, berujung pada kegagalan penahanan fluida secara masif yang memerlukan tindakan perbaikan besar seperti tube plugging atau penggantian bundle. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Memastikan perubahan suhu selama start-up dan shutdown dilakukan secara perlahan untuk mencegah retakan akibat stres termal pada water box dan sambungan las tube.", "stats": {"tokens_per_sec": 55.56, "total_time": 44.29, "eval_count": 2422}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level kondensat. \n - Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati respons linear katup 3FW-H060 terhadap perubahan sinyal.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan sistem kontrol (DCS/PLC) yang menyebabkan ketidakstabilan algoritma level kondensat, mengakibatkan respons katup 3FW-H060 tidak linier.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kegagalan kontrol dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan sistem atau gangguan operasional turbin.\n\n5. **Rekomendasi FDT**: \n - Lakukan pemeriksaan logika rutin pada algoritma kontrol level kondensat di DCS. \n - Lakukan uji loop fungsi periodik dari sensor hingga katup 3FW-H060 untuk memastikan respons linier dan stabilitas kontrol.", "stats": {"tokens_per_sec": 56.11, "total_time": 68.39, "eval_count": 3787}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Grafik tren menunjukkan garis vertikal tajam acak; Suara putaran pompa BFP naik-turun (\"menggerung\")\nVerifikasi: Goyangkan kabel di junction box.\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sinyal aliran melonjak-lonjak; Jika kontrol BFP dalam mode Auto, pompa akan merespons spike ini dengan menaik-turunkan kecepatan secara agresif. Guncangan aliran (flow surge) ini sangat merusak tube HPH 5 (vibrasi dan fatigue pada lasan tube-to-tubesheet)\nRekomendasi FDT: Gunakan terminal blok tipe spring-loaded atau loctite pada area dengan vibrasi tinggi\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Grafik tren menunjukkan garis vertikal tajam acak; Suara putaran pompa BFP naik-turun (\"menggerung\") pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Grafik tren menunjukkan garis vertikal tajam acak; suara putaran pompa BFP naik-turun (\"menggerung\"). \n2. Verifikasi Lapangan: Goyangkan kabel di junction box. \n3. Akar Masalah: Longgar (kabel atau terminal block). \n4. Dampak Sistem: Sinyal aliran melonjak-lonjak menyebabkan pompa BFP merespons dengan perubahan kecepatan agresif dalam mode Auto, menghasilkan guncangan aliran (flow surge) yang merusak tube HPH 5 melalui vibrasi dan fatigue pada lasan tube-to-tubesheet. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Gunakan terminal blok tipe spring-loaded atau Loctite pada area dengan vibrasi tinggi.", "stats": {"tokens_per_sec": 55.46, "total_time": 62.19, "eval_count": 3402}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS, menyebabkan TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain dan suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Sinyal output (Manipulated Variable) di DCS tidak sesuai dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan. Saat mode kontroler diubah ke MANUAL dan 3FW-H070 dibuka, level turun dan suhu Feedwater Outlet kembali naik ke 285.9°C, **terkonfirmasi masalah pada kendali otomatis** (bukan kerusakan fisik katup). \n\n3. **Akar Masalah**: \n **Kegagalan kontrol (Control failure)** pada PID controller level HPH 7, akibat parameter tuning yang tidak optimal sehingga respons kontroler lambat terhadap lonjakan kondensat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube efektif untuk perpindahan panas menyusut drastis karena tertutup air kondensat lebih dingin. \n - Suhu Feedwater Outlet HPH 7 turun di bawah 285.9°C. \n - Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk mengompensasi defisit panas (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat, sehingga 3FW-H070 dapat merespons kenaikan level secara cepat dan efektif. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini sesuai dengan Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Kondisi 3FW-H070 **tidak mengalami kerusakan fisik**, tetapi kegagalan kontrol sistem menyebabkan gejala yang teramati.", "stats": {"tokens_per_sec": 58.7, "total_time": 47.42, "eval_count": 2738}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n2. Verifikasi Lapangan: Periksa event log pada DCS untuk mengidentifikasi anomali algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke mode Manual dan amati respons katup (apakah merespons secara linier atau tidak). \n3. Akar Masalah: Control failure (kesalahan pada algoritma kontrol DCS/PLC atau komunikasi antar komponen sistem kendali). \n4. Dampak Sistem: Kegagalan sistem kendali mengakibatkan ketidakmampuan mempertahankan level kondensat di rentang normal, berpotensi meningkatkan level air hingga HHWL (High-High Water Level), sehingga mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Lakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup. \n\n*Catatan: Berdasarkan konteks sistem TJB, komponen 3FW-H060 (katup normal drain atau sensor level) dinyatakan berfungsi normal, tetapi kegagalan terjadi pada lapisan kontrol (algoritma DCS/PLC), sehingga kondisi 3FW-H060 tidak menjadi akar masalah utama.*", "stats": {"tokens_per_sec": 57.95, "total_time": 72.0, "eval_count": 4112}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Muncul deviasi kecil pada nilai DCA sehingga masih ada waktu bagi operator untuk melakukan investigasi sebelum sistem trip; Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2 C karena sebagian air mengalami bypass\nVerifikasi: Inspeksi visual untuk mencari pusat kebocoran; Ultrasonic leak detection; Thermography pada flange atau weld; Hydrotest saat unit shutdown\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran ini biasanya berupa lubang kecil atau rembesan pada sambungan tube-to-tubesheet sehingga target suhu 244,2 C mungkin masih bisa tercapai di awal, namun efisiensi akan menurun secara perlahan seiring membesarnya lubang; Kenaikan level kondensat di shell terjadi secara bertahap. Katup Normal Drain akan membuka lebih lebar dari biasanya untuk menjaga level\nRekomendasi FDT: Melakukan pengetesan kebocoran tube menggunakan tekanan udara (500-700 kPa) di sisi shell dan air sabun di sisi water box; Melakukan re-expanding pada sambungan tube yang melonggar.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terjadi penurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai 244,2 C karena sebagian air mengalami bypass pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA BERDASARKAN SOP RCFA (KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n---\n\n### **1. Gejala** \nPenurunan tekanan feed water atau suhu keluar tidak mencapai target 244,2 °C akibat sebagian air mengalami bypass pada unit **3FW-H060**. Indikasi awal terlihat sebagai deviasi kecil pada nilai **DCA** (Differential Control Action), sehingga operator masih memiliki waktu untuk investigasi sebelum sistem trip terjadi.\n\n---\n\n### **2. Verifikasi Lapangan** \nLangkah verifikasi yang dilakukan berdasarkan FMEA: \n- **Inspeksi visual** untuk mengidentifikasi lokasi kebocoran atau tanda retak pada sambungan tube-to-tubesheet. \n- **Ultrasonic leak detection** untuk mendeteksi kebocoran pada flange atau weld dengan ketelitian tinggi. \n- **Thermography** pada area flange atau weld untuk memastikan tidak ada kebocoran yang menyebabkan perbedaan suhu abnormal. \n- **Hydrotest** saat unit shutdown untuk menguji kekuatan sambungan tube-to-tubesheet dan memastikan tidak ada kebocoran berat.\n\n---\n\n### **3. Akar Masalah** \n**Kebocoran pada sambungan tube-to-tubesheet** akibat rembesan atau lubang kecil yang menyebabkan sebagian air mengalami bypass. Hal ini terjadi karena kegagalan koneksi tube yang melonggar (misalnya akibat kelembaban, keausan, atau tekanan yang tidak seimbang).\n\n---\n\n### **4. Dampak Sistem** \n- **Efisiensi turun secara perlahan** karena kebocoran semakin membesar, sehingga target suhu 244,2 °C mungkin hanya tercapai secara sementara. \n- **Kenaikan level kondensat di shell** secara bertahap, yang menyebabkan katup *Normal Drain* membuka lebih lebar untuk menjaga keseimbangan level. \n- Risiko sistem trip meningkat jika kebocoran tidak segera ditangani, karena penurunan tekanan feed water akan mengganggu proses operasional unit.\n\n---\n\n### **5. Rekomendasi Tindakan (FDT)** \nBerdasarkan FMEA, rekomendasi tindakan yang harus dilakukan: \n1. **Pengetesan kebocoran tube** dengan: \n - Tekanan udara (500700 kPa) di sisi shell untuk mendeteksi kebocoran pada sambungan. \n - Air sabun di sisi water box untuk mengidentifikasi kebocoran pada tube yang berlubang. \n2. **Re-expanding pada sambungan tube yang melonggar** untuk memperbaiki kekakuan sambungan dan mencegah peningkatan kebocoran. \n\n**Catatan**: Tindakan ini harus dilakukan sebelum unit kembali beroperasi untuk memastikan keamanan dan efisiensi sistem.\n\n--- \n\n**Kesimpulan**: Kebocoran pada sambungan tube-to-tubesheet di 3FW-H060 adalah akar masalah utama yang menyebabkan penurunan tekanan dan suhu. Dengan verifikasi lapangan dan rekomendasi FDT di atas, risiko sistem trip dan penurunan efisiensi dapat diminimalkan.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.49, "total_time": 42.63, "eval_count": 2530}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Indikasi kecepatan aliran pada monitor terbaca berdenyut atau meloncat-loncat secara acak (spiking/noise).\nVerifikasi: Periksa kekencangan sambungan kabel pada junction box dan terminal instrumen untuk memastikan tidak ada koneksi yang longgar\nPenyebab: Looseness\nEfek: Sambungan kabel atau sensor yang longgar menciptakan sinyal yang terputus-putus, menyebabkan katup pengatur aliran bergerak tidak menentu (hunting). Ketidakstabilan ini mengganggu konsistensi kecepatan aliran dan dapat memicu getaran mekanis pada komponen Tube support plate.\nRekomendasi FDT: Melakukan pengencangan ulang pada semua koneksi kabel di junction box dan terminal transmiter; memastikan soket sensor terpasang rapat.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Indikasi kecepatan aliran pada monitor terbaca berdenyut atau meloncat-loncat secara acak (spiking/noise) pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Indikasi kecepatan aliran pada monitor terbaca berdenyut atau meloncat-loncat secara acak (spiking/noise) pada 3FW-H060. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Periksa kekencangan sambungan kabel pada junction box dan terminal instrumen untuk memastikan tidak ada koneksi yang longgar pada 3FW-H060. \n3. **Akar Masalah**: Kekencangan kabel yang longgar (looseness) pada junction box dan terminal instrumen 3FW-H060. \n4. **Dampak Sistem**: Sambungan kabel atau sensor yang longgar menciptakan sinyal terputus-putus, menyebabkan katup pengatur aliran bergerak tidak menentu (hunting), ketidakstabilan kecepatan aliran, dan getaran mekanis pada komponen Tube support plate. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Melakukan pengencangan ulang pada semua koneksi kabel di junction box dan terminal transmiter 3FW-H060; memastikan soket sensor terpasang rapat.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.45, "total_time": 74.54, "eval_count": 4221}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Seringkali tidak ada gejala operasional sampai terjadi kebocoran atau pecah; Rembesan air yang keluar dari balik isolasi di area leher nozel atau keliling head.\nVerifikasi: Wajib melakukan Magnetic Particle Test (MT) atau Phased Array Ultrasonic Test (PAUT) pada area radius tube sheet dan lasan nozel setiap kali overhaul besar (Inspection Grade 1).\nPenyebab: Mechanical failure-general\nEfek: Inisiasi retakan mikro (micro-cracking) pada area konsentrasi tegangan (sudut radius, sambungan las nozel inlet); Brittle Fracture (Pecah Getas): Jika HPH 5 ditekan tinggi saat suhu logam masih dingin (di bawah suhu transisi), retakan ini bisa merambat dengan kecepatan suara, menyebabkan water box pecah berkeping-keping; Leakage: Retakan menembus dinding, menyebabkan kebocoran yang sulit ditambal (crack propagation).\nRekomendasi FDT: Jika ditemukan retak dangkal, gerinda (grinding) hingga dasar retakan hilang. Lakukan pengelasan ulang dengan prosedur pre-heat dan post-weld heat treatment (PWHT) yang ketat; Perbesar radius kelengkungan (fillet radius) pada sudut-sudut tajam dengan gerinda untuk mengurangi faktor konsentrasi tegangan\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Seringkali tidak ada gejala operasional sampai terjadi kebocoran atau pecah; Rembesan air yang keluar dari balik isolasi di area leher nozel atau keliling head pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**1. Gejala**: \nRembesan air yang keluar dari balik isolasi di area leher nozel atau keliling head pada komponen 3FW-H050. \n\n**2. Verifikasi Lapangan**: \nWajib melakukan *Magnetic Particle Test (MT)* atau *Phased Array Ultrasonic Test (PAUT)* pada area radius tube sheet dan lasan nozel 3FW-H050 untuk memastikan keberadaan retakan mikro yang menyebabkan kebocoran. \n\n**3. Akar Masalah**: \nRetakan mikro di area konsentrasi tegangan (sudut radius, sambungan las nozel inlet) akibat kondisi operasional yang tidak tepat, yaitu tekanan HPH ditekan tinggi saat suhu logam masih berada di bawah suhu transisi. \n\n**4. Dampak Sistem**: \nRisiko kebocoran yang berpotensi merambat menjadi pecah berkeping-keping (water box rupture) atau kebocoran yang sulit ditambal (crack propagation) jika tidak segera diperbaiki. \n\n**5. Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n- Jika ditemukan retak dangkal, lakukan *gerinda* hingga dasar retakan hilang. \n- Laksanakan *pengelasan ulang* dengan prosedur *pre-heat* dan *post-weld heat treatment (PWHT)* yang ketat. \n- Perbesar radius kelengkungan (*fillet radius*) pada sudut-sudut tajam untuk mengurangi faktor konsentrasi tegangan.", "stats": {"tokens_per_sec": 56.87, "total_time": 70.79, "eval_count": 3965}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Dentuman keras dari bagian bawah heater; Alarm \"Heater Level High-High\" muncul sangat cepat; Data DCA menjadi acak/tidak valid sesaat sebelum trip.\nVerifikasi: Lakukan hydrotest. Air akan memancar sangat deras dari drain outlet atau shell drain; Masukkan kamera inspeksi lewat nozel drain (jika memungkinkan) untuk melihat apakah ada puing-puing baffle yang rontok.\nPenyebab: Breakage\nEfek: Hancurnya sekat-sekat (baffles) di dalam DCZ akibat gelombang kejut hidrolik; Fungsi pendinginan gagal total. Aliran drain terganggu oleh semburan feed water; Level air naik instan menuju HHWL; Trip HPH 5.\nRekomendasi FDT: Saat perbaikan, pastikan seluruh pecahan tube dan baffle dikeluarkan dari shell. Puing tertinggal akan menyebabkan kerusakan berulang; Pasang plug pada kedua ujung tube patah dan pasang rod stabilizer di dalamnya agar tidak mencambuk tube lain.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Dentuman keras dari bagian bawah heater; Alarm \"Heater Level High-High\" muncul sangat cepat; Data DCA menjadi acak/tidak valid sesaat sebelum trip pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP KPJB-0953-15-WI-05)** \n\n1. **Gejala**: \n - Dentuman keras dari bagian bawah heater \n - Alarm \"Heater Level High-High\" (HHWL) muncul sangat cepat \n - Data DCA (Differential Pressure/Current/Analog) menjadi acak/tidak valid sesaat sebelum trip pada 3FW-H050 \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Lakukan **hydrotest** untuk mengamati apakah air memancar deras dari drain outlet atau shell drain. \n - Masukkan kamera inspeksi melalui nozel drain (jika memungkinkan) untuk memeriksa keberadaan puing baffle yang rontok atau kerusakan struktural di dalam DCZ. \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Breakage** (Pecahnya tube dan baffle di dalam DCZ akibat gelombang kejut hidrolik). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Hancurnya sekat-sekat (baffles) di dalam DCZ akibat gelombang kejut hidrolik. \n - Fungsi pendinginan gagal total. \n - Aliran drain terganggu oleh semburan feed water. \n - Level air naik instan menuju HHWL (Heater Level High-High). \n - Trip HPH 5 (Heater Pressure High) terjadi akibat kegagalan kontrol level. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Saat perbaikan, pastikan **seluruh pecahan tube dan baffle dikeluarkan dari shell** untuk mencegah kerusakan berulang akibat puing tertinggal. \n - Pasang **plug pada kedua ujung tube patah** untuk menghindari aliran air tidak terkontrol. \n - Pasang **rod stabilizer** di dalam tube patah agar tidak mencambuk tube lain dan mengurangi risiko kerusakan lanjutan. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini dilakukan sesuai Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan didukung data FMEA yang disediakan. Rekomendasi FDT dirancang untuk memastikan koreksi akar masalah dan mencegah replikasi kejadian serupa.", "stats": {"tokens_per_sec": 58.88, "total_time": 31.11, "eval_count": 1789}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log pada DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level. \n - Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati apakah katup 3FW-H060 merespons secara linier terhadap perubahan level kondensat. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan sistem kontrol (DCS/PLC) menyebabkan algoritma kontrol level tidak stabil, sehingga katup Normal Drain (3FW-H060) tidak dapat merespons secara kontinu dan linier terhadap perubahan level kondensat. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika tidak ditangani, level air dapat naik hingga HHWL (High-High Water Level), mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan turbin atau gangguan operasional signifikan. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS. \n - Lakukan loop test fungsional secara periodik dari sensor hingga katup 3FW-H060 untuk memastikan respons linier dan stabil. \n\n**Catatan**: Analisis ini mengacu pada Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Rekomendasi FDT telah disesuaikan dengan kondisi katup 3FW-H060 yang berisiko akibat kegagalan kontrol sistem.", "stats": {"tokens_per_sec": 58.4, "total_time": 53.87, "eval_count": 3097}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Pressure Drop turun drastis di bawah 1.08 bar menandakan aliran memintas/ short-circuiting\nVerifikasi: Lakukan pengujian penetran (PT) atau Magnetic Particle Test (MT) pada sambungan las Partition Plate di dalam Water Box.\nPenyebab: Mechanical failure-general\nEfek: Kerusakan pada Partition Plate di dalam Water Box menyebabkan feed water short-circuiting langsung dari inlet ke outlet. Efeknya, kecepatan di dalam Tube akan anjlok jauh di bawah 2,4 m/s dan pressure drop akan turun secara drastis, yang menandakan hilangnya integritas jalur aliran.\nRekomendasi FDT: Melakukan pengujian NDT berupa Liquid Penetration Test (PT) pada sambungan las dan melakukan perbaikan pada radius sudut pelat untuk mengurangi konsentrasi tegangan.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Pressure Drop turun drastis di bawah 1.08 bar menandakan aliran memintas/ short-circuiting pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: Pressure Drop turun drastis di bawah 1.08 bar menandakan aliran memintas/ short-circuiting pada 3FW-H060. \n2. Verifikasi Lapangan: Lakukan pengujian penetran (PT) atau Magnetic Particle Test (MT) pada sambungan las Partition Plate di dalam Water Box. \n3. Akar Masalah: Kerusakan mekanis umum pada sambungan las Partition Plate di dalam Water Box. \n4. Dampak Sistem: Kerusakan Partition Plate menyebabkan feed water short-circuiting langsung dari inlet ke outlet, kecepatan aliran di dalam tube turun di bawah 2,4 m/s, dan pressure drop turun drastis yang menandakan hilangnya integritas jalur aliran. \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): Melakukan pengujian NDT berupa Liquid Penetration Test (PT) pada sambungan las Partition Plate dan melakukan perbaikan pada radius sudut pelat untuk mengurangi konsentrasi tegangan.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.32, "total_time": 78.53, "eval_count": 4671}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\"; Deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS.\nVerifikasi: Cek bukaan Drain Control Valve di lapangan vs perintah di DCS; Verifikasi level aktual menggunakan local level gauge\nPenyebab: Level control failure\nEfek: Jika kontrol gagal (misal: sinyal output membeku atau hunting), Normal Drain Control Valve tidak dapat mempertahankan level air yang tepat; Jika level naik tak terkendali mencapai HHWL (High-High Water Level), Extraction Steam Isolation Valve akan menutup otomatis secara penuh; HPH 5 terisolasi (bypass), pemanasan feed water berhenti total, efisiensi unit turun (heat rate naik).\nRekomendasi FDT: Lakukan loop test pada sirkuit kontrol drain valve saat shutdown; Pastikan parameter PID kontroler disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting).\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n Alarm \"Heater Level High\" atau \"Heater Level Low\" dan deviasi besar antara Setpoint (SP) dan Process Variable (PV) pada DCS untuk komponen **3FW-H050** (High Pressure Heater 5). \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek bukaan **Drain Control Valve** di lapangan vs perintah DCS untuk 3FW-H050. \n - Verifikasi level air aktual menggunakan **local level gauge** di lokasi 3FW-H050. \n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan kontrol level pada sirkuit drain valve (misal: sinyal output membeku, osilasi/hunting pada PID kontroler), sehingga tidak dapat mempertahankan level air yang tepat di 3FW-H050. \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Extraction Steam Isolation Valve menutup otomatis secara penuh. \n - HPH 5 (3FW-H050) terisolasi (bypass), menghentikan pemanasan feed water. \n - Efisiensi unit turun (heat rate meningkat) akibat gangguan pada proses pemanas. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **loop test** pada sirkuit kontrol drain valve untuk 3FW-H050 saat shutdown. \n - Pastikan parameter PID kontroler (proportional, integral, differential) disetel dengan benar untuk mencegah osilasi (hunting) dan memastikan kontrol level stabil. \n\n--- \n**Catatan**: Analisis ini berdasarkan prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05) dan data FMEA yang diberikan. Kondisi 3FW-H050 (HPH 5) harus dikaji lebih lanjut dengan verifikasi lapangan sebelum melanjutkan tindakan FDT.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.43, "total_time": 43.59, "eval_count": 2537}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati respons katup untuk memastikan respons linear sesuai beban. \n3. **Akar Masalah**: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) yang menyebabkan ketidakstabilan algoritma kontrol level, sehingga tidak mampu mempertahankan level kondensat di rentang normal. \n4. **Dampak Sistem**: Jika tidak ditangani, level air akan naik hingga HHWL (High-High Water Level), mengisolasi uap ekstraksi dan mengaktifkan bypass feed water untuk melindungi turbin. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS. \n - Lakukan loop test fungsional secara periodik dari sensor hingga aktuator katup untuk memastikan integritas rantai kontrol. \n\n**Catatan**: Berdasarkan data FMEA, kondisi **3FW-H060** (transmitter level) dinyatakan *normal* karena akar masalah terletak pada sistem kendali (DCS/PLC), bukan komponen sensor. Uji respon manual dan verifikasi algoritma kontrol menjadi fokus untuk memastikan operasional sistem.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.18, "total_time": 66.89, "eval_count": 3769}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terjadi fluktuasi tekanan pada sisi shel akibat hantaman air dari tube yang patah; Muncul alarm HHWL; Suara bising yang tidak biasa; Penurunan drastis outlet temperature\nVerifikasi: Verifikasi langsung pada level gauge; Shell side air pressure test dengan larutan sabun untuk mengecek ujung tube pada water box; Hydrostatic test untuk mengecek saluran drain; Inspeksi visual internal melalui manhole\nPenyebab: Breakage\nEfek: Tube mengalami retak atau pecah akibat fatigue atau getaran berlebih sehingga terjadi bypass aliran feed water ke sisi shell. Suhu feed water yang keluar menuju HP 7 akan mulai turun di bawah 244,2 C; Katup Normal Drain tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan level, sehingga katup Emergency Drain akan mulai terbuka.\nRekomendasi FDT: Melakukan prosedur isolasi heater cut operation; Melakukan tube plugging menggunakan taper blind plug atau welded plug.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terjadi fluktuasi tekanan pada sisi shel akibat hantaman air dari tube yang patah; Muncul alarm HHWL; Suara bising yang tidak biasa; Penurunan drastis outlet temperature pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \nTerjadi fluktuasi tekanan pada sisi shell akibat hantaman air dari tube yang patah; Muncul alarm HHWL; Suara bising yang tidak biasa; Penurunan drastis outlet temperature pada 3FW-H060. \n\n2. Verifikasi Lapangan: \nVerifikasi langsung pada level gauge; Uji tekanan udara sisi shell dengan larutan sabun untuk mengecek ujung tube di water box; Hydrostatic test untuk saluran drain; Inspeksi visual internal melalui manhole. \n\n3. Akar Masalah: \nPatahnya tube akibat fatigue atau getaran berlebih sehingga terjadi bypass aliran feed water ke sisi shell. \n\n4. Dampak Sistem: \nSuhu feed water yang keluar menuju HP 7 mulai turun di bawah 244,2°C; Katup Normal Drain tidak mampu mengimbangi kenaikan level sehingga Katup Emergency Drain terbuka. \n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \nMelakukan prosedur isolasi heater cut operation; Melakukan tube plugging menggunakan taper blind plug atau welded plug.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.38, "total_time": 50.06, "eval_count": 2821}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Status \"Bad PV\" di DCS, alarm putus kabel, atau pergerakan stem DCV yang mendesah naik-turun secara ekstrem di lapangan.\nVerifikasi: Pengecekan loop power dan terminasi kabel di lapangan.\nPenyebab: Instrument failure-general\nEfek: Sinyal level terputus, melonjak (spiking), atau mati total. Kontroler berayun liar (hunting), membuat level air tidak stabil. Segel air di subcooler terganggu secara periodik, menyebabkan pendinginan kondensat fluktuatif dan tidak optimal.\nRekomendasi FDT: Pastikan terminasi kabel instrumen di area HPH 7 tahan getaran (spring-loaded terminal).\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Status \"Bad PV\" di DCS, alarm putus kabel, atau pergerakan stem DCV yang mendesah naik-turun secara ekstrem di lapangan pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Status \"Bad PV\" di DCS, alarm putus kabel, atau pergerakan stem DCV yang mendesah naik-turun secara ekstrem di lapangan pada 3FW-H070. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Pengecekan loop power dan terminasi kabel di lapangan (khususnya area HPH 7) untuk memastikan koneksi kabel tidak terganggu dan stabil. \n3. **Akar Masalah**: Kegagalan instrumen umum (Instrument failure-general) akibat terminasi kabel yang tidak tahan getaran di area HPH 7. \n4. **Dampak Sistem**: \n - Sinyal level terputus, melonjak (spiking), atau mati total. \n - Kontroler berayun liar (hunting), menyebabkan level air tidak stabil. \n - Segel air di subcooler terganggu secara periodik, mengakibatkan pendinginan kondensat fluktuatif dan tidak optimal. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Pastikan terminasi kabel instrumen di area HPH 7 menggunakan terminal tahan getaran (spring-loaded terminal) untuk mengurangi risiko pergerakan ekstrem stem DCV akibat getaran.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.12, "total_time": 29.16, "eval_count": 1683}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level stabil di setpoint baru, namun DCA konsisten bernilai buruk (tinggi).\nVerifikasi: Verifikasi nilai Setpoint di HMI DCS terhadap dokumen standar manual pengoperasian TJB.\nPenyebab: Out of adjustment\nEfek: Operator menyetel Normal Water Level (NWL) terlalu rendah mendekati inlet subcooler. Segel air terlalu tipis. Saat ada transien beban, uap langsung menerobos masuk subcooler, menggagalkan pendinginan kondensat seketika.\nRekomendasi FDT: Kunci akses perubahan setpoint level dengan password Engineering agar operator tidak bisa menurunkan level di bawah batas aman water seal subcooler.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Level stabil di setpoint baru, namun DCA konsisten bernilai buruk (tinggi) pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Level stabil di setpoint baru, namun DCA konsisten bernilai buruk (tinggi) pada 3FW-H070.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Nilai setpoint di HMI DCS telah diverifikasi terhadap dokumen standar manual pengoperasian TJB dan ditemukan tidak sesuai dengan standar (out of adjustment).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Out of adjustment akibat penyetelan Normal Water Level (NWL) terlalu rendah oleh operator mendekati inlet subcooler, menyebabkan segel air terlalu tipis.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Saat ada transien beban, uap langsung menerobos masuk subcooler, menggagalkan pendinginan kondensat seketika yang berpotensi menyebabkan overheating dan kerusakan pada unfavor subcooler.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Kunci akses perubahan setpoint level dengan password Engineering agar operator tidak bisa menurunkan level di bawah batas aman water seal subcooler.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.14, "total_time": 67.69, "eval_count": 3811}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain; Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun; Bukaan Drain Control Valve tidak merespons kenaikan level di DCS.\nVerifikasi: Bandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan; Ubah mode kontroler ke MANUAL dan buka katup; jika level turun dan suhu feed water perlahan naik kembali ke 285.9 C, terkonfirmasi masalah ada pada kendali otomatis.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Luas area permukaan tube yang efektif untuk perpindahan panas uap menyusut drastis karena tertutup oleh air kondensat yang lebih dingin; Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan feed water secara optimal. Suhu feed water keluar dari HPH 7 akan drop di bawah 285.9 C. Boiler harus membakar lebih banyak batubara untuk menutupi defisit panas ini (Heat Rate Penalty).\nRekomendasi FDT: Lakukan peninjauan dan tuning ulang parameter PID kontroler level HPH 7. Pastikan respons kontroler tidak terlalu lambat saat menerima lonjakan kondensat.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP):** \n\n1. **Gejala**: \n - TTD (Terminal Temperature Difference) melebar jauh dari nilai desain. \n - Indikator suhu Feedwater Outlet di DCS perlahan turun. \n - Bukaan Drain Control Valve (3FW-H070) tidak merespons kenaikan level di DCS. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Dilakukan dengan membandingkan sinyal output (Manipulated Variable) di DCS dengan posisi aktual bukaan katup di lapangan. Hasil verifikasi menunjukkan ketidaksesuaian antara sinyal kontroler dan posisi katup (3FW-H070). \n - Mode kontroler diubah ke **MANUAL**, lalu katup 3FW-H070 dibuka. Jika level turun dan suhu Feedwater Outlet perlahan naik kembali ke **285.9°C**, terkonfirmasi masalah pada kendali otomatis (control failure). \n\n3. **Akar Masalah**: \n - **Control failure** pada sistem kendali level HPH 7. Katup 3FW-H070 tidak merespons sinyal kontroler akibat gangguan pada proses kontroler (misalnya: sinyal kontroler tidak terkirim ke katup, atau respons katup terhambat). \n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Luas area permukaan tube untuk perpindahan panas uap menyusut drastis akibat tertutupnya air kondensat. \n - Uap ekstraksi tidak dapat memanaskan Feedwater secara optimal. \n - Suhu Feedwater Outlet di bawah **285.9°C**, menyebabkan penurunan efisiensi proses dan kebutuhan batubara tambahan (Heat Rate Penalty). \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan **peninjauan dan tuning ulang parameter PID** pada kontroler level HPH 7. \n - Pastikan respons kontroler tidak terlambat saat menerima lonjakan kondensat (misalnya: penyesuaian waktu respons *response time* dan *gain* kontroler). \n - Verifikasi kondisi fisik katup 3FW-H070 untuk memastikan tidak ada kerusakan mekanis (jika diperlukan). \n\n--- \n**Catatan**: Berdasarkan gejala dan verifikasi, kondisi **3FW-H070 (Drain Control Valve)** saat ini adalah **tidak merespons sinyal kontroler** akibat gangguan pada sistem kendali, bukan kerusakan fisik katup itu sendiri. Solusi utama berada pada penyesuaian parameter PID kontroler.", "stats": {"tokens_per_sec": 57.45, "total_time": 71.5, "eval_count": 4054}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Kenaikan bukaan Drain Control Valve yang tidak wajar (misal: beban tetap, tapi valve membuka semakin lebar); Safety Valve sisi shell mungkin popping (menyembur) jika tekanan shell naik cepat.\nVerifikasi: Leak Test: Beri tekanan udara 5-7 bar pada sisi shell dan gunakan air sabun pada tube sheet (saat shutdown); Eddy Current Test (ECT): Untuk mengukur sisa ketebalan dinding tube lain guna mencegah kejadian berulang.\nPenyebab: Burst\nEfek: Mirip dengan Breakage, namun mungkin diawali dengan kebocoran kecil yang membesar cepat. Dinding tube yang menipis (akibat erosi drain cooling zone) tidak kuat menahan tekanan internal 232 bar; Kenaikan level air shell yang tidak terkendali. Jika Safety Relief Valve sisi shell gagal membuka, shell bisa mengalami deformasi atau ledakan. Penurunan efisiensi unit karena HPH harus diisolasi.\nRekomendasi FDT: Sumbat tube yang pecah dengan prosedur las TIG; Karena HPH 5 sudah memiliki 53 prevention plug, pastikan penambahan plug baru tidak menaikkan kecepatan aliran air (velocity) melebihi batas aman (2.4 m/s). Jika ya, perlu evaluasi pembesaran orifice pada pelat partisi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Kenaikan bukaan Drain Control Valve yang tidak wajar (misal: beban tetap, tapi valve membuka semakin lebar); Safety Valve sisi shell mungkin popping (menyembur) jika tekanan shell naik cepat pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. Gejala: \nKenaikan bukaan Drain Control Valve yang tidak wajar (beban tetap namun valve membuka semakin lebar) dan Safety Valve sisi shell mungkin menyembur (popping) jika tekanan shell naik cepat.\n\n2. Verifikasi Lapangan: \nLakukan Leak Test dengan memberikan tekanan udara 5-7 bar pada sisi shell dan menggunakan air sabun pada tube sheet saat shutdown; Lakukan Eddy Current Test (ECT) untuk mengukur ketebalan dinding tube yang tersisa guna mencegah kejadian berulang.\n\n3. Akar Masalah: \nBurst dinding tube akibat erosi pada zona drain cooling yang menyebabkan ketebalan dinding menipis sehingga tidak mampu menahan tekanan internal 232 bar.\n\n4. Dampak Sistem: \nKebocoran kecil yang membesar cepat, kenaikan level air shell yang tidak terkendali, kemungkinan deformasi atau ledakan shell jika Safety Relief Valve gagal membuka, serta penurunan efisiensi unit karena HPH harus diisolasi.\n\n5. Rekomendasi Tindakan (FDT): \nSumbat tube yang pecah dengan prosedur las TIG; Pastikan penambahan prevention plug baru tidak meningkatkan kecepatan aliran air (velocity) melebihi batas aman (2.4 m/s). Jika kecepatan melebihi batas, lakukan evaluasi pembesaran orifice pada pelat partisi.", "stats": {"tokens_per_sec": 56.71, "total_time": 76.83, "eval_count": 4300}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Alarm HHWL (High-High Water Level) aktif mendadak; heater terisolasi otomatis (bypass).\nVerifikasi: Lakukan Shell Side Air Pressure Test (500-700 kPa) dan periksa adanya gelembung di ujung tube.\nPenyebab: Burst\nEfek: Pecahnya tube secara masif memicu kenaikan level air secara instan dan menciptakan turbulensi hebat di zona subcooler. Hal ini dapat merusak Drain flow guide dan memaksa sistem proteksi menutup aliran, yang secara otomatis menghentikan seluruh proses pendinginan kondensat.\nRekomendasi FDT: Melakukan investigasi menyeluruh pada integritas Enclosing plate dan tube; Melakukan perbaikan permanen dengan TIG welding pada plug tube.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Alarm HHWL (High-High Water Level) aktif mendadak; heater terisolasi otomatis (bypass) pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Alarm HHWL (High-High Water Level) aktif mendadak dan heater terisolasi otomatis (bypass) pada 3FW-H060.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Dilakukan uji tekanan udara sisi shell (500700 kPa) dan pemeriksaan keberadaan gelembung di ujung tube.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Pipa (tube) ruptur (burst).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Ruptur pipa secara masif menyebabkan kenaikan level air instan dan turbulensi hebat di zona subcooler. Hal ini merusak drain flow guide dan memicu sistem proteksi untuk menutup aliran, sehingga menghentikan proses pendinginan kondensat secara total.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan investigasi menyeluruh terhadap integritas plate enclosing dan tube; lakukan perbaikan permanen dengan TIG welding pada plug tube.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.25, "total_time": 43.4, "eval_count": 2525}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati respons linier katup 3FW-H060 terhadap sinyal kontrol. \n3. **Akar Masalah**: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) yang menyebabkan respons katup 3FW-H060 tidak stabil dan fluktuasi level kondensat di shell HP 6. \n4. **Dampak Sistem**: Kenaikan level air hingga HHWL (High-High Water Level) yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass feed water untuk melindungi turbin. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Lakukan loop test fungsional secara periodik dari sensor hingga katup 3FW-H060 untuk memastikan respons kontrol linier dan stabil.", "stats": {"tokens_per_sec": 58.5, "total_time": 50.31, "eval_count": 2899}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Terlihat uap keluar dari sambungan las bodi Shell atau area nozzle uap ekstraksi; suara bising di sekitar heater.\nVerifikasi: Gunakan kamera infrared untuk mendeteksi titik panas di balik isolasi; lakukan pemeriksaan ketebalan dinding shell (UT).\nPenyebab: Leakage\nEfek: Kebocoran uap atau drain dari sisi Shell menyebabkan ketidakstabilan tekanan di luar tube. Meskipun tidak secara langsung mengurangi massa feed water, ketidakseimbangan tekanan ini dapat memicu getaran pada Tube yang pada akhirnya mengancam stabilitas aliran internal.\nRekomendasi FDT: Periksa integritas dinding shell dengan Ultrasonic Test (UT); lakukan perbaikan las pada bodi shell yang menipis.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Terlihat uap keluar dari sambungan las bodi Shell atau area nozzle uap ekstraksi; suara bising di sekitar heater pada 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Terlihat uap keluar dari sambungan las bodi Shell atau area nozzle uap ekstraksi; suara bising di sekitar heater pada 3FW-H060. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Gunakan kamera infrared untuk mendeteksi titik panas di balik isolasi; lakukan pemeriksaan ketebalan dinding shell (UT). \n3. **Akar Masalah**: Leakage (kebocoran uap atau drain dari sisi Shell). \n4. **Dampak Sistem**: Kebocoran uap atau drain dari sisi Shell menyebabkan ketidakstabilan tekanan di luar tube. Ketidakseimbangan tekanan ini dapat memicu getaran pada tube yang pada akhirnya mengancam stabilitas aliran internal. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Periksa integritas dinding shell dengan Ultrasonic Test (UT); lakukan perbaikan las pada bodi shell yang menipis.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.32, "total_time": 36.86, "eval_count": 2178}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain (3FW-H060) bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log DCS untuk mengidentifikasi anomali pada algoritma kontrol level. \n - Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati respons linier katup 3FW-H060 (apakah gerakan katup sesuai dengan perubahan level kondensat tanpa kelebihan/kekurangan).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Gangguan sistem kontrol (DCS/PLC) yang menyebabkan algoritma kontrol level tidak stabil, sehingga tidak mampu mempertahankan level kondensat di rentang normal.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), mengisolasi uap ekstraksi, dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin dari kerusakan akibat kelebihan air.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS untuk memastikan keakuratan respons kontrol. \n - Lakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup **3FW-H060** untuk memastikan integritas komponen dan respons linier katup dalam kondisi operasional.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.25, "total_time": 47.2, "eval_count": 2754}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "Low", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Penurunan Delta P (Differential Pressure) feed water, efisiensi suhu drop.\nVerifikasi: Inspeksi visual internal Water Box saat offline.\nPenyebab: Corrosion\nEfek: Terjadi Short Circuit aliran dari inlet ke outlet di dalam Water Box; Terjadi Maldistribusi Aliran. Sebagian tube mungkin tidak dapat aliran, sementara tube lain menerima hantaman air terfokus dengan kecepatan lokal >4 m/s. Ini titik erosi fokal.\nRekomendasi FDT: Lakukan Cladding (pelapisan las) Stainless Steel pada pelat partisi untuk ketahanan erosi-korosi.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Penurunan Delta P (Differential Pressure) feed water, efisiensi suhu drop pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n Penurunan Differential Pressure (Delta P) feed water dan penurunan efisiensi suhu pada unit 3FW-H070.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n Melakukan inspeksi visual internal Water Box saat unit offline untuk mengidentifikasi kondisi korosi, maldistribusi aliran, serta titik erosi fokal yang berpotensi menyebabkan short circuit aliran.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Korosi pada dinding Water Box yang menyebabkan terbentuknya titik erosi fokal, mengakibatkan maldistribusi aliran dan short circuit aliran dari inlet ke outlet.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Sebagian tube terblokir tidak dapat mengalir, sementara tube lain mengalami hantaman air terfokus dengan kecepatan lokal >4 m/s, berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut, penurunan efisiensi sistem, dan peningkatan biaya pemeliharaan.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n Lakukan pelapisan las Stainless Steel pada pelat partisi Water Box untuk meningkatkan ketahanan terhadap erosi-korosi dan mencegah terjadinya maldistribusi aliran serta short circuit aliran.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.59, "total_time": 47.34, "eval_count": 2774}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Tidak ada indikasi awal yang jelas secara operasional hingga kebocoran terjadi; Mungkin terdeteksi sebagai \"kebocoran lambat\" (creeping level rise) atau make-up water boiler meningkat sedikit.\nVerifikasi: Lakukan ECT saat shutdown. Cari sinyal cacat (defect) yang bertepatan dengan lokasi support plate; Inspeksi visual sisi shell untuk melihat jejak gesekan pada tube di area support plate.\nPenyebab: Baffle gap is too far\nEfek: Tube tidak tertumpu dengan kencang. Getaran aliran menyebabkan tube beradu dengan dinding lubang support plate (tube-to-baffle collision); Terjadi penipisan dinding tube akibat gesekan (fretting wear) tepat di lokasi pelat penyangga; Kebocoran tube yang sulit dideteksi lokasinya karena seringkali terjadi di bagian tengah bundle (bukan di ujung tube sheet), yang pada akhirnya menyebabkan kontaminasi air ke sisi shell.\nRekomendasi FDT: Jika ECT mendeteksi fretting wear, lakukan staking (penganjalan) pada tube tersebut menggunakan pasak logam/plastik khusus (tube stakes) untuk mematikan gerakan tube tanpa perlu menyumbatnya (plugging), jika akses memungkinkan.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi Tidak ada indikasi awal yang jelas secara operasional hingga kebocoran terjadi; Mungkin terdeteksi sebagai \"kebocoran lambat\" (creeping level rise) atau make-up water boiler meningkat sedikit pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: Tidak ada indikasi awal yang jelas secara operasional hingga kebocoran terjadi pada 3FW-H050; mungkin terdeteksi sebagai \"kebocoran lambat\" (creeping level rise) atau peningkatan sedikit make-up water boiler. \n\n2. **Verifikasi Lapangan**: Lakukan ECT (End-of-Shift Check) saat shutdown untuk mengidentifikasi sinyal cacat (defect) yang berhubungan dengan lokasi support plate; lakukan inspeksi visual sisi shell untuk memeriksa jejak gesekan (fretting wear) pada tube di area support plate. \n\n3. **Akar Masalah**: Baffle gap terlalu jauh (terlalu besar), menyebabkan tube tidak tertumpu dengan kencang dan beradu dengan dinding support plate akibat getaran aliran (tube-to-baffle collision). \n\n4. **Dampak Sistem**: Terjadi penipisan dinding tube akibat gesekan (fretting wear) di lokasi pelat penyangga, kebocoran tube yang sulit dideteksi lokasinya di bagian tengah bundle (bukan di ujung tube sheet), serta kontaminasi air ke sisi shell. \n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Jika ECT mendeteksi fretting wear, lakukan staking pada tube tersebut menggunakan pasak logam/plastik khusus (tube stakes) untuk mematikan gerakan tube tanpa perlu menyumbatnya (plugging), selama akses memungkinkan.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.35, "total_time": 39.28, "eval_count": 2287}}
{"tag": "3FW-H070", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: DCA tinggi namun level kondensat terkendali sempurna\nVerifikasi: Inspeksi borescope dari nosel drain, atau uji vakum dari shell saat offline.\nPenyebab: Corrosion\nEfek: Pelat shroud berlubang. Kondensat panas di zona atas langsung bocor menerobos ke outlet drain melewati lubang ini tanpa melewati lorong subcooler. Kondensat tidak didinginkan (internal bypass). DCA melonjak tajam.\nRekomendasi FDT: Lakukan penambalan las (patching atau weld overlay) pada pelat shroud yang menipis.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi DCA tinggi namun level kondensat terkendali sempurna pada 3FW-H070.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: DCA tinggi namun level kondensat terkendali sempurna pada 3FW-H070. \n2. **Verifikasi Lapangan**: Inspeksi borescope dari nosel drain atau uji vakum shell saat offline untuk memastikan keberadaan lubang pada pelat shroud. \n3. **Akar Masalah**: Korosi pada pelat shroud yang menyebabkan terbentuknya lubang, mengakibatkan kebocoran kondensat panas tanpa melalui lorong subcooler. \n4. **Dampak Sistem**: Kondensat panas di zona atas bocor ke outlet drain melalui lubang pelat shroud (internal bypass), sehingga kondensat tidak didinginkan dan DCA melonjak tajam. \n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: Lakukan penambalan las (weld overlay atau patching) pada pelat shroud yang menipis untuk memperbaiki kebocoran dan mencegah internal bypass.", "stats": {"tokens_per_sec": 59.87, "total_time": 32.75, "eval_count": 1924}}
{"tag": "3FW-H050", "risk": "Medium", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: DCA Tinggi secara konsisten; Mungkin terjadi kenaikan level air di shell yang memaksa drain valve membuka lebih lebar dari biasanya (jika sumbatan menghambat aliran).\nVerifikasi: Cek tren kenaikan DCA selama 1-3 bulan terakhir. Kenaikan bertahap (gradual) menandakan fouling, kenaikan mendadak (step change) menandakan blockage fisik; Cek selisih tekanan feed water. Fouling biasanya juga menaikkan delta P sisi feed water\nPenyebab: Blockage/plugged\nEfek: Koefisien perpindahan panas turun drastis. Kondensat keluar dari HPH 5 dengan suhu yang jauh lebih tinggi dari desain (176 C); Nilai DCA naik signifikan; Panas yang seharusnya diserap kembali oleh feed water malah terbawa ke Deaerator; Jika sumbatan parah di inlet subcooler, level air di zona kondensasi akan naik (banjir) karena drain tidak bisa turun ke zona pendingin dengan lancar.\nRekomendasi FDT: Lakukan pembersihan tube (Bullet Cleaning atau High Pressure Jetting) saat overhaul untuk menghilangkan fouling; Inspeksi visual area inlet subcooler saat shutdown untuk memastikan tidak ada benda asing (sisa gasket/las) yang menutupi jalur masuk.\n\nPERTANYAAN:\nAda indikasi DCA Tinggi secara konsisten; Mungkin terjadi kenaikan level air di shell yang memaksa drain valve membuka lebih lebar dari biasanya (jika sumbatan menghambat aliran) pada 3FW-H050.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "1. **Gejala**: \n DCA tinggi secara konsisten pada unit 3FW-H050, mungkin disebabkan oleh kenaikan level air di shell yang memaksa drain valve membuka lebih lebar akibat sumbatan pada aliran.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Cek tren kenaikan DCA selama 13 bulan terakhir. Jika kenaikan bertahap (gradual), menandakan fouling; jika kenaikan mendadak (step change), menandakan blockage fisik. \n - Cek selisih tekanan feed water (delta P). Fouling biasanya meningkatkan delta P pada sisi feed water.\n\n3. **Akar Masalah**: \n Sumbatan (blockage) pada tube atau area inlet subcooler yang menghambat aliran, mungkin akibat fouling atau benda asing (sisa gasket/las).\n\n4. **Dampak Sistem**: \n - Koefisien perpindahan panas turun drastis. \n - Kondensat keluar dari HPH 5 dengan suhu 176°C (jauh lebih tinggi dari desain). \n - Nilai DCA naik signifikan. \n - Panas yang seharusnya diserap oleh feed water terbawa ke Deaerator. \n - Jika sumbatan parah di inlet subcooler, level air di zona kondensasi naik (banjir) karena drain tidak bisa turun ke zona pendingin dengan lancar.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan pembersihan tube (Bullet Cleaning atau High Pressure Jetting) saat overhaul untuk menghilangkan fouling. \n - Lakukan inspeksi visual area inlet subcooler saat shutdown untuk memastikan tidak ada benda asing (sisa gasket/las) yang menutupi jalur masuk.", "stats": {"tokens_per_sec": 58.22, "total_time": 55.47, "eval_count": 3181}}
{"tag": "3FW-H060", "risk": "High", "model": "qwen3:4b", "input_prompt": "SYSTEM: Anda adalah Analyst Predictive Maintenance di TJB. Ikuti Prosedur RCFA (KPJB-0953-15-WI-05). Gunakan Data Pendukung untuk memberikan analisa terstruktur.\n\nDATA PENDUKUNG (FMEA):\nIndikasi: Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\nVerifikasi: Periksa event log pada DCS untuk melihat anomali pada algoritma kontrol; Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke Manual dan amati apakah katup merespons secara linier.\nPenyebab: Control failure\nEfek: Kegagalan sistem kendali (DCS/PLC) mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan level kondensat di sisi shell pada rentang normal. Hal ini dapat memicu kenaikan level air hingga mencapai HHWL (High-High Water Level), yang mengisolasi uap ekstraksi dan melakukan bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin.\nRekomendasi FDT: Melakukan verifikasi rutin (logic check) pada algoritma kontrol level di DCS; Melakukan loop test fungsional secara periodik pada seluruh rantai kontrol dari sensor hingga aktuator katup.\n\nPERTANYAAN:\nCek kondisi 3FW-H060.\n\nANALISA (IKUTI SOP):\n1. Gejala: \n2. Verifikasi Lapangan: \n3. Akar Masalah: \n4. Dampak Sistem: \n5. Rekomendasi Tindakan (FDT):", "generated_response": "**ANALISA (IKUTI SOP)**\n\n1. **Gejala**: \n Level kondensat di shell HP 6 berfluktuasi (hunting) di sekitar setpoint; Katup Normal Drain bergerak membuka/menutup secara mendadak tanpa perubahan beban turbin.\n\n2. **Verifikasi Lapangan**: \n - Periksa event log pada DCS untuk mengidentifikasi anomali algoritma kontrol. \n - Lakukan uji respon manual dengan memindahkan kendali ke *Manual* dan amati respons katup (apakah bergerak secara linier tanpa gangguan).\n\n3. **Akar Masalah**: \n Kegagalan algoritma kontrol pada DCS/PLC (Control failure) yang menyebabkan ketidakstabilan respons sistem kendali level kondensat.\n\n4. **Dampak Sistem**: \n Jika tidak segera ditangani, level air dapat naik hingga mencapai **HHWL (High-High Water Level)**, yang mengisolasi uap ekstraksi dan memicu bypass pada sisi feed water untuk melindungi turbin dari kerusakan akibat kelebihan air.\n\n5. **Rekomendasi Tindakan (FDT)**: \n - Lakukan verifikasi rutin (*logic check*) pada algoritma kontrol level di DCS untuk memastikan kinerja algoritma. \n - Lakukan *loop test fungsional* secara periodik pada seluruh rantai kontrol (sensor → algoritma → aktuator katup) untuk memastikan respons linier dan stabil. \n\n--- \n**Catatan**: Berdasarkan data pendukung FMEA, kondisi **3FW-H060** (sensor/kontrol level HP6) berpotensi terdampak oleh kegagalan algoritma kontrol. Rekomendasi FDT di atas dirancang untuk memastikan integritas sistem kendali sebelum terjadi dampak kritis.", "stats": {"tokens_per_sec": 60.49, "total_time": 38.03, "eval_count": 2253}}